Kapolres Deiyai: “Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri, Butuh Dukungan Semua Pihak Jaga Kamtibmas”

DEIYAI – PAPUTENG.COM – Kapolres Deiyai menyatakan komitmen jajarannya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Deiyai. Namun, ia menegaskan keberhasilan menciptakan situasi yang aman dan kondusif hanya dapat terwujud melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolres saat memberikan sambutan dalam upacara dan syukuran peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar pada Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada Bupati Deiyai, jajaran Pemerintah Kabupaten Deiyai, TNI, para komandan satuan tugas, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya rangkaian peringatan Hari Bhayangkara sekaligus berpartisipasi menjaga situasi kamtibmas di wilayah tersebut.

“Kami menyadari bahwa di usia Polri yang ke-80 masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Karena itu, kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh masyarakat agar keamanan dan ketertiban di Kabupaten Deiyai tetap terjaga,” ujarnya.

Kapolres menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan kondisi daerah yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Ia juga memaparkan perkembangan penanganan kasus gangguan kamtibmas di Deiyai. Sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat sekitar 30 kasus yang ditangani Polres Deiyai. Dari jumlah tersebut, dua kasus menjadi prioritas penanganan, dengan satu perkara telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap (P21) dan pelaku telah menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan. Sementara satu kasus lainnya telah memasuki tahap pertama dan tengah dikoordinasikan bersama kejaksaan hingga proses persidangan.

“Kami mempertaruhkan seluruh jiwa dan raga untuk menjaga keamanan di Kabupaten Deiyai. Siapapun pelakunya, kami tidak akan mundur selangkah pun dalam menegakkan hukum demi terciptanya situasi yang kondusif,” tegasnya.

Kapolres kembali mengajak Pemerintah Kabupaten Deiyai, TNI, satuan tugas, serta seluruh tokoh masyarakat untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai atas dukungan terhadap pembangunan Polres Deiyai. Menurutnya, hibah tanah dan bangunan yang diberikan pemerintah daerah pada tahun sebelumnya, serta penyerahan sertifikat aset secara resmi pada tahun ini, menjadi bentuk nyata sinergi yang sangat berarti bagi pengembangan institusi Polri di Deiyai.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami. Dengan dukungan pemerintah daerah, kebutuhan fasilitas Polres Deiyai dapat dipenuhi secara bertahap,” katanya.

Kapolres mengungkapkan bahwa ke depan Kantor Polres Deiyai direncanakan akan dibangun menjadi dua lantai. Ia bahkan menyampaikan harapannya agar Kantor Bupati Deiyai juga dapat dikembangkan menjadi tiga lantai sebagai simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan TNI dalam membangun Kabupaten Deiyai.

Menutup sambutannya, Kapolres menegaskan komitmen Polres Deiyai untuk terus mendukung seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Deiyai di bawah kepemimpinan Bupati.

“Apapun program yang dibuat pemerintah daerah, kami siap mendukung dan mengawal pelaksanaannya. Di momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, sekali lagi kami tegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan membangun Kabupaten Deiyai yang lebih baik,” pungkasnya.(ady-red paputeng)

Bupati Deiyai Serahkan Penghargaan kepada Personel Polres pada HUT Bhayangkara ke-80

DEIYAI, PAPUTENG.COM – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menyerahkan penghargaan kehormatan kepada personel Polres Deiyai, Brigadir Yulianus Douw, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian Brigadir Yulianus Douw dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan atas profesionalisme anggota Polri yang senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas profesionalisme sebagai anggota Polri yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Melkianus.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, kepada seluruh personel Polda Papua Tengah dan jajaran agar terus menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri berdasarkan berbagai survei harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.

Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

“Polri siap mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. (ady-paputeng)

Bupati Deiyai Pimpin Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Mapolres Deiyai

DEIYAI, PAPUTENG.COM – Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, ST, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Melkianus Mote membacakan sambutan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si. Atas nama pribadi dan keluarga besar Polda Papua Tengah, Kapolda menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh insan Polri di mana pun bertugas.

Bupati Melkianus Mote juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia.

“Atas nama pribadi, seluruh pejabat, dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri di mana pun berada dan bertugas,” ujar Bupati.

Ia mengatakan, tema Hari Bhayangkara tahun ini, “Polri untuk Masyarakat,” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan melalui pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang profesional dan berintegritas.

Menurutnya, kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, menjadi solusi atas berbagai persoalan, sekaligus menjadi mitra yang humanis, profesional, dan terpercaya.

Momentum Hari Bhayangkara juga dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap pengabdian yang telah diberikan, sekaligus memperkuat tekad dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutan Kapolda yang dibacakan Bupati, disampaikan bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks. Karena itu, Polri terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat profesionalisme sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi dalam pelayanan kepolisian, serta membangun budaya kerja yang berintegritas dan bebas dari penyimpangan.

Kapolda Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Papua Tengah atas kepercayaan, dukungan, kritik, dan masukan yang selama ini diberikan kepada institusi Polri.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah. Berbagai hasil survei yang menunjukkan meningkatnya citra positif Polri diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik, menjaga integritas, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Selain itu, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten se-Papua Tengah, TNI, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah bersinergi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Tengah.

Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah. Polri berkomitmen mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

Upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 tersebut turut dihadiri Dandim 1703/Deiyai Letkol Inf. Muhamad Habli Aufa, S.H., Kapolres Deiyai Kompol Syarifuddin Ahmad, Wakapolres Deiyai AKP M. Luther Ayomi, S.Sos., jajaran personel Polres Deiyai, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (ady-paputeng)

Distribusi BBM Bersubsidi di Nabire Mulai Tertata, Antrean Panjang di SPBU Berkurang

NABIRE, PAPUTENG.COM – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Nabire mulai menunjukkan perbaikan. Kondisi antrean kendaraan yang sebelumnya kerap mengular di SPBU Oyehe, Bumiwonorejo hingga Wadio kini mulai berkurang dan aktivitas pengisian BBM terlihat lebih tertib.

Wakil Bupati Nabire, Burhanudin Pawennari, mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak dari penerapan Surat Edaran (SE) Bupati Nabire yang mengatur sistem pengisian BBM bersubsidi, di antaranya melalui kebijakan ganjil-genap, larangan pengisian bagi kendaraan berpelat luar Papua Tengah, serta pembatasan bagi kendaraan dinas pemerintah.

“Alhamdulillah, dengan diberlakukannya Surat Edaran Bupati Nabire terkait pengawasan di beberapa SPBU, dampaknya mulai terasa. Antrean kendaraan kini sudah jauh berkurang,” ujar Burhanudin, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengungkapkan, antrean panjang yang selama beberapa bulan terakhir terjadi di sejumlah SPBU tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan di sekitar lokasi pengisian BBM.

Menurut Burhanudin, penerapan kebijakan tersebut memang sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama dari kalangan pengemudi ojek yang setiap hari bergantung pada BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas mereka.

“Implementasi Surat Edaran Bupati tentu mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat, khususnya para tukang ojek. Namun kebijakan ini dilakukan demi memastikan BBM bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nabire berkomitmen mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan industri maupun pihak yang tidak berhak menerima subsidi.

Selain itu, Burhanudin kembali mengingatkan agar seluruh kendaraan dinas pemerintah tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi.

‘Kendaraan dinas berpelat merah tidak boleh lagi mengisi BBM bersubsidi. Mereka harus beralih menggunakan Dexlite atau Pertamax,” tegasnya.

Terkait maraknya usaha penjualan BBM eceran atau Pertamini di pinggir jalan, Burhanudin menyebut pemerintah dalam waktu dekat akan melakukan penertiban. Pengawasan akan mencakup legalitas usaha, kesesuaian harga jual, hingga ketepatan volume takaran BBM yang dijual kepada masyarakat.

“Setiap usaha harus memiliki izin. Pertamini juga akan kami tertibkan. Harga jual di tingkat pengecer harus tetap wajar dan tidak melambung tinggi, sementara takaran BBM juga harus sesuai,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap upaya penataan distribusi BBM bersubsidi tidak hanya berjalan baik di tingkat SPBU, tetapi juga di tingkat pengecer, sehingga manfaat subsidi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan tidak menimbulkan disparitas harga di lapangan.(red-paputeng)

Hugo Martinus Karubaba Resmi Jabat Sekwan DPRK Nabire, Gantikan Jan Victor Ambrau

NABIRE – PAPUTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Nabire resmi mengangkat Hugo Martinus Karubaba, SE, M.Ec.Dev sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire menggantikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekwan Jan Victor Ambrau, S.IP.

Prosesi serah terima jabatan (Sertijab) dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, dan berlangsung di Aula Kantor Inspektorat Kabupaten Nabire, Jumat (26/6/2026).

Pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire sebagai upaya menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta penyegaran dalam struktur birokrasi.

Dalam sambutannya, Sekda Yulianus Pasang menegaskan bahwa pengangkatan, pergantian, maupun pergeseran Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan hal yang lazim dalam birokrasi pemerintahan.

“Pengangkatan, pergantian, dan pergeseran Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan hal yang biasa terjadi. Kita sebagai ASN harus memahami bahwa kedudukan dan jabatan tidak selamanya kita tempati,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yulianus menyampaikan apresiasi kepada Jan Victor Ambrau atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjalankan tugas sebagai Plt. Sekwan DPRK Nabire.

“Terima kasih atas perhatian dan kinerja selama ini. Semoga ke depan mendapatkan tempat yang lebih baik dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk karier selanjutnya,” katanya.

Sementara kepada Hugo Martinus Karubaba, Sekda memberikan arahan agar segera melakukan evaluasi dan pembenahan di lingkungan Sekretariat DPRK Nabire, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pimpinan dan anggota dewan.

Menurutnya, jabatan Sekwan menuntut ketelitian tinggi, terutama dalam pengelolaan administrasi dan keuangan.

“Harus mampu memberikan pelayanan terbaik. Tugas di sana memerlukan ketelitian, terutama terkait tata kelola administrasi dan keuangan,” tegasnya.

Yulianus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran, terutama anggaran perjalanan dinas anggota DPRK, agar seluruh proses administrasi berjalan sesuai ketentuan dan terhindar dari persoalan hukum.

“Saya ingatkan, kelola anggaran dengan transparan. Jangan sampai ada fasilitas yang tidak sesuai atau administrasi yang tidak tepat karena itu akan menjadi tanggung jawab nantinya,” pesannya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa kejujuran, profesionalisme, serta keberanian menjalankan tugas sesuai aturan merupakan kunci utama keberhasilan seorang ASN, khususnya di lingkungan legislatif yang memiliki dinamika tersendiri.

Ia berharap Hugo Martinus Karubaba mampu membawa perubahan positif, memperkuat tata kelola Sekretariat DPRK Nabire, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Mengakhiri sambutannya, Yulianus mengajak seluruh ASN memberikan dukungan kepada pejabat lama maupun pejabat baru agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Mari kita berikan doa dan dukungan agar keduanya diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas terbaik bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Nabire,” tutupnya.

Acara serah terima jabatan tersebut dihadiri Kepala BKPSDM Kabupaten Nabire, Asisten I Bidang Pemerintahan, Kepala BPBD, Kabag Humas, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire. (red-paputeng)

Bupati Deiyai Tambah Armada Operasional, Perkuat Kinerja Satpol PP

DEIYAI, PAPUTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Deiyai menambah satu unit mobil operasional untuk mendukung pelaksanaan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, usai memimpin apel pagi bersama jajaran Satpol PP di halaman Kantor Bupati Deiyai, Jumat (26/6/2026).

Mobil operasional tersebut diterima langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Deiyai, Gerhorius Mote. Penambahan armada ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas Satpol PP, khususnya dalam menjalankan pengawasan serta penegakan peraturan daerah di lapangan.

Bupati Melkianus Mote mengatakan, kendaraan dinas tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kinerja Satpol PP dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya kira dengan penambahan satu unit mobil ini dapat meningkatkan kinerja Satpol PP dalam membantu pelaksanaan tugas sehari-hari di lapangan,” ujar Melkianus.

Ia menegaskan bahwa mobil operasional tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Deiyai yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Karena itu, kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.

“Saya harap tambahan armada ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja. Jangan digunakan untuk kepentingan pribadi, apalagi dijadikan sarana bisnis seperti angkutan umum,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar kendaraan operasional hanya dikendarai oleh personel Satpol PP. Kebijakan tersebut diterapkan guna memudahkan pengawasan sekaligus memperjelas tanggung jawab terhadap penggunaan aset daerah.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Deiyai, Gerhorius Mote, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai atas dukungan berupa penambahan kendaraan operasional.

Menurutnya, armada baru tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pelaksanaan tugas Satpol PP dalam menjaga aset pemerintah daerah, menegakkan peraturan daerah, serta menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan menjaga, merawat, dan menggunakan mobil operasional dinas yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Deiyai sebagaimana mestinya. Kami berharap dengan penambahan satu unit mobil ini, kinerja Satpol PP semakin meningkat dalam menjaga aset pemerintah, menegakkan perda, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Gerhorius.(red-paputeng)

Bupati Deiyai Akan Tempatkan Satpol PP di Titik-Titik Strategis 

DEIYAI, PAPUTENG.COM – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, memimpin apel bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di halaman Kantor Bupati Deiyai, Jumat (26/6/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa personel Satpol PP harus lebih banyak bertugas di lapangan dan ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Bupati Melkianus, tugas dan fungsi Satpol PP tidak hanya berpusat di lingkungan perkantoran pemerintah daerah. Personel juga harus disebar ke berbagai fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas, sekolah, serta fasilitas umum lainnya.

“Tugas dan fungsi Satpol PP tidak sebatas administrasi yang bertugas di kantor ataupun lingkungan perkantoran bupati, tetapi harus juga bertugas di lapangan,” tegas Melkianus.

Ia menjelaskan, Satpol PP memiliki peran penting dalam menjaga aset milik Pemerintah Kabupaten Deiyai, menegakkan peraturan daerah (Perda), serta menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Bupati juga menilai keberadaan Satpol PP selama ini belum berjalan secara optimal.

Ia tidak ingin muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa personel Satpol PP hanya berkumpul dan beraktivitas di sekitar kawasan perkantoran pemerintah. Selain menyoroti penempatan personel, Melkianus memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan anggota Satpol PP.

Ia menegaskan tidak akan mentoleransi personel yang kerap mangkir dari tugas. “Bagi anggota Satpol PP yang sering bolos kerja, saya akan mencoret namanya dari daftar pegawai,” ujarnya.

Saat ini, jumlah personel Satpol PP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai mencapai sekitar 500 orang yang terdiri atas PNS, CPNS, dan tenaga honorer. Dengan jumlah tersebut, pemerintah daerah berencana melakukan pembagian tugas secara proporsional agar pelaksanaan tugas menjadi lebih efektif dan efisien.

Ke depan, personel akan ditempatkan sesuai kebutuhan, baik di lingkungan perkantoran, puskesmas, sekolah, maupun berbagai fasilitas umum lainnya.

Bupati berharap penataan tugas tersebut dapat meningkatkan kehadiran Satpol PP di tengah masyarakat sehingga mampu mendukung program pemerintah daerah, memperkuat penegakan Perda, menjaga aset daerah, serta menciptakan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Deiyai.(red-paputeng)

Gubernur Meki Nawipa Ajak Pelajar Papua Tengah Jadi Duta Budaya Digital

NABIRE, PAPUA TENGAH – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, resmi membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar (FCKBP) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Papua Tengah di kawasan Bandara Lama Nabire, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak para pelajar untuk memanfaatkan gadget dan media sosial secara bijak, terutama sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya, seni, serta tradisi Papua Tengah kepada masyarakat luas.

Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi digital. Karena itu, keberadaan internet dan media sosial perlu dimanfaatkan secara positif untuk mempromosikan potensi daerah, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

“Papua, khususnya Papua Tengah, memiliki beragam tradisi, budaya, dan seni yang harus dikenal dunia. Pelajar memiliki posisi strategis dalam media sosial untuk terlibat langsung mempromosikan potensi yang dimiliki daerah kita,” ujar Meki Nawipa.

Ia menilai internet dan gadget tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi media efektif dalam mengangkat identitas budaya daerah melalui berbagai karya kreatif.

Gubernur berharap para pelajar dapat membuat konten-konten positif yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal, seperti tarian daerah, adat istiadat, bahasa daerah, hingga tradisi masyarakat setempat.

“Membuat konten berupa video tentang budaya dan kearifan lokal, seperti tarian daerah, adat istiadat, ataupun bahasa setempat yang diunggah di media sosial masing-masing, secara tidak langsung sudah menjadi duta budaya digital,” lanjutnya.

Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar SMA/SMK se-Papua Tengah diikuti oleh pelajar dari delapan kabupaten. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, memperkuat rasa bangga terhadap budaya daerah, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal.

Meki Nawipa menegaskan, keberhasilan pembangunan Papua Tengah sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik. Pembangunan juga harus menyentuh aspek mentalitas, karakter, dan kualitas generasi muda.

a mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba, minuman keras, serta berbagai bentuk obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan generasi muda Papua Tengah.

“Saya berharap festival ini menjadi momentum pelestarian budaya Papua, sekaligus ajang peningkatan kreasi budaya generasi muda dan promosi budaya di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Festival tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pelajar sebagai generasi penerus yang kreatif, berkarakter, serta mampu menjaga dan memperkenalkan identitas budaya Papua Tengah di era digital.(red-paputeng)

Pelatihan Teknis Pengawasan Perdagangan Tingkatkan Kapasitas SDM di Papua Tengah

NABIRE, PAPUTENG.COM – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan menggelar pelatihan teknis pengawasan bidang perdagangan di Auditorium RRI Nabire, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak 22 hingga 25 Juni 2026, ini diikuti peserta dari delapan kabupaten di Papua Tengah.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengawasan perdagangan, khususnya untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting serta memperkuat perlindungan konsumen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Yuliten Makai, S.Sos, mengatakan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kementerian terkait guna memperkuat pemahaman peserta dalam menjalankan tugas pengawasan di daerah.

“Fungsi dan tujuan utama dari kegiatan ini yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan peserta dari delapan kabupaten. Kami mendatangkan narasumber dari kementerian,” kata Yuliten kepada awak media di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, para peserta diharapkan mampu memahami mekanisme pengawasan sekaligus memfasilitasi peredaran barang yang masuk ke wilayah Papua Tengah. Hal tersebut penting untuk memastikan dokumen manifes barang tercatat dengan baik, menjaga ketersediaan stok, serta memberikan perlindungan kepada konsumen.

Dalam rangkaian pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi dan mengikuti sesi tanya jawab di ruang kelas, tetapi juga melakukan praktik lapangan melalui kegiatan turun ke bawah atau turba.

“Dua hari peserta diberikan materi pelatihan dan tanya jawab. Selanjutnya, pada hari kedua dan hari keempat kami mempraktikkan apa yang didapatkan selama pelatihan. Kemarin kami turun ke Pasar Karang Tumaritis dan besok akan turun ke Pasar Kalibobo,” jelasnya.

Yuliten menyebutkan, kegiatan lapangan tersebut menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam pengawasan perdagangan. Temuan yang belum dapat dijawab di lapangan akan dibahas kembali bersama narasumber dan peserta dalam sesi diskusi pelatihan.

Pemprov Papua Tengah berharap seluruh peserta dapat menyerap materi secara maksimal dan menerapkannya di kabupaten masing-masing. Selain itu, aparatur yang menangani bidang perdagangan diminta untuk aktif melakukan pengawasan langsung ke lapangan, tidak hanya menjalankan tugas administratif dari kantor.

Terkait peredaran minuman beralkohol atau minol tanpa label di Kabupaten Nabire, Yuliten menegaskan bahwa penanganannya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Ia menilai peredaran minol yang memiliki izin dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), meski tetap harus diatur secara ketat untuk meminimalisir dampak sosial yang ditimbulkan.

“Peredaran minol berizin di daerah ini tentu memiliki dampak pada peningkatan PAD, meskipun di satu sisi memiliki dampak yang kurang baik,” ujarnya.

Menurut Yuliten, pemerintah daerah dapat menyusun regulasi untuk mengendalikan peredaran minol, seperti penetapan lokasi penjualan, pembatasan usia pembeli dan konsumen, serta pengaturan waktu dan mekanisme konsumsi minuman beralkohol di masyarakat.(red-paputeng).

Sidang Klasis Nabire Timur Ke-V GPDP Resmi Dibuka, Bahas Evaluasi hingga Pemilihan Pengurus Baru

NABIRE, PAPUTENG.COM – Bupati Nabire yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire, Benoni Arubaba, secara resmi membuka Sidang Klasis Ke-V Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Nabire Timur Tahun 2026, Rabu (24/6/2026). Sidang Klasis tersebut mengusung tema “Melayani dengan Penuh Pengabdian, Memimpin dengan Keteladanan”.

Kegiatan ini menjadi forum penting bagi jajaran GPDP Nabire Timur untuk melakukan evaluasi pelayanan, menyusun program kerja, memperkuat organisasi gereja, serta merumuskan langkah-langkkah strategis pelayanan ke depan.

Dalam sambutannya, Benoni Arubaba menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran GPDP Nabire Timur yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan Sidang Klasis Ke-V tersebut. Menurutnya, Sidang Klasis bukan sekadar agenda internal gereja, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat pelayanan umat sekaligus mendukung pembangunan masyarakat di Kabupaten Nabire.

“Sidang Klasis merupakan forum penting dalam kehidupan bergereja untuk melakukan evaluasi pelayanan, menyusun program kerja, memperkuat organisasi gereja, serta merumuskan langkah-langkah strategis bagi kemajuan pelayanan dan pembangunan umat di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengatakan, gereja memiliki peran strategis dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Selain menjalankan pelayanan rohani, gereja juga berkontribusi dalam pembentukan karakter, menjaga persatuan, menciptakan kedamaian, serta mendukung pembangunan melalui pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjut Benoni, terus membuka ruang kemitraan dengan seluruh lembaga keagamaan, termasuk GPDP, dalam mewujudkan masyarakat Nabire yang maju, sejahtera, aman, damai, dan berkeadilan.

Benoni berharap Sidang Klasis Nabire Timur Ke-V GPDP dapat mempererat persaudaraan antarjemaat, memperkuat komitmen pelayanan, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana dan bermanfaat bagi gereja maupun masyarakat luas.

Ia juga mengajak seluruh peserta sidang untuk menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan daerah. Di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, gereja diharapkan terus berperan aktif dalam menanamkan nilai kasih, kejujuran, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

“Dengan demikian, kita dapat mempersiapkan generasi yang beriman, berkarakter, dan mampu menjadi pelopor pembangunan di Kabupaten Nabire,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Benoni mengajak seluruh jemaat GPDP untuk menjaga persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi semangat kebersamaan, serta menjadi teladan dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

Mengakhiri sambutannya, ia mengucapkan selamat mengikuti Sidang Klasis Ke-V GPDP Nabire Timur Tahun 2026 dan berharap seluruh rangkaian persidangan dapat berjalan lancar, tertib, serta menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi pelayanan gereja dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Sidang Klasis Ke-V Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Nabire Timur Tahun 2026 secara resmi dibuka.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sidang Klasis Nabire Timur Ke-V GPDP, Pdt. Michael Marhole, S.Pi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi, evaluasi, sekaligus pemilihan pengurus klasis yang baru.

“Sidang Klasis kami laksanakan setiap lima tahun sekali. Selain memilih dan menetapkan para pengurus baru serta melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan, kami juga membahas program baru guna meningkatkan pelayanan terhadap umat,” kata Pdt. Michael saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Terkait peran gereja dalam mendukung program pemerintah, Michael menegaskan bahwa pelayanan gereja tetap berpedoman pada firman Tuhan dengan mengajak umat untuk hidup dalam kasih, beriman, bertakwa, dan senantiasa berbuat baik.

“Keberadaan gereja tetap mendukung dan selaras dengan program-program pemerintah. Hubungan yang terjalin selama ini berjalan sesuai koridor dan harmonis,” tutupnya.(red-paputeng)