HUT ke-70 GBGP Dipusatkan di Nabire, Mubes ke-19 Dijadwalkan 2027

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa saat memberikan sambutan pada acara Perayaan HUT ke - 70 GBGP di Tanah Papua, Jum'at (16/10/26)

NABIRE, PAPUTENG.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Gereja Bethel Gereja Pantekosta Papua (GBGP) dipusatkan di Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah, Jumat (16/10/2026).

Perayaan tersebut menjadi momentum penting bagi GBGP untuk memperkuat persatuan organisasi sekaligus menegaskan komitmen gereja dalam membangun pelayanan yang sehat, setia, dan bersatu di Tanah Papua.

Ketua Umum Sinode GBGP di Tanah Papua, Pendeta Portunatus Numberi, mengatakan perjalanan GBGP selama 70 tahun tidak terlepas dari dinamika dan berbagai tantangan, termasuk persoalan terkait keabsahan kelembagaan.

Menurutnya, GBGP pertama kali digagas di Ternate Maluku Utara, pada Tahun 1938 dan mulai berkiprah /sah berdiri pada 17 Oktober 1965. Dalam perjalanannya, keberadaan GBGP sempat diklaim oleh sejumlah pihak hingga persoalan tersebut masuk ke ranah hukum.

“GBGP di Tanah Papua digagas di Ternate, Maluku Utara. Dalam perjalanannya tidak sedikit kendala yang kami alami terkait keabsahan organisasi ini,” ujar Numberi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, dinamika internal maupun klaim dari kelompok lain terhadap kelembagaan GBGP sempat mewarnai perjalanan organisasi. Persoalan tersebut bahkan beberapa kali berproses melalui persidangan hingga GBGP dinyatakan sebagai organisasi yang sah secara hukum.

Numberi menilai usia 70 tahun harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi dan menjaga persatuan seluruh unsur GBGP di Tanah Papua.

“Kita harus meletakkan dasar-dasar organisasi yang kuat dan membangun GBGP yang sehat, setia, serta bersatu dalam melakukan pelayanan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Numberi juga menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) GBGP ke-19 yang dijadwalkan berlangsung di Nabire pada November 2027.

Ia meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar pelaksanaan Mubes tersebut dapat berjalan dengan baik, setelah sebelumnya Mubes ke-18 sukses dilaksanakan di Waropen.

“Kami meminta izin kepada Bapak Gubernur Papua Tengah. Setelah sukses mengamankan Mubes ke-18 di Waropen, Mubes GBGP ke-19 akan kami laksanakan di sini, di Nabire, Papua Tengah,” ungkapnya.

Numberi turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta Pemerintah Kabupaten Nabire dan Paniai yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan perayaan HUT ke-70 GBGP.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menyambut baik pelaksanaan perayaan HUT GBGP yang dipusatkan di Nabire. Ia mengaku bangga dan terharu karena kegiatan tersebut mempertemukan para pendeta, gembala, dan jemaat dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

Sebagai bagian dari komunitas gereja, Nawipa menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di tubuh GBGP.

“Hari ini kita hadir di sini sebagai sebuah kesatuan para hamba Tuhan. Saya harap tidak ada dua GBGP. Dalam pelayanan kita tidak boleh merasa paling hebat dan paling besar,” tegas Nawipa.

Menurutnya, keberlangsungan GBGP hingga usia 70 tahun menunjukkan bahwa gereja tersebut memiliki perjalanan panjang dan tanggung jawab besar untuk terus menjaga persatuan.

Ia berharap GBGP mampu mempertahankan eksistensinya hingga usia 80 bahkan 100 tahun sebagai bagian dari kekuatan gereja di Tanah Papua.

“Kalau GBGP mampu bertahan sampai 80 sampai 100 tahun, berarti GBGP di Tanah Papua kuat. Tetapi kalau hancur sebelum usia itu, maka yang hancur bukan hanya organisasinya, tetapi juga bagian dari gereja di Tanah Papua,” ujarnya.

Nawipa juga mengingatkan seluruh warga gereja agar tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi berkat bagi sesama.

“Kita harus mampu menjadi terang bagi orang lain. Jangan hanya menjadi penikmat berkat Tuhan, tetapi harus bisa menjadi berkat bagi sesama,” pungkasnya.(red-paputeng.com)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi