GAMKI Nabire dan BMP Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan, Dorong Generasi Muda Papua Tengah Perkuat Literasi

oplus_2

NABIRE – Tim Caretaker DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nabire berkolaborasi dengan Barisan Merah Putih (BMP) RI Nabire menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan sekaligus menyerahkan hadiah lomba menulis esai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Nabire, Papua Tengah, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Kemerdekaan Membangun Generasi Papua Tengah yang Cerdas, Nasionalis, Kreatif, Berdaya Saing, dan Berakhlak” tersebut diikuti pelajar dan mahasiswa. Sejumlah unsur pemerintah dan aparat keamanan turut hadir, di antaranya perwakilan DPR Papua Tengah, Danlanal Nabire, perwakilan Dandim 1705 Nabire, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.

Selain seminar, panitia juga menyerahkan hadiah uang pembinaan dengan total Rp10 juta dan medali apresiasi kepada para pemenang lomba menulis esai. Lomba tersebut diikuti 24 naskah peserta yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan panitia.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, saat membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. Jadilah generasi yang cerdas, nasionalis, kreatif, berdaya saing, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan menuju Indonesia Emas,” tegas Dina.

Sementara itu, Ketua Tim Caretaker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak, menyoroti tantangan literasi di kalangan generasi muda seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurut Yusuf, minat dan kualitas kemampuan menulis anak muda masih perlu mendapat perhatian serius. Dari proses penilaian lomba esai, panitia menemukan sejumlah karya yang belum memenuhi kriteria dasar penulisan. Bahkan, terdapat karya yang dinilai dibuat secara instan dengan menyalin materi dari internet.

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena kemampuan menulis tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan sebuah karya, tetapi juga melatih daya pikir kritis, kemampuan mengolah informasi, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Karena itu, GAMKI Nabire berharap Dinas Pendidikan bersama para pemangku kepentingan terkait dapat mendorong pelaksanaan pelatihan menulis secara berkelanjutan bagi pelajar dan mahasiswa di Papua Tengah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membangun kemampuan generasi muda dalam berpikir kritis, kreatif, dan kompetitif di tengah perkembangan teknologi informasi.

 

Melalui seminar wawasan kebangsaan dan lomba menulis esai tersebut, GAMKI Nabire dan BMP RI Nabire berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui upaya nyata dalam membentuk generasi Papua Tengah yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia.

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi