Gubernur Papua Tengah Rencanakan Sekolah Gratis Tingkat SMP untuk Ciptakan Generasi Emas Papua 

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa memberikan sambutan dalam “Bantuan Kemasyarakatan Gubernur Berupa Hewan Kurban, Minggu (24/5/26)

Nabire – PAPUTENG.COM – Pemerintah Provinsi Papua Tengah berencana memperluas program sekolah gratis hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) setelah sebelumnya sukses menjalankan program pendidikan gratis untuk tingkat SMA/SMK negeri maupun swasta.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memberikan sambutan pada acara Bantuan Kemasyarakatan Hewan Kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, Sabtu (24/5/2026), di Masjid Agung Al Falah.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menggratiskan sekolah untuk jenjang SMA/SMK negeri maupun swasta, tahun ini kami gratiskan untuk tingkat SMP,” ujar Meki Nawipa. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab penting bagi setiap orang tua.

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak tidak boleh diabaikan demi menciptakan generasi Papua Tengah yang berkualitas dan berdaya saing. “Sebagai orang tua harus memperhatikan pendidikan anak-anaknya, jangan sebatas hamil dan melahirkan, tetapi pendidikan tidak diperhatikan,” selorohnya.

Meki juga mengingatkan para orang tua agar aktif mendukung aktivitas pendidikan anak, termasuk memastikan anak-anak rutin bersekolah. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Papua Tengah yang putus sekolah karena alasan biaya.

Bahkan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memberikan kesempatan kuliah gratis hingga jenjang Sarjana (S1) di Nabire bagi anak-anak asli Papua Tengah dengan syarat memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.

Menurutnya, program pendidikan gratis tersebut bukan sekadar slogan politik, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.

“Program sekolah gratis di Provinsi Papua Tengah bukan sebatas slogan belaka, namun ini merupakan komitmen yang akan terus dilanjutkan. Ini seiring dengan visi misi saya bersama wakil gubernur mewujudkan Papua Tengah emas, adil, berdaya saing, bermartabat, maju, harmonis, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah. Ia membantah stigma negatif yang menyebut dirinya bersikap rasis dan menegaskan komitmennya membangun daerah tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun budaya.

“Kami pasangan Mege (Meki-Geley) menembus perbedaan agama, suku, ras, dan budaya untuk bersama membangun daerah yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi yang aman dan damai menjadi modal utama dalam menjalankan pembangunan di Papua Tengah. Karena itu, menjaga keamanan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat TNI/Polri, dan seluruh masyarakat.

“Keamanan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat,” pungkasnya. (red-paputeng)

Sapi Kurban Hampir 1 Ton Asal Nabire Terpilih Jadi Bantuan Presiden untuk Papua Tengah

Nabire – PAPUTENG.COM – Dua ekor sapi lokal asal Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, terpilih sebagai hewan kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Provinsi Papua Tengah.

Kedua sapi tersebut memiliki bobot fantastis, masing-masing mencapai sekitar 961 kilogram dan 886 kilogram. Hewan kurban itu dipersiapkan untuk disalurkan kepada panitia penerima di sejumlah titik di Papua Tengah.

Sapi dengan bobot 961 kilogram milik peternak lokal bernama Kholik menjadi perhatian karena proses pemeliharaannya dilakukan selama bertahun-tahun hingga memenuhi standar bantuan presiden.

“Sapi ini saya besarkan selama tujuh tahun dan hanya diberi pakan rumput,” ujar Kholik saat ditemui, Minggu (24/5/2026).

Ia mengaku bangga karena sapi peliharaannya dipilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden RI. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras dan ketekunan dalam beternak.

“Ini menjadi kebahagiaan bagi kami karena hasil kerja keras selama ini akhirnya dihargai,” katanya. Kholik menyebut nilai jual sapi tersebut mencapai sekitar Rp115 juta. Nominal itu dinilai sebanding dengan proses pemeliharaan yang dilakukan secara intensif selama tujuh tahun terakhir.

Sapi bantuan presiden untuk Papua Tengah rencananya akan diserahkan di Masjid Agung Al-Falah Karang Mulia, Nabire, sebagai bantuan atas nama provinsi. Sementara alternatif lokasi lainnya yakni Masjid Al-Anshor SP 3 Wadio, Distrik Nabire Barat, sebagai bantuan atas nama kabupaten.

“Dua ekor sapi Banpres RI akan kita serahkan besok, sesuai instruksi bapak presiden. Karena bapak presiden maunya diserahkan dua hari sebelum Idul Adha, “tutur Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat menyerahkan bantuan kemasyarakatan hewan kurban di Masjid Agung Alfalah.

Selain Kabupaten Nabire, bantuan sapi kurban Presiden RI juga disalurkan ke sejumlah kabupaten lain di Papua Tengah. Di antaranya Masjid Al-Mubaraq Enarotali di Kabupaten Paniai, Masjid Al-Kautsar Moanemani di Dogiyai, Masjid As-Shiddig Waghete di Deiyai, Masjid Al-Ikhlas Ilaga di Kabupaten Puncak, Masjid Al-Mujahiddin Mulia di Puncak Jaya, Masjid Al-Huda Sugapa di Intan Jaya, serta Kabupaten Mimika yang menerima dua ekor sapi kurban.

Pada momen yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Gubernur Papua Tengah turut menyalurkan tambahan 11 ekor sapi kurban untuk wilayah Nabire dan sekitarnya.

Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah masjid, antara lain Masjid Al-Hikmah Kampung Kimi Bawah, Masjid Manunggal Jaya Legari 4 Distrik Makimi, Masjid Al-Amin Sriwini, Masjid At-Taubah Kompleks Lapas Nabarua, Masjid Jabal Nur SP-1 Nabire Barat, Masjid Sirojul Jannah Karadiri II Distrik Wanggar, Masjid Baiturrohim Desa Wiraska Distrik Yaro, Masjid Al-Munajah Topo 1 Distrik Uwapa, Masjid Nurul Hijrah Enarotali, serta Masjid Al-Barokah Wanggarsari SP-B Distrik Wanggar.

Sementara itu, Kabupaten Mimika juga mendapatkan tambahan bantuan sebanyak 15 ekor sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah guna mendukung pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Rencananya, penyerahan resmi sapi bantuan Presiden RI akan dilaksanakan pada Selasa, 25 Mei 2026 di Masjid Agung Al-Falah Karang Mulia, Nabire. (red-paputeng)

Gubernur Meki Nawipa Serahkan 26 Ekor Sapi Kurban untuk Nabire dan Mimika 

Papua Tengah – PAPUTENG.COM – Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley menyerahkan sebanyak 26 ekor sapi kurban untuk masyarakat di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika, Minggu (24/5/2026).

Penyerahan secara simbolis berlangsung di halaman Masjid Agung Al-Falah Karang Mulia, Nabire, dalam kegiatan bertajuk Bantuan Kemasyarakatan Gubernur Berupa Hewan Kurban Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 di Provinsi Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Papua Tengah kepada masyarakat muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini kami bisa menyerahkan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Meki Nawipa.

Ia menegaskan, momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi di tengah masyarakat. “Hari Raya Idul Adha mengajarkan kepatuhan, kepedulian sosial, kebersamaan, dan keikhlasan untuk berbagi kepada sesama,” katanya.

Menurut Meki Nawipa, pemerintah harus hadir tidak hanya melalui program pembangunan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyerahkan total 26 ekor sapi kurban dengan rincian 11 ekor untuk wilayah Kabupaten Nabire dan 15 ekor untuk Kabupaten Mimika. Gubernur berharap jumlah bantuan hewan kurban dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, menyesuaikan dengan jumlah masjid yang ada di Provinsi Papua Tengah.

 

“Saya berharap tahun depan bantuan bisa ditambah minimal disesuaikan dengan jumlah masjid yang ada di Papua Tengah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Papua Tengah, Azis Baharudin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada umat muslim di Papua Tengah menjelang Idul Adha.

“Kami dari DMI Provinsi Papua Tengah dan umat muslim mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Gubernur, dan Wakil Gubernur atas kepedulian dan perhatian kepada kami yang akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha. O…ya ada tambahan 2 ekor dari Polda dan Korem,” tutur Azis.

Adapun masjid penerima bantuan sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk wilayah Nabire dan sekitarnya di antaranya Masjid Al-Hikmah Kampung Kimi Bawah, Masjid Manunggal Jaya Legari 4 Distrik Makimi, Masjid Al-Amin Sriwini, Masjid At-Taubah Kompleks Lapas Nabarua, Masjid Jabal Nur SP-1 Nabire Barat, Masjid Sirojul Jannah Karadiri II Distrik Wanggar, Masjid Baiturrohim Desa Wiraska Distrik Yaro, Masjid Al-Munajah Topo 1 Distrik Uwapa, Masjid Nurul Hijrah Enarotali, dan Masjid Al-Barokah Wanggarsari SP-B Distrik Wanggar.

Selain wilayah Nabire dan Paniai, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyalurkan tambahan 15 ekor sapi kurban untuk masyarakat di Kabupaten Mimika guna mendukung pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.(red-paputeng)