Turnamen Catur HKJSM Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

NABIRE – PAPUTENG.COM – Turnamen catur yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Papua Tengah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Himpunan Kerukunan Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) berlangsung meriah dan kompetitif.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu kafe di Kelurahan Girimulyo, Kabupaten Nabire, Minggu (8/11/2026), dengan diikuti 47 pecatur dari Nabire.

Ketua Panitia Pelaksana, Muh. Rizka Fahrudin, S.Pd., menjelaskan bahwa jumlah peserta yang sebelumnya mendaftar mencapai 74 orang. Namun, hingga pelaksanaan turnamen dimulai, tercatat 47 pecatur yang hadir dan mengikuti pertandingan.

Menurut Fahrudin, jumlah tersebut tetap menunjukkan antusiasme yang baik dari para pecatur di Nabire. Terlebih, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai bagi para peserta yang berhasil meraih posisi terbaik.

“Semula peserta terdaftar berjumlah 74 pecatur, namun hingga turnamen dimulai menyisakan 47 pecatur. Pertandingan dilaksanakan dalam tujuh babak. Saya pikir angka ini juga cukup bagus,” ujar Fahrudin.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para pecatur, panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi 10 peserta terbaik.

Juara pertama memperoleh Rp1 juta, juara kedua Rp800 ribu, juara ketiga Rp600 ribu, juara keempat Rp500 ribu, dan juara kelima Rp400 ribu.

Sementara itu, juara keenam mendapatkan Rp300 ribu, juara ketujuh Rp200 ribu, sedangkan peringkat kedelapan hingga kesepuluh masing-masing memperoleh Rp100 ribu.

Ketua HKJSM Provinsi Papua Tengah, Dr.H. Mohammad Iskandar, M.IP yang secara resmi membuka turnamen tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pecatur yang telah berpartisipasi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus mendorong perkembangan olahraga catur di Kabupaten Nabire.

“Kami atas nama warga HKJSM menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah ambil bagian dalam turnamen catur kali ini. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, turnamen ini saya buka,” ucap Iskandar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Percasi Provinsi Papua Tengah terpilih, Tabroni Cahya, SH menyampaikan bahwa dirinya telah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua Percasi Provinsi Papua Tengah. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu proses pelantikan dan pengukuhan kepengurusan.

“Kami telah mendapatkan SK menjadi Ketua Percasi Provinsi Papua Tengah, tinggal menunggu pelantikan dan pengukuhan,” jelas Tabroni.

Lebih lanjut, Tabroni mengungkapkan bahwa Papua dijadwalkan menyelenggarakan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) pada 2027. Namun, penentuan lokasi penyelenggaraan masih menjadi pembahasan antara Provinsi Papua dan Provinsi Papua Tengah.

Ia mengatakan, Percasi Papua Tengah akan berupaya agar daerah tersebut dapat dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan BK PON.

“Papua akan mengadakan BK PON pada 2027. Namun, terkait tuan rumah penyelenggara masih menjadi perdebatan antara Papua dan Papua Tengah. Kami akan mengusahakan agar BK PON dapat dilaksanakan di Papua Tengah,” tutupnya.(red-paputeng.com)

47 Pecatur Ambil Bagian Meriahkan HUT HKJSM

NABIRE – PAPUTENG.COM – Ketua Himpunan Kerukunan Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) Kabupaten Nabire, Dr. H. Mohammad Iskandar, S.P., M.IP., secara resmi membuka turnamen catur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 HKJSM, Minggu (8/11/2026).

Dalam sambutannya, Iskandar yang didampingi Ketua KONI Kabupaten Nabire, Simon Londe, menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Ia juga mengapresiasi partisipasi para pecatur yang turut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan HUT ke-4 HKJSM.

“Tidak banyak yang kami sampaikan. Selamat bertanding dan terima kasih atas partisipasinya dalam memeriahkan HUT HKJSM ke-4,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Papua Tengah, Tabroni Cahya, SH mengungkapkan bahwa Papua Tengah berpeluang menjadi tuan rumah Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) XXII Zona 6 cabang olahraga catur pada 2027.

Menurut Tabroni, pengurus Percasi Papua Tengah tengah berupaya mempersiapkan penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Namun, rencana itu masih membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua sebagai (provinsi induk) untuk memastikan kesiapan menjadi tuan rumah.

“Kendati demikian, kami akan berusaha agar Papua Tengah bisa menjadi tuan rumah,” tegasnya.

Turnamen catur yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-4 HKJSM ini diikuti sebanyak 47 pecatur dengan sistem pertandingan tujuh babak.

Panitia berharap melalui kompetisi tersebut dapat ditemukan bibit-bibit pecatur potensial yang nantinya mampu berkembang dan mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah di berbagai kejuaraan, baik tingkat regional maupun nasional.(red-paputeng.com)

PSSI Papua Dipimpin Denias Geley, Libatkan Sejumlah Tokoh Muda

NABIRE – PAPUTENG.COM – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah mulai membangun fondasi organisasi melalui kepengurusan periode 2026–2030 yang melibatkan sejumlah tokoh muda dari berbagai elemen masyarakat.

Kepengurusan tersebut terbentuk melalui Kongres Luar Biasa (KLB) pertama PSSI Papua Tengah yang berlangsung di Aula LPP RRI Nabire, Jumat (6/11/2026). Dalam kongres tersebut, Deinas Geley ditetapkan sebagai ketua terpilih PSSI Papua Tengah periode 2026–2030.

Usai pelaksanaan kongres, Deinas mengatakan bahwa kepengurusan perdana PSSI Papua Tengah diisi oleh kalangan muda, di antaranya perwakilan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta sejumlah tokoh muda lainnya yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sepak bola di Papua Tengah.

Menurutnya, proses pemilihan ketua dan pengurus telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi PSSI. Dari sejumlah kandidat yang berasal dari tujuh kabupaten di Papua Tengah, dirinya dipercaya untuk memimpin organisasi tersebut.

Ia menjelaskan, keterlibatan generasi muda dalam struktur kepengurusan diharapkan dapat menghadirkan energi, kreativitas, serta semangat baru dalam membangun fondasi sepak bola Papua Tengah.

Denias mengakui, amanah sebagai ketua pertama PSSI Papua Tengah merupakan tanggung jawab besar. Pasalnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan mendasar yang harus segera disiapkan untuk membangun organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan sepak bola di daerah ini.

Ada tiga agenda utama yang menjadi perhatian kepengurusan baru. Pertama, melakukan penjaringan talenta-talenta sepak bola dari seluruh kabupaten untuk memperkuat skuad tim Provinsi Papua Tengah.

Kedua, mencari dan menyiapkan pelatih berkualitas. Menurut Deinas , kemampuan pemain harus ditunjang dengan pelatih yang tepat agar potensi dan kemampuan mereka dapat berkembang secara maksimal.

Ketiga, menyiapkan fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola atau stadion yang dapat menjadi markas sekaligus pusat latihan tim sepak bola Papua Tengah.

Ia menilai Papua Tengah memiliki potensi pemain sepak bola yang cukup besar. Sepak bola telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua, termasuk di wilayah pedalaman dan pegunungan yang dinilai menyimpan banyak talenta potensial.

Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan sistem pembinaan yang terarah, ketersediaan pelatih berkualitas, serta fasilitas olahraga yang memadai.

Deinas mencontohkan sejumlah daerah di Jawa Barat dan provinsi lainnya yang telah memiliki lapangan sepak bola hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pembangunan fasilitas serupa perlu menjadi perhatian pemerintah agar pembinaan pemain dapat berlangsung secara berjenjang.

“Ke depannya, Papua Tengah harus memiliki stadion utama yang diperuntukkan bagi tim Papua Tengah agar pembinaan berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat mendorong pembangunan lapangan sepak bola mulai dari tingkat kabupaten, distrik hingga desa. Sementara itu, untuk pembangunan stadion utama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan dapat memberikan dukungan melalui alokasi anggaran.

Deinas berharap, melalui kepengurusan baru dan dukungan berbagai pihak, sepak bola Papua Tengah dapat berkembang lebih terarah. Ia menargetkan, suatu saat nanti tim sepak bola Papua Tengah mampu berkompetisi dalam liga domestik maupun kompetisi sepak bola tingkat nasional.(red-paputeng.com)

KONI Papua Tengah Lantik Pengurus Tiga Cabor di Nabire

NABIRE, PAPUTENG.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah melantik dan mengukuhkan pengurus tiga cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Nabire. Pelantikan berlangsung di bilangan restoran di Jalan Jakarta, Nabire, Selasa (22/9/2026).

Tiga cabor yang dilantik dan dikukuhkan pengurusnya masing-masing Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah, Joshua Tipagau, mengatakan sebagai provinsi baru, Papua Tengah masih membutuhkan pembenahan di berbagai lini, termasuk dalam pengembangan organisasi olahraga dan cabang-cabang olahraga di bawah naungan KONI.

Menurutnya, sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, KONI Papua Tengah harus mampu membangun fondasi organisasi yang kokoh sebagai dasar pengembangan olahraga di provinsi tersebut.

“KONI Papua Tengah memerlukan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Kita harus meletakkan fondasi yang kokoh dan kuat, layaknya fondasi sebuah bangunan, sehingga ke depan Papua Tengah dapat berkiprah di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Tipagau.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tokoh pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung sehingga proses pelantikan tiga cabor dapat terlaksana dengan baik.

Tipagau mengatakan pelantikan tersebut akan dilanjutkan dengan pengukuhan sejumlah cabor lainnya yang telah memperoleh mandat dan rekomendasi dari organisasi olahraga tingkat pusat.

Ia juga meminta pengurus cabor yang telah dilantik segera memperkuat konsolidasi internal dan membentuk struktur organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) masing-masing.

“Bagi cabang olahraga yang sudah dilantik, teruskan perjuangan dengan melakukan komunikasi dan konsolidasi ke dalam serta membentuk struktur organisasi sesuai AD/ART masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Tipagau menegaskan Papua Tengah tidak ingin tertinggal dalam persaingan olahraga nasional, termasuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang.

Karena itu, menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara matang, terutama dari sisi fisik, mental, dan teknik bertanding.

 

“Persiapan atlet dari cabang olahraga yang akan mengikuti pra PON dan PON harus dimatangkan, baik secara fisik, mental maupun teknik bertanding,” ujarnya.

Adapun susunan pengurus tiga cabang olahraga yang dilantik yakni:

1. PBVSI Papua Tengah, Ketua: Jeremias Rontini, Sekretaris: Yanuarius Kayame

2. Pertina Papua Tengah, Ketua: Yustinus Pigai, Sekretaris: Salbert Paulus

3. POSSI Papua Tengah Ketua: Inarius Douw, Sekretaris: Efod Arwam

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya KONI Papua Tengah membangun struktur organisasi olahraga sekaligus memperkuat pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga di provinsi tersebut.(red-paputeng.com)

Pengprov PBSI Papua Tengah Dorong Muskab PBSI Nabire Hasilkan Kepengurusan Solid dan Atlet Berprestasi

NABIRE, PAPUTENG.COM – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Papua Tengah berharap Musyawarah Kabupaten (Muskab) PBSI Nabire periode 2026–2030 mampu melahirkan kepengurusan yang solid, profesional, serta berkomitmen memajukan prestasi bulutangkis di Kabupaten Nabire.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Pengprov PBSI Papua Tengah, Yus Baminggen, yang diwakili Wakil Ketua II Pengprov PBSI Papua Tengah, Alosius Aba, saat membuka Muskab PBSI Nabire di PB Rajawali, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Harian KONI Kabupaten Nabire Simon Londe, Ketua PBSI Nabire periode 2022–2026 Suroso Miswan, tamu kehormatan H. Akmar, serta perwakilan dari 12 klub bulutangkis (PB) di Kabupaten Nabire.

Dalam sambutannya, Alosius Aba menegaskan bahwa musyawarah kabupaten merupakan forum strategis organisasi untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun arah kebijakan dan kepengurusan baru yang lebih kuat.

“Forum organisasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan. Kami berharap proses pemilihan pengurus dilakukan dengan mengedepankan kebersamaan, persaudaraan, serta prinsip demokrasi dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta Muskab dan insan bulutangkis di Kabupaten Nabire untuk memberikan dukungan penuh kepada ketua dan pengurus yang nantinya terpilih agar mampu membawa PBSI Nabire menjadi organisasi yang semakin maju.

Menurutnya, Pengprov PBSI Papua Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pengurus PBSI kabupaten dan kota dalam melakukan pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, serta menyiapkan atlet-atlet terbaik yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kami berharap Muskab ini menghasilkan keputusan-keputusan terbaik demi kemajuan PBSI Kabupaten Nabire,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kabupaten Nabire, Simon Londe, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja mengikuti pertemuan dengan Ketua Umum KONI Papua Tengah yang membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) dan PON mendatang.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan sementara, cabang olahraga yang diprioritaskan untuk mengikuti PON adalah cabang olahraga perorangan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran, termasuk cabang bulutangkis.

Simon meminta pengurus PBSI Nabire segera mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi Pra PON yang rencananya akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.

“Hal tersebut sudah kami sampaikan kepada KONI Provinsi agar segera ditindaklanjuti, termasuk pembagian kuota cabang olahraga untuk masing-masing kabupaten sebagai bagian dari persiapan,” ujarnya.

Menurut Simon, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian jumlah cabang olahraga yang akan diberangkatkan ke Pra PON. Setelah kuota ditetapkan, proses pembinaan atlet di daerah akan lebih terarah dan efektif.

“Kami berharap Muskab PBSI Nabire kali ini mampu melahirkan ketua dan jajaran pengurus yang lebih baik sehingga organisasi semakin maju dan mampu mencetak prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.(red-paputeng)

Muskab PBSI Nabire Berlangsung Sengit, Christian Bobbi Barguna Terpilih Aklamasi Gantikan Suroso Miswan

Perdebatan soal rangkap jabatan mewarnai Musyawarah Kabupaten PBSI Nabire 2026–2030. Setelah menyampaikan laporan pertanggungjawaban, Suroso Miswan memilih tidak maju lagi dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Christian Bobbi Barguna.

NABIRE, PAPUTENG.COM – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Nabire periode 2026–2030 berlangsung dinamis dengan sejumlah perdebatan yang mewarnai jalannya persidangan. Meski beberapa kali diwarnai interupsi dan perbedaan pendapat antarperwakilan klub bulu tangkis, forum akhirnya menetapkan Christian Bobbi Barguna sebagai Ketua Pengkab PBSI Nabire periode 2026–2030 secara aklamasi.

Sidang Muskab yang dipimpin Sigit Triantoro, didampingi Sekretaris Masriani Yusri dan anggota Risal Kampar, menjadi ajang evaluasi kepengurusan sekaligus penentuan arah pembinaan bulu tangkis di Kabupaten Nabire selama empat tahun ke depan.

Salah satu pembahasan yang memicu diskusi cukup panjang adalah usulan agar pengurus PBSI tidak merangkap jabatan di tingkat kabupaten dan provinsi.

Ketua sidang, Sigit Triantoro, menilai seorang pengurus sebaiknya fokus pada satu jenjang kepengurusan agar pembinaan organisasi dapat berjalan maksimal.

“Saya sarankan, sebaiknya jika sudah menjadi pengurus kabupaten tidak usah lagi menjadi pengurus provinsi,” ujarnya.

Namun, Sigit menegaskan bahwa pendapat tersebut hanyalah masukan dan keputusan sepenuhnya diserahkan kepada peserta Musyawarah Kabupaten.

Pandangan berbeda disampaikan Aswar dari PB Rajawali. Menurutnya, rangkap jabatan tidak menjadi persoalan selama mampu membangun sinergi antara Pengkab PBSI Nabire dan Pengprov PBSI Papua Tengah.

Ia bahkan menyebut praktik serupa juga terjadi pada struktur kepengurusan PBSI di tingkat pusat.

Suroso Miswan Paparkan Capaian Kepengurusan PBSI Nabire

Dalam forum tersebut, Ketua Pengkab PBSI Nabire periode 2022–2026, Suroso Miswan, SE, menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang memuat berbagai capaian organisasi selama masa kepemimpinannya.

Menurut Suroso, Musyawarah Kabupaten merupakan forum konstitusional tertinggi organisasi yang menjadi sarana evaluasi terhadap seluruh kebijakan, program kerja, pembinaan atlet, hingga pengelolaan keuangan.

Ia menjelaskan, fokus utama kepengurusan selama empat tahun terakhir adalah memperkuat regenerasi atlet usia dini dan meningkatkan prestasi bulu tangkis Kabupaten Nabire melalui berbagai program pembinaan.

Salah satu program yang berhasil diwujudkan adalah penyelenggaraan PBSI Cup tingkat Sekolah Dasar, yang menjadi ajang pencarian bibit atlet berbakat sekaligus evaluasi hasil pembinaan di klub-klub bulu tangkis.

Selain pembinaan atlet, Suroso juga memaparkan laporan keuangan organisasi yang disebut dikelola secara transparan dan akuntabel.

Sumber pendanaan Pengkab PBSI Nabire berasal dari dana bagi hasil pengelolaan GOR Kota Lama Nabire, dukungan mitra swasta, serta iuran internal organisasi. Hingga akhir masa bakti, organisasi masih memiliki saldo kas sebesar Rp10 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Suroso menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, KONI Kabupaten Nabire, Pengprov PBSI Papua Tengah, para pelatih, atlet, pengurus klub, sponsor, media, dan seluruh pencinta bulu tangkis yang telah mendukung berbagai program organisasi.

Christian Bobbi Barguna Pimpin PBSI Nabire

Menjelang berakhirnya Musyawarah Kabupaten, Suroso Miswan menyatakan tidak lagi bersedia dicalonkan sebagai Ketua Pengkab PBSI Nabire.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi. Melalui mekanisme musyawarah, peserta secara bulat menetapkan Christian Bobbi Barguna sebagai Ketua Pengkab PBSI Nabire periode 2026–2030 secara aklamasi.

Terpilihnya Christian diharapkan menjadi awal baru bagi pembinaan bulu tangkis di Kabupaten Nabire, termasuk meningkatkan prestasi atlet di tingkat provinsi maupun nasional.

Muskab PBSI Nabire turut dihadiri Wakil Ketua II Pengprov PBSI Papua Tengah Alosius Aba, Ketua KONI Kabupaten Nabire Simon Londe, tokoh senior bulu tangkis H. Akmar, serta perwakilan klub-klub bulu tangkis se-Kabupaten Nabire.(red-paputeng)

Pekan Muharam Semarakkan Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Nabire

NABIRE – PAPUTENG.COM – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Nabire menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang dikemas dalam Pekan Muharam tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Nabire.

Ketua Panitia Perlombaan, H. Rahman, SE, mengatakan sejumlah cabang olahraga dan lomba keagamaan digelar untuk memeriahkan peringatan tahun baru Islam tahun ini.

“Ada beberapa cabang yang kita lombakan khusus dalam rangka menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, di antaranya tenis meja, sepak takraw, panahan, lomba kebersihan, dan beberapa kegiatan lainnya,” ujar Rahman saat ditemui di sela-sela perlombaan panahan di Islamic Center, Jalan Merdeka, Nabire, Sabtu (13/6/2026).

Selain perlombaan olahraga, panitia juga mengadakan berbagai lomba bernuansa Islami seperti adzan, tilawah Al-Qur’an, serta sejumlah kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan.

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Sebagai rangkaian puncak kegiatan, PHBI Nabire menggelar jalan santai pada Minggu (14/6/2026) serta pengajian bersama majelis taklim se-Kabupaten Nabire yang dipusatkan di Masjid Al-Falah Makimi.

Rahman yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Nabire menjelaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam ini menjadi momentum untuk meningkatkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat semakin memakmurkan masjid-masjid di Kabupaten Nabire dan meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam,” katanya.

Menurutnya, selama ini umat Islam di Nabire menunjukkan semangat dan partisipasi yang besar dalam menyambut pergantian Tahun Baru Masehi. Karena itu, semangat yang sama juga diharapkan hadir dalam menyambut Tahun Baru Hijriah yang memiliki makna penting dalam sejarah peradaban Islam.

“Kalau kita bisa meluangkan tenaga, pikiran, dan sebagian rezeki untuk memeriahkan pergantian tahun Masehi, maka tidak ada salahnya melakukan hal yang sama untuk memperingati Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalender Hijriah merupakan bagian penting dari identitas umat Islam yang perlu terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda. Selain menjadi penanda sejarah perjalanan Islam, penanggalan Hijriah juga mengandung nilai-nilai spiritual yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.

Melalui rangkaian Pekan Muharam ini, PHBI Nabire berharap masyarakat semakin memahami makna hijrah serta menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi diri, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (red-paputeng)

Kick Off Bupati Cup III Resmi Bergulir, Jadi Ajang Pencarian Talenta Muda Papua Tengah 

NABIRE – PAPUTENG.COM – Turnamen sepak bola Bupati Cup III resmi bergulir dan menjadi panggung bagi para pesepak bola muda berbakat di Kabupaten Nabire. Sebanyak 24 tim ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai di Lapangan Sepak Bola Sapta Marga Kodim 1705/Nabire, Selasa (9/6/2026).

Bupati Nabire dalam sambutannya menegaskan bahwa Bupati Cup III bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara dan piala bergilir. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit muda potensial yang dipersiapkan untuk memperkuat tim sepak bola Papua Tengah di masa mendatang.

“Ajang bergengsi ini tidak sekadar pertandingan memperebutkan piala bergilir Bupati Kabupaten Nabire. Lewat turnamen ini diharapkan lahir talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah. Nabire menjadi sentral Papua Tengah, dan dari sini kita siapkan tim kebanggaan yang nantinya dapat berkompetisi di ajang nasional,” ujar Mesak Magai.

Menurutnya, sepak bola tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga dapat berkembang menjadi profesi yang menjanjikan. Dengan pembinaan yang baik dan keseriusan para atlet, dunia sepak bola dapat membuka peluang karier sekaligus menjadi sumber penghasilan yang membanggakan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh tim peserta, ofisial, dan suporter untuk menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung. Ia berharap seluruh pertandingan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif sehingga mampu menghadirkan tontonan yang berkualitas bagi masyarakat.

Mesak Magai menjelaskan, penyelenggaraan Bupati Cup III merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan Bupati Cup I dan II yang dinilai berjalan dengan baik. “Kami bersama KONI dan panitia penyelenggara telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan turnamen sebelumnya. Hasilnya, tidak ditemukan kendala yang berarti. Atas dasar itu, Turnamen Bupati Cup III kembali digelar sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam pembinaan olahraga, khususnya sepak bola,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati memberikan apresiasi kepada Dogiyai Star FC yang berhasil meraih gelar juara secara berturut-turut pada dua edisi sebelumnya. Ia menyebut, apabila Dogiyai Star FC kembali keluar sebagai juara pada Bupati Cup III, maka piala bergilir akan berubah status menjadi piala tetap dan menjadi milik klub tersebut secara permanen.

 

Turnamen Bupati Cup III diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum lahirnya generasi pesepak bola muda Papua Tengah yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi dan membawa nama daerah ke pentas nasional.

Sebagai laga pembuka, Tim Sepak bola Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Nabire berhadapan dengan Tim TNI /Polri. Rencananya pertandingan akan berlangsung di dua tempat, yakni Lapangan Sapta Marga Kodim 1705 /Nabire dan Lapangan Batalion Rider 753 /Arga Viratama. (red-paputeng).

Gubernur Papua Tengah Akan Undang Seluruh Pemain Persipura ke Nabire

Nabire – PAPUTENG.COM – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa menyatakan komitmennya untuk mengundang seluruh pemain Persipura Jayapura ke Nabire usai kekalahan dari Adhyaksa FC pada laga yang digelar Jumat (8/5/2026) di Stadion Lukas Enembe.

Pernyataan itu disampaikan Nawipa saat menghadiri nonton bareng (nobar) pertandingan antara Persipura melawan Adhyaksa FC di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.

Menurut Nawipa, undangan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama masyarakat terhadap tim berjuluk Mutiara Hitam itu.

“Kami atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengundang seluruh tim Persipura untuk datang ke Nabire,” ujar Nawipa.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan guna mengobati rasa kecewa masyarakat sekaligus membangun kembali semangat para pemain dan seluruh tim setelah hasil pertandingan yang belum memuaskan.

Bagi Nawipa, perjuangan para pemain, pelatih, dan seluruh elemen tim tetap layak mendapat apresiasi tinggi meskipun harus menerima kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC.

“Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC memang menyakitkan, kita semua kecewa, kita semua sedih. Tetapi ini pertandingan, tidak ada kemenangan mutlak. Persipura tetap tim kebanggaan dan darah kami,” katanya.

Gubernur yang juga berprofesi sebagai pilot itu menekankan bahwa dukungan pemerintah dan masyarakat Papua terhadap Persipura tidak akan berubah, baik saat meraih kemenangan maupun ketika mengalami kekalahan.

Ia berharap seluruh pemain dapat hadir memenuhi undangan tersebut, termasuk legenda Persipura seperti Boaz Solossa, Ferinando Pahabol, Ian Louis Kabes, para pemain muda, hingga staf pelatih yang telah berjuang membawa nama besar Persipura.

Menurut Nawipa, sebagai gubernur dan bagian dari masyarakat Papua, dirinya ingin menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih secara langsung kepada tim yang selama ini telah mengharumkan nama Papua di kancah sepak bola nasional.(red-paputeng)

Persiapan Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah Rampung, Mimika Tuan Rumah

NABIRE, PAPUATENGAH.com –

Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah musim kompetisi 2025–2026 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan turnamen. Tahapan pendaftaran peserta telah selesai dan kini panitia fokus pada persiapan pembukaan kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah, Alfred Fredy Anouw, mengatakan panitia saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait di Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah, serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Panitia masih melakukan komunikasi dan koordinasi dengan dinas-dinas terkait di Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal,” ujar Anouw saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, pertandingan perdana atau kick off kompetisi akan dimulai pada 9 Maret 2026. Sementara itu, seluruh tim peserta tengah menjalani proses registrasi pemain melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP).

Sebanyak tujuh tim telah resmi terdaftar sebagai peserta Liga 4 Zona Papua Tengah, yakni Persipuja 75 Puncak Jaya, Persipuncak Cartenz, Persintan Intan Jaya, Persipani Paniai, Persidei Deiyai, Persido Dogiyai, serta Persemi Mimika yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.

Menurut Anouw, seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah telah terwakili dalam kompetisi tersebut, kecuali Persinab Nabire yang saat ini berkompetisi di level Liga Nasional.

Ia menambahkan, tim yang keluar sebagai juara Liga 4 Zona Papua Tengah akan mewakili provinsi pada kompetisi tingkat nasional, yakni Liga Nusantara, untuk menghadapi perwakilan dari provinsi lain di Indonesia.

Lebih lanjut, Anouw menegaskan bahwa Liga 4 tidak semata menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga berperan sebagai wadah pembinaan pemain muda serta jalur pembinaan menuju jenjang kompetisi sepak bola yang lebih tinggi di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).(julia)