Muskab PBSI Nabire Berlangsung Sengit, Christian Bobbi Barguna Terpilih Aklamasi Gantikan Suroso Miswan

Perdebatan soal rangkap jabatan mewarnai Musyawarah Kabupaten PBSI Nabire 2026–2030. Setelah menyampaikan laporan pertanggungjawaban, Suroso Miswan memilih tidak maju lagi dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Christian Bobbi Barguna.

NABIRE, PAPUTENG.COM – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Nabire periode 2026–2030 berlangsung dinamis dengan sejumlah perdebatan yang mewarnai jalannya persidangan. Meski beberapa kali diwarnai interupsi dan perbedaan pendapat antarperwakilan klub bulu tangkis, forum akhirnya menetapkan Christian Bobbi Barguna sebagai Ketua Pengkab PBSI Nabire periode 2026–2030 secara aklamasi.

Sidang Muskab yang dipimpin Sigit Triantoro, didampingi Sekretaris Masriani Yusri dan anggota Risal Kampar, menjadi ajang evaluasi kepengurusan sekaligus penentuan arah pembinaan bulu tangkis di Kabupaten Nabire selama empat tahun ke depan.

Salah satu pembahasan yang memicu diskusi cukup panjang adalah usulan agar pengurus PBSI tidak merangkap jabatan di tingkat kabupaten dan provinsi.

Ketua sidang, Sigit Triantoro, menilai seorang pengurus sebaiknya fokus pada satu jenjang kepengurusan agar pembinaan organisasi dapat berjalan maksimal.

“Saya sarankan, sebaiknya jika sudah menjadi pengurus kabupaten tidak usah lagi menjadi pengurus provinsi,” ujarnya.

Namun, Sigit menegaskan bahwa pendapat tersebut hanyalah masukan dan keputusan sepenuhnya diserahkan kepada peserta Musyawarah Kabupaten.

Pandangan berbeda disampaikan Aswar dari PB Rajawali. Menurutnya, rangkap jabatan tidak menjadi persoalan selama mampu membangun sinergi antara Pengkab PBSI Nabire dan Pengprov PBSI Papua Tengah.

Ia bahkan menyebut praktik serupa juga terjadi pada struktur kepengurusan PBSI di tingkat pusat.

Suroso Miswan Paparkan Capaian Kepengurusan PBSI Nabire

Dalam forum tersebut, Ketua Pengkab PBSI Nabire periode 2022–2026, Suroso Miswan, SE, menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang memuat berbagai capaian organisasi selama masa kepemimpinannya.

Menurut Suroso, Musyawarah Kabupaten merupakan forum konstitusional tertinggi organisasi yang menjadi sarana evaluasi terhadap seluruh kebijakan, program kerja, pembinaan atlet, hingga pengelolaan keuangan.

Ia menjelaskan, fokus utama kepengurusan selama empat tahun terakhir adalah memperkuat regenerasi atlet usia dini dan meningkatkan prestasi bulu tangkis Kabupaten Nabire melalui berbagai program pembinaan.

Salah satu program yang berhasil diwujudkan adalah penyelenggaraan PBSI Cup tingkat Sekolah Dasar, yang menjadi ajang pencarian bibit atlet berbakat sekaligus evaluasi hasil pembinaan di klub-klub bulu tangkis.

Selain pembinaan atlet, Suroso juga memaparkan laporan keuangan organisasi yang disebut dikelola secara transparan dan akuntabel.

Sumber pendanaan Pengkab PBSI Nabire berasal dari dana bagi hasil pengelolaan GOR Kota Lama Nabire, dukungan mitra swasta, serta iuran internal organisasi. Hingga akhir masa bakti, organisasi masih memiliki saldo kas sebesar Rp10 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Suroso menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, KONI Kabupaten Nabire, Pengprov PBSI Papua Tengah, para pelatih, atlet, pengurus klub, sponsor, media, dan seluruh pencinta bulu tangkis yang telah mendukung berbagai program organisasi.

Christian Bobbi Barguna Pimpin PBSI Nabire

Menjelang berakhirnya Musyawarah Kabupaten, Suroso Miswan menyatakan tidak lagi bersedia dicalonkan sebagai Ketua Pengkab PBSI Nabire.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi. Melalui mekanisme musyawarah, peserta secara bulat menetapkan Christian Bobbi Barguna sebagai Ketua Pengkab PBSI Nabire periode 2026–2030 secara aklamasi.

Terpilihnya Christian diharapkan menjadi awal baru bagi pembinaan bulu tangkis di Kabupaten Nabire, termasuk meningkatkan prestasi atlet di tingkat provinsi maupun nasional.

Muskab PBSI Nabire turut dihadiri Wakil Ketua II Pengprov PBSI Papua Tengah Alosius Aba, Ketua KONI Kabupaten Nabire Simon Londe, tokoh senior bulu tangkis H. Akmar, serta perwakilan klub-klub bulu tangkis se-Kabupaten Nabire.(red-paputeng)

Pekan Muharam Semarakkan Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Nabire

NABIRE – PAPUTENG.COM – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Nabire menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang dikemas dalam Pekan Muharam tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Nabire.

Ketua Panitia Perlombaan, H. Rahman, SE, mengatakan sejumlah cabang olahraga dan lomba keagamaan digelar untuk memeriahkan peringatan tahun baru Islam tahun ini.

“Ada beberapa cabang yang kita lombakan khusus dalam rangka menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, di antaranya tenis meja, sepak takraw, panahan, lomba kebersihan, dan beberapa kegiatan lainnya,” ujar Rahman saat ditemui di sela-sela perlombaan panahan di Islamic Center, Jalan Merdeka, Nabire, Sabtu (13/6/2026).

Selain perlombaan olahraga, panitia juga mengadakan berbagai lomba bernuansa Islami seperti adzan, tilawah Al-Qur’an, serta sejumlah kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan.

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Sebagai rangkaian puncak kegiatan, PHBI Nabire menggelar jalan santai pada Minggu (14/6/2026) serta pengajian bersama majelis taklim se-Kabupaten Nabire yang dipusatkan di Masjid Al-Falah Makimi.

Rahman yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Nabire menjelaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam ini menjadi momentum untuk meningkatkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat semakin memakmurkan masjid-masjid di Kabupaten Nabire dan meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam,” katanya.

Menurutnya, selama ini umat Islam di Nabire menunjukkan semangat dan partisipasi yang besar dalam menyambut pergantian Tahun Baru Masehi. Karena itu, semangat yang sama juga diharapkan hadir dalam menyambut Tahun Baru Hijriah yang memiliki makna penting dalam sejarah peradaban Islam.

“Kalau kita bisa meluangkan tenaga, pikiran, dan sebagian rezeki untuk memeriahkan pergantian tahun Masehi, maka tidak ada salahnya melakukan hal yang sama untuk memperingati Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalender Hijriah merupakan bagian penting dari identitas umat Islam yang perlu terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda. Selain menjadi penanda sejarah perjalanan Islam, penanggalan Hijriah juga mengandung nilai-nilai spiritual yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.

Melalui rangkaian Pekan Muharam ini, PHBI Nabire berharap masyarakat semakin memahami makna hijrah serta menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi diri, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (red-paputeng)

Kick Off Bupati Cup III Resmi Bergulir, Jadi Ajang Pencarian Talenta Muda Papua Tengah 

NABIRE – PAPUTENG.COM – Turnamen sepak bola Bupati Cup III resmi bergulir dan menjadi panggung bagi para pesepak bola muda berbakat di Kabupaten Nabire. Sebanyak 24 tim ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai di Lapangan Sepak Bola Sapta Marga Kodim 1705/Nabire, Selasa (9/6/2026).

Bupati Nabire dalam sambutannya menegaskan bahwa Bupati Cup III bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara dan piala bergilir. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit muda potensial yang dipersiapkan untuk memperkuat tim sepak bola Papua Tengah di masa mendatang.

“Ajang bergengsi ini tidak sekadar pertandingan memperebutkan piala bergilir Bupati Kabupaten Nabire. Lewat turnamen ini diharapkan lahir talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah. Nabire menjadi sentral Papua Tengah, dan dari sini kita siapkan tim kebanggaan yang nantinya dapat berkompetisi di ajang nasional,” ujar Mesak Magai.

Menurutnya, sepak bola tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga dapat berkembang menjadi profesi yang menjanjikan. Dengan pembinaan yang baik dan keseriusan para atlet, dunia sepak bola dapat membuka peluang karier sekaligus menjadi sumber penghasilan yang membanggakan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh tim peserta, ofisial, dan suporter untuk menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung. Ia berharap seluruh pertandingan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif sehingga mampu menghadirkan tontonan yang berkualitas bagi masyarakat.

Mesak Magai menjelaskan, penyelenggaraan Bupati Cup III merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan Bupati Cup I dan II yang dinilai berjalan dengan baik. “Kami bersama KONI dan panitia penyelenggara telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan turnamen sebelumnya. Hasilnya, tidak ditemukan kendala yang berarti. Atas dasar itu, Turnamen Bupati Cup III kembali digelar sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam pembinaan olahraga, khususnya sepak bola,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati memberikan apresiasi kepada Dogiyai Star FC yang berhasil meraih gelar juara secara berturut-turut pada dua edisi sebelumnya. Ia menyebut, apabila Dogiyai Star FC kembali keluar sebagai juara pada Bupati Cup III, maka piala bergilir akan berubah status menjadi piala tetap dan menjadi milik klub tersebut secara permanen.

 

Turnamen Bupati Cup III diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum lahirnya generasi pesepak bola muda Papua Tengah yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi dan membawa nama daerah ke pentas nasional.

Sebagai laga pembuka, Tim Sepak bola Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Nabire berhadapan dengan Tim TNI /Polri. Rencananya pertandingan akan berlangsung di dua tempat, yakni Lapangan Sapta Marga Kodim 1705 /Nabire dan Lapangan Batalion Rider 753 /Arga Viratama. (red-paputeng).

Gubernur Papua Tengah Akan Undang Seluruh Pemain Persipura ke Nabire

Nabire – PAPUTENG.COM – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa menyatakan komitmennya untuk mengundang seluruh pemain Persipura Jayapura ke Nabire usai kekalahan dari Adhyaksa FC pada laga yang digelar Jumat (8/5/2026) di Stadion Lukas Enembe.

Pernyataan itu disampaikan Nawipa saat menghadiri nonton bareng (nobar) pertandingan antara Persipura melawan Adhyaksa FC di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.

Menurut Nawipa, undangan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama masyarakat terhadap tim berjuluk Mutiara Hitam itu.

“Kami atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengundang seluruh tim Persipura untuk datang ke Nabire,” ujar Nawipa.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan guna mengobati rasa kecewa masyarakat sekaligus membangun kembali semangat para pemain dan seluruh tim setelah hasil pertandingan yang belum memuaskan.

Bagi Nawipa, perjuangan para pemain, pelatih, dan seluruh elemen tim tetap layak mendapat apresiasi tinggi meskipun harus menerima kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC.

“Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC memang menyakitkan, kita semua kecewa, kita semua sedih. Tetapi ini pertandingan, tidak ada kemenangan mutlak. Persipura tetap tim kebanggaan dan darah kami,” katanya.

Gubernur yang juga berprofesi sebagai pilot itu menekankan bahwa dukungan pemerintah dan masyarakat Papua terhadap Persipura tidak akan berubah, baik saat meraih kemenangan maupun ketika mengalami kekalahan.

Ia berharap seluruh pemain dapat hadir memenuhi undangan tersebut, termasuk legenda Persipura seperti Boaz Solossa, Ferinando Pahabol, Ian Louis Kabes, para pemain muda, hingga staf pelatih yang telah berjuang membawa nama besar Persipura.

Menurut Nawipa, sebagai gubernur dan bagian dari masyarakat Papua, dirinya ingin menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih secara langsung kepada tim yang selama ini telah mengharumkan nama Papua di kancah sepak bola nasional.(red-paputeng)

Persiapan Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah Rampung, Mimika Tuan Rumah

NABIRE, PAPUATENGAH.com

Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah musim kompetisi 2025–2026 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan turnamen. Tahapan pendaftaran peserta telah selesai dan kini panitia fokus pada persiapan pembukaan kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah, Alfred Fredy Anouw, mengatakan panitia saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait di Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah, serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Panitia masih melakukan komunikasi dan koordinasi dengan dinas-dinas terkait di Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal,” ujar Anouw saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, pertandingan perdana atau kick off kompetisi akan dimulai pada 9 Maret 2026. Sementara itu, seluruh tim peserta tengah menjalani proses registrasi pemain melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP).

Sebanyak tujuh tim telah resmi terdaftar sebagai peserta Liga 4 Zona Papua Tengah, yakni Persipuja 75 Puncak Jaya, Persipuncak Cartenz, Persintan Intan Jaya, Persipani Paniai, Persidei Deiyai, Persido Dogiyai, serta Persemi Mimika yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.

Menurut Anouw, seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah telah terwakili dalam kompetisi tersebut, kecuali Persinab Nabire yang saat ini berkompetisi di level Liga Nasional.

Ia menambahkan, tim yang keluar sebagai juara Liga 4 Zona Papua Tengah akan mewakili provinsi pada kompetisi tingkat nasional, yakni Liga Nusantara, untuk menghadapi perwakilan dari provinsi lain di Indonesia.

Lebih lanjut, Anouw menegaskan bahwa Liga 4 tidak semata menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga berperan sebagai wadah pembinaan pemain muda serta jalur pembinaan menuju jenjang kompetisi sepak bola yang lebih tinggi di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).(julia)

 

Perindo Papua Tengah Beri Bantuan Perlengkapan Olahraga di Nabire Timur

NABIRE, PAPUTENG –

DPD Perindo Provinsi Papua Tengah memberikan bantuan lima buah bola volley dan empat buah bola futsal di Distrik Nabire Timur.

“Kami lihat banyak bibit yang sangat potensial di Nabire Timur baik sepakbola, futsal dan bola volley serta bidang olahraga yang lain. Buktinya, Nabire Timur ini sering lakukan turnamen secara swadaya,” kata Plt Perindo Paputeng Pilemon Keiya didampingi Wakil Sekretaris Aleksander Giyai. Jumat (11/7/2025).

Bantuan yang diberikan untuk mendukung kegiatan olahraga, terutama turnamen antar RT yang akan digelar pekan depan di Samabusa.

“Semoga dengan bantuan ini menjadi penyemangat untuk anak-anak muda di Nabire Timur. Kami pesan kepada anak-anak muda di Nabire timur agar terus tingkatkan prestasi melalui dunia olahraga. Tinggalkan hal-hal yang negatif dan jadikan olahraga menjadi bagian dari hidup untuk ke depan,”ujarnya menghimbau.

Dirinya juga mengajak kepada pemerintah baik itu Provinsi Papua Tengah maupun kabupaten Nabire agar ke depannya bersama – sama membangun olahraga untuk kemajuan bagi anak-anak muda.

“Jika ada perekrutan bibit-bibit muda dalam dunia olahraga, jangan fokuskan hanya di bagian kota. Tetapi perhatian juga harus dilakukan kepada mereka yang ada di pinggiran dan pelosok,”harapnya. (lia)

 

Wujudkan Organisasi Solid, Independen dan Profesional Demi Meraih Prestasi Gemilang
Letakkan Pondasi Kokoh, Siapkan Atlet Asli Papua Tengah

NABIRE, PAPUTENG – 

Ketua KONI Provinsi Papua Tengah Yosua Tipagau berkomitmen meletakkan pondasi yang kokoh bagi kemajuan olahraga termasuk menyiapkan atlet berprestasi. Hal tersebut dikatakannya baru-baru ini kepada wartawan menyusul tugas baru yang diemban Putera Intan Jaya tersebut.

Yosua Tipagau yang terpilih secara aklamasi ini merupakan lulusan sekolah Pilot swasta di Jawa Barat dan sempat berkarir di perusahaan penerbangan lokal. Dalam penyampaian visi dan misi dirinya menegaskan untuk mewujudkan KONI yang solid, independen dan profesional. “Kita akan berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang tangguh guna meraih prestasi olahraga”, terangnya.

Lanjutnya Dia menjelaskan bahwa sejumlah misi tengah dipersiapkan guna membangun solidaritas organisasi KONI dan Pengcab-Pengcab diseluruh Papua Tengah dan menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung organisasi dan prestasi juga merancang dan melaksanakan program pembinaan atlet secara berkesinambungan, efesien dan efektif  serta membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam berbagai program peningkatan prestasi olahraga di Papua Tengah.

Untuk diketahui Yosua Tipagau, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (Ketum KONI) Provinsi Papua Tengah. Kini dipundaknya sejumlah harapan besar untuk membawa KONI Papua Tengah menjadi organisasi sebagai Kawah Candradimuka, tempat penggodokan, penempaan dan pembinaan para atlet menuju prestasi yang membanggakan.

Dia mengatakan bahwa ketertarikn untuk masuk didunia olahraga dan organisasi bukan persoalan keinginan yang akan diraih, tetapi sebagai anak muda olahraga itu sudah ada dalam diri dan jiwa.

“Saat usia kita masih muda begini, badan masih segar dan sehat, masih enerjik, olahraga itu dengan sendirinya menjadi kegiatan sehari-hari, olahraga itu seperti jiwa yang sudah menyatu dalam tubuh,” tuturnya.

“Penjiwaan ini yang saya,rasa, saya bisa untuk masuk organisasi khususnya KONI, dan puji Tuhan saya terpilih sebagai Ketum KONI Papua Tengah,” imbuhnya.

Terkait KONI dan olahraga di Papua Tengah,Yosua Tipagau mengatakan bahwa Papua Tengah sebagai provinsi baru, langkah awal adalah meletakkan pondasi yang kokoh diberbagai bidang.Sebagai Ketum KONI yang menggeluti bidang olahraga bagaimana menterjemahkan visi misi Gubernur Papua Tengah yaitu meletakkan dan membangun pondasi yang kuat untuk olahraga.

“Bukan sekedar menargetkan medali disetiap ajang Kejurda  maupun Kejurnas tetapi yang paling penting bagaimana menyiapkan dan mengkader anak-anak asli Papua Tengah yang siap bertarung diarena,”ujarnya. Menurutnya hal tersebut merupakan  dasar yang dibangun pertama, membina, mempersiapkan anak-anak asli Papua Tengah sebagai atlet yang siap terjun di semua cabang olahraga,” ungkapnya.

“Bukan yang penting meraih medali emas tapi meyiapkan dan membina  anak-anak asli Papua Tengah untuk berprestasi dalam bidang olahraga,” tandasnya. (ing elsa)

Turnamen Bulutangkis HUT Bhayangkara ke-79 Resmi Dibuka

NABIRE, PAPUTENG

Turnamen Bulutangkis dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-79  resmi telah dibuka okeh Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Alfred Papare, S.IK, Senin (7/7) di GOR Kotalama Nabire.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare mengatakan, turnamen ini merupakan bagian dari upaya Polri mendekatkan diri dengan masyarakat apalagi bulutangkis merupakan salah satu Cabor yang paling tinggi diminati masyarakat Indonesia.

“Pemain -pemain bulutangkis baik dari internal Polri maupun umum siap terjun arena guna membuktikan diri sebagai atlet papan atas. Mereka,datang bukan sekedar meramaikan tetapi siap membuktikan diri sebagai atlet bulutangkis handal”, terangnya

Pembukaan ajang bergengsi bulutangkis yang cukup meriah yang turut dihadiri Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah Diban Elaby, mengingat diikuti oleh pemain-pemain bulutangkis dari berbagai daerah di Tanah Papua Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah Diben Elaby menyatakan dukungan penuh turnamen bulutangkis itu. “Ini merupakan kegiatan positif khususnya bagi generasi muda karena bisa menjauhkan dari pengaruh negatif”, tuturnya.

Pertandingan Eksibisi Antar Pejabat Daerah

Dukungan senada juga dinyatakan Ketua MRP Papua Tengah Agus Anggaibak. Agus menyatakan turnamen itu dapat membentuk karakter dan jati diri karena mengandung nilai-nilai sportifitas utamanya bagi masyarakat Papua. Ketua,MRP Papua Tengah itu bahkan mengharapkan turnamen itu bisa menjadi agenda tahunan secara rutin.

Menariknya Pertandingan perdana diawali Eksibisi antar pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah ,dimana pejabat TNI Komandan Zipur 12/OHH Mayor,Czi M.Abdul Ghofur berpasangan dengan Ketua I DPR Papua Tengah Diben  Elaby  berhadapan dengan Wakapolda Papua Kombes Pol.Muhajir yang berpasangan dengan perwakilan Pengadilan Negeri Nabire. (ing)

Nahkodai KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau Siap Bangkitkan Olahraga

NABIRE, Paputeng

Rakerprov dan Musprov Komite Olahraga Nasional Indonensia (KONI) Provinsi Papua Tengah secara resmi telah ditutup oleh Gubernur Papua Tengah Meki F Nawipa, Sabtu (28/06/25).

Yosua Tipagau terpilih sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah secara aklamasi masa bhakti 2025-2030 untuk 5 (lima) tahun kedepan.

Sekretaris Umum KONI Provinsi Papua Tengah, Yeki Tobai,S.HI.,M.KP sebagai mengatakan final dan sesuai dengan mekanisme Rakerprov I dan Musorprov I dengan menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya mekanisme Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dalam rangka menjaring dan menyaring calon-calon Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah. Pembentukan TPP dalam rangka membuka pendaftaran dan menyeleksi para Calon Ketua Umum KONI.

“Jadi kerja Tim TPP berakhir kemarin jam 10.00 wit dan mencalonkan sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah hanya satu (1) orang dengan didukung delapan (8) KONI Kabupaten yakni, Koni Puncak, Puncak Jaya, Mimika, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai, danKabupaten Nabire,” terangnya.

“Karena hanya ada Calon Ketua Umum dan didukung oleh 8 KONI Kabupaten plus KONI Provinsi, maka dalam Musorprov Calon Ketua Umum atas nama Yosua Tipagau di tetapkan secara aklamasi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah terpilih Yosua Tipagau menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan program Gubernur sekaligus berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan Gubernur.

Sesuai dengan arahan Gubernur Meki Nawipa, perlu ada skala prioritas guna eksisnya Papua Tengah dikancah olahraga nasional. Meningkatkan keberhasilan Kontingen Papua Tengah diajang PON lalu dengan 4 medali emas sudah semestinya ditingkatkan.

“PON kemarin kita meraih 4 medali emas, sudah menjadi tugas saya sebagai Ketua Umum KONI untuk meningkatkan perolehan medali. Untuk skala prioritas nanti kita duduk bersama, kita bicara dengan KONI Kabupaten serta dengan Cabor-Cabor yang ada. Yang pasti saya akan berusaha dan berupaya secara maksimal untuk mewujudkan harapan Pak Gubernur,” tandasnya. (ing.elsa)

Gubernur Buka Rakerprov dan Musprov Secara Resmi

NABIRE, Paputeng

Gubernur Meki Fritz Nawipa, didampingi jajaran Pengurus Pusat dan Daerah membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sekaligus Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua Tengah, Jum’at (27/6) di Auditorium RRI Nabire.

Dalam arahanya, Gubernur Papua Tengah mengatakan bahwa KONI mempuyai tugas yang tidak ringan, karena  memikul beban dan tanggung jawab berat yakni menciptakan atlet-atlet berprestasi.

“KONI berfungsi bagaimana anak bangsa berprestasi utamanya anak daerah,” ujarnya.

Gubernur berharap agar KONI   mampu mewujudkan dan menciptakan anak bangsa berprestasi dalam setiap Cabang Olahraga, utamanya anak-anak daerah. “Saya berharap Ketua KONI papua Tengah yang terpilih besok mempunyai kebijakan dan menejemen bukan sevat olahraga berprestasi tetapi bagaimana Memenej Tim.

“Kita orang Papua kadang bangga dengan sepakbola padahal yang bisa diraih hanya,1 (satu) medali emas, sementara yang bermain 11 sampai 20 orang lebih.

Sebenarnya kita rugi. Coba kira bicara tinju, ada 16 kelas, kita hanya butuh 16 orang.Kita fokus di 6 kelas dan enam orang.Dengan 6 orang bisa meraih 6 medali emas,” tutur Gubernur.

“Ini namanya efisien, ekonomis, tetapi efektif untuk membawa Papua Tengah kedepan. Sebaliknya kita bangga karena juara sepakbola, kita habiskan energi disana, tetapi kita lupa hanya mendapatkan 1 emas, dan kita tidak mampu bersaing dengan DKI Jakarta dan provinsi lainnya,” tambahnya.

Untuk itu Gubernur meminta agar KONI Papua Tengah fokus dengan cabang-cabang olahraga yang sangat besar peluangnya mendulang medali.

Meki Nawipa mencontohkan cabang olahraga yang besar peluang menghasilkan medali adalah Tinju, Lari dan Atletik

Lebih lanjut, Dia mengatakan setelah Pengurus KONI Provinsi Papua Tengah terbentuk baru membentuk Kepengurusan KONI Kabupaten agar satu komando, satu garis lurus, satu visi dan misi.

“Bicara olahraga itu tentang Papua Tengah dan Indonesia (nasional).Kita buat Rakerprov dengan adil dan transparan dan harus bersatu demi prestasi atlet-atlet Papua Tengah kedepan,” tegasnya.

Gubernur menyatakan bahwa dirinya siap menjadikan yang terbaik untuk Papua Tengah, namun perlu ada langkah-langkah strategis dan konkrit dengan duduk dan diskusi bersama-sama.

Diakhir, Gubernur mengharapkan agar KONI Kabupaten dipegang oleh Bupati setempat untuk mempermudah perihal perkembangan olahraga kedepan.

Pemprov juga menginginkan ada pembagian Cabor yang menjadi fokus di masing-masing KONI Kabupaten. “Kita bangga negara kasih kita provinsi sehingga kita bisa mengurus diri sendiri dan tentu menjadi tantangan bagaimana kita memajukan daerah kita terutama dalam bidang olahraga dan menunjukan kita berprestasi,” pungkasnya.(ing elsa)