Pemindahan Jalur Distribusi LPG Diduga Jadi Pemicu Kenaikan Harga Gas di Nabire 

 

Nabire – PAPUTENG.COM – Perubahan jalur distribusi pengisian Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Surabaya, Jawa Timur, ke Jayapura, Papua disebut menjadi salah satu faktor utama melonjaknya harga gas isi ulang di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pasokan LPG non subsidi ukuran 5,5 kilogram hingga 12 kilogram di tingkat agen maupun pengecer. Bahkan, salah satu agen resmi Pertamina di Nabire dilaporkan mengalami kekosongan stok selama hampir dua bulan terakhir.

Seorang pengelola agen gas di Nabire mengungkapkan, kebijakan baru terkait pengisian LPG membuat distribusi menjadi lebih sulit dan mahal dibanding sebelumnya.

“Peraturan baru yang diterapkan Pertamina membuat kami tidak bisa lagi langsung mengisi di SPBE Surabaya seperti dulu. Sekarang harus melalui Jayapura, sementara tidak ada kapal langsung yang melayani rute tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan jalur distribusi itu membuat biaya transportasi meningkat drastis. Bahkan, terdapat dua agen lain yang terpaksa menyewa kapal sendiri untuk mendatangkan pasokan gas ke Nabire.

Tingginya ongkos distribusi dinilai menjadi pemicu utama kenaikan harga LPG non subsidi di wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire. Harga LPG ukuran 15 kilogram bahkan disebut dapat menembus hingga Rp500 ribu per tabung di tingkat konsumen.

Selain biaya yang membengkak, rantai distribusi yang semakin panjang juga menyebabkan waktu pengiriman menjadi lebih lama. Salah satu agen diperkirakan baru akan kembali menerima pasokan LPG pada pertengahan Juni 2026 mendatang.

 

Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Papua Tengah 1, Muhammad R Suryanto membantah adanya kelangkaan LPG di pasaran.

“Tidak ada kelangkaan ya bapak, stok kami mencukupi hingga bulan Juni 2026 dan akan ada kedatangan suplai kembali pada akhir Mei 2026,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Passang mengakui tingginya harga LPG di Papua Tengah, khususnya di Nabire. Ia juga membenarkan adanya pengalihan pengisian tabung gas dari Surabaya ke Jayapura.

“Kami pemerintah tidak tinggal diam membiarkan situasi ini. Kami akan segera melakukan langkah-langkah strategis agar pengisian tabung gas isi ulang bisa dikembalikan ke Surabaya,” tegasnya usai membuka kegiatan sosialisasi hewan kurban di Islamic Center Nabire, Sabtu (23/5/2026).

Sekda juga menjelaskan bahwa pengiriman LPG tidak dapat dilakukan melalui kontainer karena mempertimbangkan faktor keselamatan penumpang kapal laut.(red-paputeng)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi