“Warga Girimulyo dan Bumiwonorejo Sampaikan Usulan Infrastruktur hingga Pengembangan Olahraga Catur
NABIRE, PAPUA TENGAH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, H. Muhammad Iskandar, SP, melaksanakan kegiatan Reses Tahap II Tahun 2026 di wilayah Girimulyo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi wakil rakyat untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, serta menampung aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan daerah.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, Reses II kali ini juga diwarnai dengan penyaluran bantuan 20 unit sumur bor bagi masyarakat di dua kelurahan, yakni Girimulyo dan Bumiwonorejo. Masing-masing wilayah akan mendapatkan bantuan sebanyak 10 sumur bor.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya pada musim kemarau.
Reses sebagai Bentuk Pertanggungjawaban kepada Masyarakat
Dalam sambutannya, H. Muhammad Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRK dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, anggota DPRK memiliki agenda reses sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Melalui kegiatan tersebut, anggota dewan dapat bertatap muka secara langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Bagi anggota DPRK, kegiatan reses dalam satu tahun dilaksanakan tiga kali. Reses pertama biasanya sekitar bulan April, kemudian reses kedua, dan terakhir reses ketiga pada bulan Desember,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan sarana silaturahmi dan komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat yang telah memberikan mandat melalui proses demokrasi.
Melalui pertemuan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
“Kegiatan reses ini adalah kesempatan untuk kita bertatap muka dan bersilaturahmi. Saya sebagai wakil rakyat ingin mendengar langsung apa saja yang menjadi usulan dan kebutuhan Bapak-Ibu sekalian,” katanya.
Muhammad Iskandar menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan dibahas sesuai dengan mekanisme pembangunan serta kemampuan keuangan daerah.
Warga Usulkan Pengaspalan Jalan Sinak Girimulyo
Dalam sesi dialog bersama masyarakat, sejumlah warga menyampaikan berbagai usulan pembangunan.
Salah satu aspirasi datang dari Amat, warga Girimulyo, yang meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi Jalan Sinak Girimulyo.
Ia berharap jalan tersebut dapat segera mendapatkan perhatian melalui program pembangunan dan pengaspalan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhammad Iskandar mengatakan bahwa usulan mengenai Jalan Sinak bukan merupakan persoalan baru. Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan usulan pembangunan dan pengaspalan jalan tersebut.
Menurutnya, aspirasi tersebut kembali disampaikan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Untuk Jalan Sinak, khususnya bagian atas, sudah beberapa kali saya usulkan untuk dilakukan pengaspalan. Dalam sidang beberapa waktu lalu, usulan tersebut juga kembali saya sampaikan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengatakan realisasi pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan.
Pemerintah daerah, kata dia, perlu mempertimbangkan berbagai kebutuhan pembangunan yang ada dan menentukan program mana yang paling mendesak untuk segera dilaksanakan.
“Jawabannya tentu akan diusahakan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Jembatan RT 8 Bumiwonorejo Menjadi Aspirasi Warga
Selain persoalan jalan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan jembatan.
Aspirasi tersebut disampaikan oleh Sirait, warga Bumiwonorejo, yang meminta pembangunan jembatan di RT 8 RW 2 Bumiwonorejo.
Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan akses di lingkungan tersebut.
Menanggapi permintaan tersebut, Muhammad Iskandar mengatakan aspirasi pembangunan jembatan akan dicatat dan disampaikan kepada pemerintah daerah.
Namun, ia menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan perlu melalui proses perencanaan dan penentuan prioritas.
“Kami akan menyampaikan aspirasi ini. Nanti akan kita lihat dan menjadi perhatian pemerintah daerah, apakah dapat segera direalisasikan atau belum. Tentunya akan disesuaikan dengan skala prioritas dan tingkat urgensinya,” katanya.
Ia berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan aspirasi melalui berbagai forum resmi, sehingga persoalan yang dihadapi di lingkungan masyarakat dapat diketahui dan masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
Salurkan Bantuan 20 Sumur Bor untuk Dua Kelurahan
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam Reses II tersebut adalah bantuan pembangunan 20 sumur bor.
Bantuan itu akan disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Girimulyo dan Bumiwonorejo.
Masing-masing wilayah direncanakan mendapatkan 10 sumur bor.

Muhammad Iskandar mengatakan bantuan tersebut merupakan respons terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air, terutama ketika musim kemarau.
Ia meminta masyarakat dan tokoh lingkungan untuk melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Prioritas diberikan kepada warga atau fasilitas umum yang mengalami kesulitan air.
“Situasi sekarang sedang musim kemarau dan ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Karena itu, kami akan membantu sumur bor,” ungkapnya.
Untuk pelaksanaan bantuan tersebut, masyarakat diminta mendata lokasi yang mengalami kondisi kekeringan atau memiliki kebutuhan air yang mendesak.
Menurutnya, fasilitas umum seperti musala atau masjid juga dapat menjadi prioritas apabila keberadaan sumur bor tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.
“Silakan didata mana yang benar-benar mengalami kesulitan air. Kalau ada lokasi yang sangat membutuhkan, terutama fasilitas umum yang dapat digunakan banyak masyarakat, tentu itu juga bisa menjadi perhatian,” katanya.
Pengerjaan Sumur Bor Ditargetkan Mulai November
Muhammad Iskandar juga menjelaskan bahwa proses pembangunan sumur bor membutuhkan waktu.
Ia memperkirakan pelaksanaan pekerjaan dapat dimulai sekitar bulan November 2026.
Masyarakat diminta bersabar karena proses pendataan dan persiapan teknis perlu dilakukan terlebih dahulu.
“Untuk pengerjaannya mungkin membutuhkan waktu. Insyaallah sekitar bulan November baru mulai dikerjakan,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Dengan adanya sumur bor, kebutuhan air masyarakat diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Perjuangkan Aspirasi Sesuai Skala Prioritas
Sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Muhammad Iskandar menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan dalam waktu yang singkat.
Setiap program pembangunan membutuhkan proses perencanaan, penganggaran dan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.
Karena itu, aspirasi masyarakat akan diperjuangkan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.
Menurutnya, komunikasi antara masyarakat, wakil rakyat dan pemerintah daerah harus terus berjalan agar program pembangunan dapat menjawab kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Reses menjadi salah satu sarana penting untuk mengetahui kondisi di lapangan secara langsung.
“Yang paling penting adalah aspirasi masyarakat tetap disampaikan. Kami sebagai wakil rakyat akan membawa dan memperjuangkannya sesuai dengan mekanisme yang ada,” katanya.
Aspirasi Warga juga Menyentuh Pengembangan Olahraga Catur
Menariknya, dalam kegiatan Reses II tersebut, aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan dasar.
Masyarakat juga menyampaikan keinginan untuk mengembangkan kegiatan olahraga, khususnya catur.
Muhammad Iskandar menyambut positif keinginan masyarakat tersebut.
Ia menilai kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga, menciptakan kegiatan positif serta mencari dan mengembangkan potensi generasi muda.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan masyarakat.
Kegiatan dapat dimulai dari skala kecil dan sederhana, kemudian secara bertahap dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar.
“Kalau ada kegiatan tetapi tidak ada dana, tentu sulit untuk berjalan. Karena itu, pada saat reses ini saya sisihkan sedikit untuk membantu agar kegiatan bisa berjalan,” katanya.
Pertandingan Catur Digelar sebagai Kegiatan Positif
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat juga melanjutkan acara dengan pertandingan catur.
Muhammad Iskandar mengatakan kegiatan tersebut masih dilaksanakan dalam skala sederhana.
Namun, ia berharap pertandingan tersebut dapat menjadi awal bagi pengembangan olahraga catur di wilayah Girimulyo dan Bumiwonorejo.
Menurutnya, kegiatan tidak harus selalu dimulai dengan acara besar.
Yang terpenting adalah adanya konsistensi dan keberlanjutan.
“Tidak apa-apa dimulai dari kecil. Yang penting kegiatan berjalan. Daripada tidak ada kegiatan, lebih baik kita mulai dari yang sederhana,” ujarnya.
Ia meminta para pecinta catur untuk terus menjaga semangat dan rutin melaksanakan kegiatan.
Dengan adanya kegiatan secara berkelanjutan, kemampuan para pemain dapat terus berkembang.
Dorong Turnamen Lebih Besar untuk Semua Kalangan
Ke depan, Muhammad Iskandar membuka peluang untuk menyelenggarakan kegiatan atau turnamen catur dengan skala yang lebih besar.
Ia berharap suatu saat dapat digelar kompetisi yang melibatkan berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.
Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga kategori umum.
Menurutnya, turnamen yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit pemain catur berprestasi.
“Ke depan kita bisa membuat event atau turnamen yang lebih besar. Bisa melibatkan tingkat SD, SMP, SMA sampai umum,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk terus menginformasikan apabila terdapat momentum atau kegiatan yang dapat dikembangkan menjadi event olahraga.
Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan positif masyarakat harus terus ditingkatkan.
“Yang penting kegiatan tetap berjalan dan rutin. Kita terus tingkatkan dan kita cari bibit-bibit, siapa yang memiliki kemampuan dan potensi,” ujarnya.
Reses Ditutup dengan Kebersamaan Bersama Warga
Setelah sesi penyampaian aspirasi dan dialog bersama masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan suasana penuh kebersamaan.
Muhammad Iskandar sebelumnya juga menghadiri kegiatan Maulid Nabi di lingkungan masyarakat sebelum melanjutkan agenda reses.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik, memperkuat silaturahmi serta bersama-sama membangun lingkungan.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau wakil rakyat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Reses Tahap II yang dilaksanakan di Girimulyo tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat.
Berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, ketersediaan air bersih hingga pengembangan kegiatan olahraga, menjadi catatan penting untuk diperjuangkan ke depan.
Dengan bantuan 20 sumur bor, masing-masing 10 unit untuk Girimulyo dan 10 unit untuk Bumiwonorejo, masyarakat berharap kebutuhan air bersih dapat terbantu, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
Sementara itu, berbagai aspirasi pembangunan yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan masuk dalam skala prioritas pembangunan Kabupaten Nabire.
Kegiatan Reses II tersebut sekaligus menegaskan komitmen anggota DPRK Nabire, H. Muhammad Iskandar, SP, untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga serta memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui tugas dan kewenangannya sebagai wakil rakyat.
“Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dalam pembangunan. Karena itu, kami akan terus mendengarkan, menampung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutupnya.