Baznas Nabire Salurkan Beasiswa Pendidikan Tahap II untuk Siswa SD hingga SMA

NABIRE – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nabire menyalurkan bantuan pendidikan berupa beasiswa kepada puluhan siswa-siswi jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Bantuan tersebut merupakan Beasiswa Baznas Tahap II untuk periode Agustus–Desember 2026.

Penyaluran bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari program Nabire Cerdas, salah satu dari lima program utama Baznas Kabupaten Nabire, yakni Nabire Sehat, Nabire Makmur, Nabire Cerdas, Nabire Takwa, dan Nabire Peduli.

Ketua Baznas Kabupaten Nabire, Soleman Letsoin, mengatakan bantuan yang disalurkan tersebut merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Salah satu kegiatan dalam program Nabire Cerdas adalah memberikan bantuan beasiswa tahap II periode Agustus–Desember 2026 bagi siswa yang kurang mampu,” kata Soleman, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Soleman menegaskan, setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, Baznas Kabupaten Nabire hadir melalui program Nabire Cerdas sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, bantuan tersebut juga menjadi bentuk dukungan bagi siswa-siswi yang memiliki prestasi dan semangat belajar.

“Bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga merupakan investasi bagi generasi muda yang nantinya akan berperan dalam membangun Kabupaten Nabire,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai yang diwakili Wakil Bupati Nabire Burhanudin Pawennari menyampaikan apresiasi terhadap program pendidikan yang dijalankan Baznas Kabupaten Nabire.

Menurut Burhanudin, pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta karakter untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Melalui pendidikan, kita menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan, kemampuan, dan karakter guna menghadapi tantangan ke depan,” kata Burhanudin.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nabire terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Nabire.

Program Nabire Cerdas, lanjutnya, merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap dunia pendidikan. Kondisi ekonomi keluarga, kata dia, tidak boleh menjadi alasan bagi seorang anak untuk berhenti bermimpi dan meraih cita-cita.

Pemerintah Kabupaten Nabire juga berpesan kepada para penerima bantuan agar tetap semangat bersekolah dan belajar untuk mencapai cita-cita.

“Jangan berhenti bersekolah. Tetaplah belajar dan terus berusaha untuk meraih cita-cita,” pesannya. (red-paputeng.com)

Anggota DPRK Nabire H. Muhammad Iskandar Gelar Reses II, Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan 20 Sumur Bor

“Warga Girimulyo dan Bumiwonorejo Sampaikan Usulan Infrastruktur hingga Pengembangan Olahraga Catur

NABIRE, PAPUA TENGAH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, H. Muhammad Iskandar, SP, melaksanakan kegiatan Reses Tahap II Tahun 2026 di wilayah Girimulyo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi wakil rakyat untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, serta menampung aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan daerah.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Reses II kali ini juga diwarnai dengan penyaluran bantuan 20 unit sumur bor bagi masyarakat di dua kelurahan, yakni Girimulyo dan Bumiwonorejo. Masing-masing wilayah akan mendapatkan bantuan sebanyak 10 sumur bor.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya pada musim kemarau.

Reses sebagai Bentuk Pertanggungjawaban kepada Masyarakat

Dalam sambutannya, H. Muhammad Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRK dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.

Menurutnya, anggota DPRK memiliki agenda reses sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Melalui kegiatan tersebut, anggota dewan dapat bertatap muka secara langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Bagi anggota DPRK, kegiatan reses dalam satu tahun dilaksanakan tiga kali. Reses pertama biasanya sekitar bulan April, kemudian reses kedua, dan terakhir reses ketiga pada bulan Desember,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan sarana silaturahmi dan komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat yang telah memberikan mandat melalui proses demokrasi.

Melalui pertemuan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

“Kegiatan reses ini adalah kesempatan untuk kita bertatap muka dan bersilaturahmi. Saya sebagai wakil rakyat ingin mendengar langsung apa saja yang menjadi usulan dan kebutuhan Bapak-Ibu sekalian,” katanya.

Muhammad Iskandar menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan dibahas sesuai dengan mekanisme pembangunan serta kemampuan keuangan daerah.

Warga Usulkan Pengaspalan Jalan Sinak Girimulyo

Dalam sesi dialog bersama masyarakat, sejumlah warga menyampaikan berbagai usulan pembangunan.

Salah satu aspirasi datang dari Amat, warga Girimulyo, yang meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi Jalan Sinak Girimulyo.

Ia berharap jalan tersebut dapat segera mendapatkan perhatian melalui program pembangunan dan pengaspalan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Muhammad Iskandar mengatakan bahwa usulan mengenai Jalan Sinak bukan merupakan persoalan baru. Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan usulan pembangunan dan pengaspalan jalan tersebut.

Menurutnya, aspirasi tersebut kembali disampaikan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Untuk Jalan Sinak, khususnya bagian atas, sudah beberapa kali saya usulkan untuk dilakukan pengaspalan. Dalam sidang beberapa waktu lalu, usulan tersebut juga kembali saya sampaikan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengatakan realisasi pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu mempertimbangkan berbagai kebutuhan pembangunan yang ada dan menentukan program mana yang paling mendesak untuk segera dilaksanakan.

“Jawabannya tentu akan diusahakan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Jembatan RT 8 Bumiwonorejo Menjadi Aspirasi Warga

Selain persoalan jalan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan jembatan.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh Sirait, warga Bumiwonorejo, yang meminta pembangunan jembatan di RT 8 RW 2 Bumiwonorejo.

Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan akses di lingkungan tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Muhammad Iskandar mengatakan aspirasi pembangunan jembatan akan dicatat dan disampaikan kepada pemerintah daerah.

Namun, ia menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan perlu melalui proses perencanaan dan penentuan prioritas.

“Kami akan menyampaikan aspirasi ini. Nanti akan kita lihat dan menjadi perhatian pemerintah daerah, apakah dapat segera direalisasikan atau belum. Tentunya akan disesuaikan dengan skala prioritas dan tingkat urgensinya,” katanya.

Ia berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan aspirasi melalui berbagai forum resmi, sehingga persoalan yang dihadapi di lingkungan masyarakat dapat diketahui dan masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Salurkan Bantuan 20 Sumur Bor untuk Dua Kelurahan

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam Reses II tersebut adalah bantuan pembangunan 20 sumur bor.

Bantuan itu akan disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Girimulyo dan Bumiwonorejo.

Masing-masing wilayah direncanakan mendapatkan 10 sumur bor.

Muhammad Iskandar mengatakan bantuan tersebut merupakan respons terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air, terutama ketika musim kemarau.

Ia meminta masyarakat dan tokoh lingkungan untuk melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Prioritas diberikan kepada warga atau fasilitas umum yang mengalami kesulitan air.

“Situasi sekarang sedang musim kemarau dan ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Karena itu, kami akan membantu sumur bor,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan bantuan tersebut, masyarakat diminta mendata lokasi yang mengalami kondisi kekeringan atau memiliki kebutuhan air yang mendesak.

Menurutnya, fasilitas umum seperti musala atau masjid juga dapat menjadi prioritas apabila keberadaan sumur bor tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.

“Silakan didata mana yang benar-benar mengalami kesulitan air. Kalau ada lokasi yang sangat membutuhkan, terutama fasilitas umum yang dapat digunakan banyak masyarakat, tentu itu juga bisa menjadi perhatian,” katanya.

Pengerjaan Sumur Bor Ditargetkan Mulai November

Muhammad Iskandar juga menjelaskan bahwa proses pembangunan sumur bor membutuhkan waktu.

Ia memperkirakan pelaksanaan pekerjaan dapat dimulai sekitar bulan November 2026.

Masyarakat diminta bersabar karena proses pendataan dan persiapan teknis perlu dilakukan terlebih dahulu.

“Untuk pengerjaannya mungkin membutuhkan waktu. Insyaallah sekitar bulan November baru mulai dikerjakan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Dengan adanya sumur bor, kebutuhan air masyarakat diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Perjuangkan Aspirasi Sesuai Skala Prioritas

Sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Muhammad Iskandar menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan dalam waktu yang singkat.

Setiap program pembangunan membutuhkan proses perencanaan, penganggaran dan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.

Karena itu, aspirasi masyarakat akan diperjuangkan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.

Menurutnya, komunikasi antara masyarakat, wakil rakyat dan pemerintah daerah harus terus berjalan agar program pembangunan dapat menjawab kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Reses menjadi salah satu sarana penting untuk mengetahui kondisi di lapangan secara langsung.

“Yang paling penting adalah aspirasi masyarakat tetap disampaikan. Kami sebagai wakil rakyat akan membawa dan memperjuangkannya sesuai dengan mekanisme yang ada,” katanya.

Aspirasi Warga juga Menyentuh Pengembangan Olahraga Catur

Menariknya, dalam kegiatan Reses II tersebut, aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan dasar.

Masyarakat juga menyampaikan keinginan untuk mengembangkan kegiatan olahraga, khususnya catur.

Muhammad Iskandar menyambut positif keinginan masyarakat tersebut.

Ia menilai kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga, menciptakan kegiatan positif serta mencari dan mengembangkan potensi generasi muda.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan masyarakat.

Kegiatan dapat dimulai dari skala kecil dan sederhana, kemudian secara bertahap dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar.

“Kalau ada kegiatan tetapi tidak ada dana, tentu sulit untuk berjalan. Karena itu, pada saat reses ini saya sisihkan sedikit untuk membantu agar kegiatan bisa berjalan,” katanya.

Pertandingan Catur Digelar sebagai Kegiatan Positif

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat juga melanjutkan acara dengan pertandingan catur.

Muhammad Iskandar mengatakan kegiatan tersebut masih dilaksanakan dalam skala sederhana.

Namun, ia berharap pertandingan tersebut dapat menjadi awal bagi pengembangan olahraga catur di wilayah Girimulyo dan Bumiwonorejo.

Menurutnya, kegiatan tidak harus selalu dimulai dengan acara besar.

Yang terpenting adalah adanya konsistensi dan keberlanjutan.

“Tidak apa-apa dimulai dari kecil. Yang penting kegiatan berjalan. Daripada tidak ada kegiatan, lebih baik kita mulai dari yang sederhana,” ujarnya.

Ia meminta para pecinta catur untuk terus menjaga semangat dan rutin melaksanakan kegiatan.

Dengan adanya kegiatan secara berkelanjutan, kemampuan para pemain dapat terus berkembang.

Dorong Turnamen Lebih Besar untuk Semua Kalangan

Ke depan, Muhammad Iskandar membuka peluang untuk menyelenggarakan kegiatan atau turnamen catur dengan skala yang lebih besar.

Ia berharap suatu saat dapat digelar kompetisi yang melibatkan berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga kategori umum.

Menurutnya, turnamen yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit pemain catur berprestasi.

“Ke depan kita bisa membuat event atau turnamen yang lebih besar. Bisa melibatkan tingkat SD, SMP, SMA sampai umum,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk terus menginformasikan apabila terdapat momentum atau kegiatan yang dapat dikembangkan menjadi event olahraga.

Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan positif masyarakat harus terus ditingkatkan.

“Yang penting kegiatan tetap berjalan dan rutin. Kita terus tingkatkan dan kita cari bibit-bibit, siapa yang memiliki kemampuan dan potensi,” ujarnya.

Reses Ditutup dengan Kebersamaan Bersama Warga

Setelah sesi penyampaian aspirasi dan dialog bersama masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan suasana penuh kebersamaan.

Muhammad Iskandar sebelumnya juga menghadiri kegiatan Maulid Nabi di lingkungan masyarakat sebelum melanjutkan agenda reses.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik, memperkuat silaturahmi serta bersama-sama membangun lingkungan.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau wakil rakyat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Reses Tahap II yang dilaksanakan di Girimulyo tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat.

Berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, ketersediaan air bersih hingga pengembangan kegiatan olahraga, menjadi catatan penting untuk diperjuangkan ke depan.

Dengan bantuan 20 sumur bor, masing-masing 10 unit untuk Girimulyo dan 10 unit untuk Bumiwonorejo, masyarakat berharap kebutuhan air bersih dapat terbantu, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.

Sementara itu, berbagai aspirasi pembangunan yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan masuk dalam skala prioritas pembangunan Kabupaten Nabire.

Kegiatan Reses II tersebut sekaligus menegaskan komitmen anggota DPRK Nabire, H. Muhammad Iskandar, SP, untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga serta memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui tugas dan kewenangannya sebagai wakil rakyat.

“Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dalam pembangunan. Karena itu, kami akan terus mendengarkan, menampung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Momentum Maulid Nabi, Korem 173/PVB Perkokoh Sinergi Prajurit dan Rakyat

NABIRE – Komando Resor Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja (PVB) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Aula Makorem, Kelurahan Nabarua, Kabupaten Nabire, Selasa (1/9/2026).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengusung tema, “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat, TNI Kuat, Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.”

Komandan Korem (Danrem) 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut, kata dia, harus menjadi sarana untuk meneladani perjalanan hidup dan akhlak mulia Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sebatas seremonial tahunan semata, tetapi harus bisa menjadi momentum guna meneladani akhlak mulia Rasulullah dan riwayat hidupnya,” kata Vivin.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan suri teladan sekaligus inspirasi bagi seluruh umat manusia. Rasulullah SAW dikenal memiliki sifat jujur, disiplin, sabar, amanah, bertanggung jawab, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Nilai-nilai luhur tersebut dinilai tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh prajurit TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Vivin menekankan, setiap prajurit TNI memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, membangun hubungan baik dengan masyarakat, serta memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Prajurit TNI, khususnya di satuan Korem 173/PVB, senantiasa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan, loyalitas, profesionalisme, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, Danrem menyampaikan bahwa kekuatan TNI tidak dapat dipisahkan dari keberadaan rakyat. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sinergi dan kolaborasi antara TNI dan rakyat merupakan sumber kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujarnya.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Korem 173/PVB tersebut diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan ceramah keagamaan.

Ceramah agama disampaikan Gus Subhan Ali, pengasuh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri prajurit TNI Angkatan Darat dari berbagai satuan, Persit Kartika Chandra Kirana, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui peringatan tersebut, keluarga besar Korem 173/PVB diharapkan semakin memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan sebagai landasan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Momentum Maulid Nabi juga diharapkan mampu memperkokoh semangat kebersamaan serta sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan NKRI. (Red-Paputeng)

Asap Karhutla Kepung Nabire, 905 Warga Terserang ISPA

NABIRE — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kabupaten Nabire menunjukkan peningkatan seiring paparan polusi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan laporan harian fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), tercatat 629 kasus ISPA selama periode 24–28 Agustus 2026.

Jika digabungkan dengan 276 kasus yang tercatat pada minggu ke-32, total kasus ISPA yang tercantum dalam rekap Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire mencapai 905 kasus.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numubogre melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Agustin Elvin.

Data tersebut diperbarui pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIT dan bersumber dari laporan harian fasyankes di Kabupaten Nabire.

“Kasus Tertinggi Terjadi pada 24 Agustus, dalam periode lima hari tersebut, jumlah kasus harian mengalami fluktuasi. Pada 24 Agustus tercatat 232 kasus, kemudian turun menjadi 14 kasus pada 25 Agustus, “ujar Agustin, Jum’at (28/8/26).

Kasus kembali meningkat pada 26 Agustus dengan 145 kasus, disusul 139 kasus pada 27 Agustus. Pada 28 Agustus, masih tercatat 99 kasus.

Dengan demikian, 24 Agustus menjadi hari dengan jumlah laporan kasus tertinggi dalam periode tersebut.

Wilayah Kerja Puskesmas Kalibumi Catat Kasus Terbanyak

“Dari 19 fasyankes yang tercantum dalam laporan, wilayah kerja Puskesmas Kalibumi Waroki mencatat jumlah kasus ISPA paling tinggi, yakni 198 kasus selama 24–28 Agustus 2026, “jelasnya.

Selanjutnya, Puskesmas Samabusa mencatat 70 kasus, Karang Tumaritis 45 kasus, Siriwini 35 kasus, dan Kalibobo 33 kasus.

Selain lima fasyankes tersebut, sejumlah wilayah (puskesmas) lainnya juga mencatat kasus, antara lain BMW 29 kasus, Nabarua dan Lagari masing-masing 24 kasus, Karadiri serta Nabire Kota masing-masing 19 kasus, dan SP3 Wadio sebanyak 18 kasus.

Asap Karhutla Berisiko Memperburuk Gangguan Pernapasan

Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire menjelaskan bahwa ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang dapat menyerang bagian mulai dari hidung, tenggorokan hingga paru-paru.

Sementara itu, asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi mengiritasi serta memperparah gangguan pernapasan.

“Gejala ISPA yang perlu diwaspadai antara lain batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, dan demam, “tambah Agustin.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terlebih apabila mengalami keluhan sesak napas atau kondisi kesehatan memburuk.

Masyarakat Diminta Kurangi Paparan Asap

Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan secara rutin, serta menutup pintu dan jendela saat kondisi asap cukup tebal.

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga kondisi tubuh.

Dinas Kesehatan turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dengan total 905 kasus yang tercatat, perkembangan ISPA di Nabire menjadi perhatian serius, terutama di tengah kondisi polusi asap karhutla. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan segera mendapatkan pelayanan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. (red-paputeng)

905 Kasus ISPA Menjangkiti Nabire, Kalibumi Sumbang Terbanyak

NABIRE- PAPUTENG.COM- Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai dirasakan warga masyarakat Kabupaten Nabire, mulai dari jarak pandang yang masih terbatas, udara yang tercemar, debu, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Dinas Kabupaten Nabire mencatat jumlah warga terserang ISPA dikisaran angka 905 kasus. Kasus terbanyak dilaporkan dari wilayah kerja puskesmas Kalibumi kampung Waroki dengan 198 kasus. Data itu merupakan laporan dari 19 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) dalam wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire tercatat dari 24 – 28 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIT.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numubogre, S.Kep N.S, M.Kes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Agustin Elvin, S.Kep, N.S Jum’at (27/8/26) di ruang kerjanya.

“Jumlah kasus ISPA di wilayah kerja Dinas Kabupaten Nabire dari 19 Fasyankes (puskesmas) yang melapor hingga hari ini, Jum’at 28 Agustus 2026 terekap mulai pukul 20.00 sebanyak 905 kasus, “kata Agustin.

Kasus terbanyak dilaporkan dari wilayah kerja puskesmas Kalibumi kampung Waroki yaitu 198 kasus. Waroki sendiri merupakan salah satu kelurahan dengan kasus kebakaran terhebat di Nabire sejak 21 Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan sendiri menurut Agustin, menginisiasi pembentukan Posko Kesehatan yang berada di halaman kantor. Di Posko ini masyarakat mendapatkan pelayanan pengaduan keluhan, pengarahan tindakan lebih lanjut ke tempat Fasyankes (puskesmas) terdekat, dan pemberian masker.

“Sejak terjadi kebakaran yang pertama di Kampung Waroki dan sekitarnya, bapak Kepala Dinas mewanti-wanti untuk segera mendirikan posko, puji Tuhan walau sedikit terlambat Posko pelayanan kesehatan terealisasi, “terangnya.

Dari 19 puskesmas yang melapor, 905 kasus telah dilakukan terapis dan evaluasi kasus ISPA di Nabire sementara tergolong kasus ringan, belum pada kasus berat.

Data itupun bersifat sementara karena laporan dari berbagai Puskesmas terus diterima setiap saat.

Dinas kesehatan Nabire pun memastikan stok obat -obatan dan masker di Fasyankes wilayah kerjanya mencukupi, masyarakat tidak perlu khawatir. Baru-baru ini Pemprov Paputeng (Papua Tengah) telah menyalurkan bantuan masker guna menambah ketersediaan masker yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.

Agustin mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan. Namun andai terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah, ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker.

“Kami imbau kepada masyarakat, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, jika tidak ada keperluan. Jika terpaksa harus ke luar rumah jangan lupa untuk selalu memakai masker, “pungkasnya.

Kekeringan global yang melanda dampak elnino menurut beberapa pengamat cuaca belum terprediksi sampai kapan berakhir. Yang pasti udara di Nabire sudah cukup tercemar akibat terjadinya beberapa kasus kebakaran yang melanda kabupaten ini.(red-paputeng)

Menembus Dingin Kemarau Deiyai, LMA Salurkan Selimut untuk Para Lansia

DEIYAI — Di tengah balutan cuaca dingin akibat kemarau panjang yang merayap di tanah Deiyai, kehangatan hadir bagi para lanjut usia (lansia) di Kampung Wagete, Distrik Tigi, Kamis (27/8/2026).

Melalui sentuhan kepedulian nyata, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai menyalurkan bantuan selimut yang diserahkan langsung oleh Ketua LMA Deiyai, Bernard Pekei. Langkah ini menjadi ikhtiar bersama dalam mendampingi kelompok rentan menghadapi cuaca ekstrem malam hari.

Bernard Pekei menyampaikan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar pembagian bantuan fisik, melainkan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas napak tilas perjuangan para tetua yang turut membangun Deiyai.

“Kami dari LMA hanya bisa memberikan sedikit bantuan ini. Semoga selimut ini bisa menghangatkan dan bermanfaat bagi mama-mama dan bapak-bapak. Kami selalu mendoakan agar para orang tua kita senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” tutur Bernard.

95 Persen Titik Api di Waroki Berhasil Dipadamkan

NABIRE, PAPUTENG.COM — Sebanyak 80 personel gabungan TNI dari berbagai satuan, BPBD Kabupaten Nabire, dan BPBD Provinsi Papua Tengah berhasil memadamkan sekitar 95 persen titik api di Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, Jumat malam (21/8/2026).

Pemadaman dilakukan sejak siang hingga malam hari sebagai upaya mencegah api meluas ke area lainnya. Operasi tersebut dipimpin oleh Pasi Ops Kodim 1705/Nabire, Kapten Inf. Marselus Tunyanan.

Marselus mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan. Pihaknya berharap seluruh titik api dapat segera dipadamkan hingga 100 persen.

“Kami bekerja dari siang hingga malam hari. Alhamdulillah, kami perkirakan sekitar 95 persen titik api berhasil kami padamkan. Kami harap api bisa padam 100 persen,” kata Marselus.

Dalam operasi tersebut, sejumlah armada pemadam dan tangki air dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman. Armada yang digunakan terdiri atas satu unit mobil tangki air dari Denzipur 12/OHH, satu unit mobil tangki air milik Yonif 804/DBAY, serta tiga unit armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Sementara terkait penyebab kebakaran, apakah akibat kesengajaan atau faktor lainnya, Kodim 1705/Nabire belum dapat memastikan. Tim di lapangan saat ini masih memprioritaskan proses pemadaman dan pendinginan lahan.

“Tim kami di lapangan masih fokus pada pemadaman dan pendinginan lahan. Kami membantu BPBD. Untuk dugaan kebakaran akibat faktor kesengajaan atau lainnya, perlu dilakukan penyelidikan lebih dalam,” tegasnya.

Operasi pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala maupun meluas ke wilayah sekitar.(red-paputeng)

Semarak HUT Ke-81 RI di Nabire, BMP RI Gelar Aksi Sosial dan Bagikan 250 Paket Bama

NABIRE — Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nabire diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan hiburan rakyat. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Nabire menggelar aksi sosial yang dipusatkan di depan Kios Panjang, Pasar Karang Tumaritis, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIT itu diawali dengan aksi pembersihan lingkungan pasar. Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI AL Nabire, prajurit Kodim 1705/Nabire, mama-mama pedagang, anak-anak, serta masyarakat setempat.

Suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak dengan pembagian 250 paket bantuan bahan makanan (bama), khususnya beras, yang disiapkan secara mandiri oleh internal organisasi BMP RI.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari mama-mama pedagang kecil di Pasar Karang Tumaritis. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas berdagang di pasar.

Kemeriahan kemudian berlanjut melalui berbagai perlombaan rakyat, di antaranya lomba makan kerupuk, kelereng, dan tarik tambang. Anak-anak hingga warga Pasar Karang tampak antusias mengikuti perlombaan dan memperebutkan hadiah yang telah disediakan panitia.

Wakil Ketua I DPD BMP RI Papua Tengah sekaligus perwakilan pengurus BMP RI Kabupaten Nabire, Samuel Sauwyar, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Di momen Kemerdekaan ke-81 ini, kita hadir langsung melakukan kegiatan positif di Pasar Karang. Ini bentuk kebersamaan kita dalam mengisi kemerdekaan dan membantu kebutuhan mama-mama di pasar,” ujar Samuel.

Ia menambahkan, kegiatan sosial serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin pada setiap momentum hari besar nasional. Sasaran kegiatan juga akan diperluas, termasuk menyentuh masyarakat yang berada di panti asuhan.

Selain kegiatan sosial, BMP RI Nabire mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai kesempatan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, menjaga ketertiban, serta merawat kedamaian di tengah masyarakat.

BMP RI juga berharap adanya sinergi dan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire agar kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dapat terus diperkuat. Dengan demikian, berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pasar Karang Tumaritis pun tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara masyarakat, aparat, dan organisasi kemasyarakatan dalam mengisi kemerdekaan melalui aksi nyata.(red-paputeng)

GAMKI Nabire dan BMP Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan, Dorong Generasi Muda Papua Tengah Perkuat Literasi

NABIRE – PAPUTENG.COM-Tim Caretaker DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nabire berkolaborasi dengan Barisan Merah Putih (BMP) RI Nabire menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan sekaligus menyerahkan hadiah lomba menulis esai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Nabire, Papua Tengah, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Kemerdekaan Membangun Generasi Papua Tengah yang Cerdas, Nasionalis, Kreatif, Berdaya Saing, dan Berakhlak” tersebut diikuti pelajar dan mahasiswa. Sejumlah unsur pemerintah dan aparat keamanan turut hadir, di antaranya perwakilan DPR Papua Tengah, Danlanal Nabire, perwakilan Dandim 1705 Nabire, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.

Selain seminar, panitia juga menyerahkan hadiah uang pembinaan dengan total Rp10 juta dan medali apresiasi kepada para pemenang lomba menulis esai. Lomba tersebut diikuti 24 naskah peserta yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan panitia.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, saat membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. Jadilah generasi yang cerdas, nasionalis, kreatif, berdaya saing, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan menuju Indonesia Emas,” tegas Dina.

Sementara itu, Ketua Tim Caretaker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak, menyoroti tantangan literasi di kalangan generasi muda seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurut Yusuf, minat dan kualitas kemampuan menulis anak muda masih perlu mendapat perhatian serius. Dari proses penilaian lomba esai, panitia menemukan sejumlah karya yang belum memenuhi kriteria dasar penulisan. Bahkan, terdapat karya yang dinilai dibuat secara instan dengan menyalin materi dari internet.

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena kemampuan menulis tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan sebuah karya, tetapi juga melatih daya pikir kritis, kemampuan mengolah informasi, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Karena itu, GAMKI Nabire berharap Dinas Pendidikan bersama para pemangku kepentingan terkait dapat mendorong pelaksanaan pelatihan menulis secara berkelanjutan bagi pelajar dan mahasiswa di Papua Tengah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membangun kemampuan generasi muda dalam berpikir kritis, kreatif, dan kompetitif di tengah perkembangan teknologi informasi.

 

Melalui seminar wawasan kebangsaan dan lomba menulis esai tersebut, GAMKI Nabire dan BMP RI Nabire berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui upaya nyata dalam membentuk generasi Papua Tengah yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia.

Gubernur Meki Nawipa Ajak Pelajar Papua Tengah Jadi Duta Budaya Digital

NABIRE, PAPUA TENGAH – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, resmi membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar (FCKBP) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Papua Tengah di kawasan Bandara Lama Nabire, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak para pelajar untuk memanfaatkan gadget dan media sosial secara bijak, terutama sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya, seni, serta tradisi Papua Tengah kepada masyarakat luas.

Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi digital. Karena itu, keberadaan internet dan media sosial perlu dimanfaatkan secara positif untuk mempromosikan potensi daerah, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

“Papua, khususnya Papua Tengah, memiliki beragam tradisi, budaya, dan seni yang harus dikenal dunia. Pelajar memiliki posisi strategis dalam media sosial untuk terlibat langsung mempromosikan potensi yang dimiliki daerah kita,” ujar Meki Nawipa.

Ia menilai internet dan gadget tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi media efektif dalam mengangkat identitas budaya daerah melalui berbagai karya kreatif.

Gubernur berharap para pelajar dapat membuat konten-konten positif yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal, seperti tarian daerah, adat istiadat, bahasa daerah, hingga tradisi masyarakat setempat.

“Membuat konten berupa video tentang budaya dan kearifan lokal, seperti tarian daerah, adat istiadat, ataupun bahasa setempat yang diunggah di media sosial masing-masing, secara tidak langsung sudah menjadi duta budaya digital,” lanjutnya.

Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar SMA/SMK se-Papua Tengah diikuti oleh pelajar dari delapan kabupaten. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, memperkuat rasa bangga terhadap budaya daerah, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal.

Meki Nawipa menegaskan, keberhasilan pembangunan Papua Tengah sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik. Pembangunan juga harus menyentuh aspek mentalitas, karakter, dan kualitas generasi muda.

a mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba, minuman keras, serta berbagai bentuk obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan generasi muda Papua Tengah.

“Saya berharap festival ini menjadi momentum pelestarian budaya Papua, sekaligus ajang peningkatan kreasi budaya generasi muda dan promosi budaya di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Festival tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pelajar sebagai generasi penerus yang kreatif, berkarakter, serta mampu menjaga dan memperkenalkan identitas budaya Papua Tengah di era digital.(red-paputeng)