TNI Mengakar dan Tumbuh Bersama Rakyat, Dari Aksi Sosial hingga Pelestarian Budaya di Nabire

NABIRE – PAPUTENG.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026 di Kabupaten Nabire tidak sekadar diwarnai seremoni dan kemeriahan. Rangkaian kegiatan yang digelar justru menampilkan wajah TNI yang hadir dan berinteraksi langsung bersama masyarakat.

Mengusung semangat “TNI Bersama Rakyat Indonesia Bernartabat Adil dan Makmur”, berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga pelestarian seni dan budaya digelar secara bertahap sejak September hingga awal Oktober 2026.

Rangkaian tersebut menjadi gambaran bagaimana hubungan TNI dengan masyarakat dibangun melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Bersihkan Taman Gizi, Dukung Penataan Kawasan Kuliner

TNI-Polri Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Nabire dan masyarakat bersihkan Taman Gizi, Jum’at (18/9/26)

Salah satu kegiatan diawali dengan operasi bersih (opsih) di kawasan Taman Gizi Nabire pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, bersama Polri, Pemerintah Kabupaten Nabire, organisasi perangkat daerah serta masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap rencana pemerintah menjadikan Taman Gizi sebagai salah satu pusat aktivitas kuliner di Kabupaten Nabire, termasuk sebagai lokasi bagi pedagang yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Pantai Nabire.

Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigjen TNI Vivin Alivianto, melalui Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kolonel Inf. Fajar Wibawa Angkasa mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami pihak TNI-Polri berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Nabire dan masyarakat melakukan kebersihan di Taman Gizi yang akan dijadikan tempat para pedagang eks Pantai Nabire,” kata Fajar, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, kegiatan kebersihan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan kawasan Taman Gizi sebelum dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas para pedagang.

Peduli Warakawuri dan Kemanusiaan

Kepedulian TNI dalam rangkaian HUT ke-81 juga ditujukan kepada keluarga besar TNI. Persit Kartika Chandra Kirana melaksanakan anjangsana sekaligus memberikan santunan kepada para warakawuri.

Santunan diberikan di sejumlah lokasi, di antaranya Asrama Kodim Karang Tumaritis, Asrama Kodim Siriwini dan Asrama Detasemen Zeni Tempur (Den Zipur) 12/OHH.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan perhatian kepada keluarga besar TNI yang membutuhkan.

Di bidang kemanusiaan dan kesehatan, TNI juga menggelar kegiatan donor darah di Markas Kodim 1705/Nabire pada Minggu (20/9/2026).

Bazar Murah Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat

Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Vivin Alivianto memberikan santunan kepada Purnawan TNI dan Keluarga kurang mampu dalam Bazar Murah, Selasa (22/9/26)

Kegiatan HUT TNI kemudian berlanjut melalui bazar murah yang digelar di Markas Kodim 1705/Nabire pada Selasa (22/9/2026).

Bazar tersebut menghadirkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memasarkan produk mereka.

Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan, bazar murah merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI sekaligus bentuk kepedulian terhadap ketersediaan bahan pokok dan upaya membantu menekan inflasi.

“Dengan bazar murah ini kami peduli akan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus kami mewadahi para peserta UKM untuk terlibat dalam kegiatan ini,” ujar Vivin.

Vivin mengakui keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam kegiatan bazar tersebut masih belum sesuai harapan. Namun, kehadiran salah satu pelaku UKM OAP, Maria Tigi, yang menjual hasil pertanian dinilai menjadi bagian dari upaya membuka ruang keterlibatan masyarakat lokal.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kepada purnawirawan TNI serta keluarga kurang mampu yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah, H. Dr. Tumiran, saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, menyampaikan bahwa bazar murah tersebut menunjukkan kehadiran TNI di tengah masyarakat.

“Bazar dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 tahun ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan kebersamaan TNI dan rakyat,” ujar Tumiran.

Asisten III Setda Papua Tengah, Dr. H. Tumiran memberikan sambutan dalam acara Bazar Murah di Makodim 1705/Nbr.

Menurutnya, pelaksanaan bazar murah turut membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD

Pasipers Kodim 1705/Nbr Kapten Inf La Samute saat sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD Tahun 2027 di SMAN 1 Wanggar, Jum’at (25/9/26)

Selain kegiatan sosial, TNI tetap menjalankan program pembinaan dan perekrutan prajurit. Salah satunya melalui sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun 2027.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan di SMA Negeri Wanggar pada Jumat (25/9/2026), dipimpin Pasipers Kodim 1705/Nabire, Kapten Inf. La Samute.

Menurut La Samute, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai mekanisme penerimaan prajurit, tahapan seleksi hingga pendidikan pembentukan.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa-siswi, khususnya mereka yang berada di sekolah ini bagaimana mekanisme seleksi penerimaan prajurit TNI hingga pendidikan pembentukan menjadi prajurit,” kata La Samute.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kesempatan mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI AD.

Senam Kreasi Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Dandim 1705/Nbr, Letkol Arh Dwi Palwanto membuka Lomba Senam Kreasi di Aula RRI, Sabtu (26/9/26)

Semangat kebersamaan TNI dan masyarakat juga diwujudkan melalui kegiatan seni dan budaya.

Kodim 1705/Nabire menggelar Lomba Senam Kreasi di Aula RRI Nabire pada Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “TNI Bersama Rakyat Membangun Papua Tengah Damai dan Sejahtera dalam Bingkai Keindahan Seni Budaya.”

Kegiatan dibuka oleh Dandim 1705/Nabire, Letkol Arh. Dwi Palwanto.

Dalam sambutannya, Dwi mengatakan lomba tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perebutan juara. Lebih dari itu, kegiatan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus melestarikan dan mengembangkan seni budaya.

“LSK ini tidak sebatas mencari pemenang, tetapi menjadi wadah menyalurkan kreativitas generasi muda, melestarikan serta mengembangkan budaya, mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Nabire, membangun semangat persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air,” ujar Dwi.

Ia menegaskan, TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan hadir untuk rakyat. Karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik dengan semangat, kreativitas dan sportivitas.

Sebanyak 11 tim mengikuti lomba tersebut, yakni Andika Dance, Panda Crew, MJ WJ Polban, Wanggar, Dan Studio, Anker Dance, Ganestrom Dance, Bocil Sakti AS, AWDC Squad, Besty Polban dan Adivar Crew.

Ditutup dengan Doa Bersama

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI di Nabire kemudian ditutup dengan doa bersama yang digelar di Batalion 753/AVT pada Jumat (2/10/2026).

Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang rangkaian peringatan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan HUT TNI tidak hanya ditempatkan sebagai agenda seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang menyentuh aspek sosial, kemanusiaan, ekonomi, pendidikan serta budaya.

Semangat “TNI Bersama Rakyat Indonesia Bernartabat Adil dan Makmur” pun menjadi benang merah dari rangkaian kegiatan tersebut, dengan membangun kebersamaan melalui keterlibatan langsung bersama masyarakat dan pemerintah daerah.(red-paputeng.com)

Kapolres Nabire Tekankan Tiga Hal kepada Personel pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

NABIRE, PAPUTENG.COM — Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menekankan tiga hal penting kepada seluruh personel Polres Nabire dalam menjalankan tugas, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat.

Penekanan tersebut disampaikan Tatiratu saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) 2026 yang digelar di halaman Mapolres Nabire, Kamis (1/10/2026).

Dalam amanatnya, Kapolres mengingatkan seluruh anggota untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Nilai-nilai kebangsaan, kata dia, harus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pertama, seluruh personel diminta memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai pedoman kehidupan berbangsa, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Anggota Polri juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi maupun terpengaruh paham dan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kedua, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan kepolisian harus diberikan secara adil tanpa membedakan ras, suku, agama, golongan maupun kelompok.

Ketiga, seluruh jajaran Polres Nabire diminta berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Menurut Tatiratu, fungsi Intelkam, Samapta, Binmas, Reskrim, Lantas hingga jajaran Polsek harus terus memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Selain itu, komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan berbagai elemen masyarakat perlu terus dibangun sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Nabire.

“Setiap potensi gangguan kamtibmas, Polri harus bisa bertindak cepat dan melakukan penanganan dini dengan cara komunikasi, koordinasi, pendekatan persuasif, serta mengedepankan kearifan lokal,” ujar Tatiratu.

Ia menegaskan, setiap persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan perlu direspons sedini mungkin. Pendekatan yang mengutamakan komunikasi dan kearifan lokal dinilai penting dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Dalam amanat tersebut, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel beserta keluarga agar bijak menggunakan media sosial.

Anggota diminta tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, provokasi maupun konten yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting yang harus melekat dalam diri setiap anggota Polri.

“Pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila harus tertanam dalam jiwa masing-masing anggota,” tegasnya.

Ia berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum bagi seluruh personel untuk memperkuat integritas, disiplin, profesionalisme serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(red-paputeng.com)

BGN Nabire Buka Dialog dengan Pelajar, Luruskan Isu Anggaran MBG

NABIRE, PAPUTENG.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire memilih jalur dialog untuk merespons polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya mendapat penolakan dari kelompok pelajar di daerah tersebut.

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, mengundang Solidaritas Peduli Wilayah Papua (SPWP) dan kelompok pelajar untuk duduk bersama dalam forum diskusi yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (26/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk menjelaskan mekanisme pelaksanaan MBG sekaligus meluruskan kekhawatiran terkait sumber pembiayaan program. Sebelumnya, aksi penolakan MBG berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah pada pertengahan September.

Salah satu isu yang menjadi perhatian massa adalah kekhawatiran bahwa pelaksanaan MBG akan mengurangi alokasi anggaran pendidikan dan berdampak terhadap pembiayaan sekolah.

Marsel menegaskan, anggaran MBG dan anggaran pendidikan berada pada pos pembiayaan yang berbeda. Karena itu, menurut dia, pelaksanaan program MBG tidak akan memotong maupun mengganggu keuangan sekolah.

“Program MBG dan anggaran pendidikan dialokasikan dari pos yang berbeda, jadi tidak akan memotong atau mengganggu keuangan sekolah. Kami ingin duduk bersama, kita diskusi demi masa depan mereka agar mekanisme ini dipahami secara menyeluruh,” tutur Marsel.

Dalam forum tersebut, BGN juga akan menjelaskan sejumlah aspek teknis penyelenggaraan MBG, mulai dari standar pemenuhan gizi, pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga mekanisme distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Selain memberikan penjelasan, forum itu juga dibuka sebagai ruang bagi masyarakat sipil dan organisasi kepemudaan untuk menyampaikan kritik, masukan, serta aspirasi terkait pelaksanaan program di lapangan.

Langkah dialog tersebut mendapat respons positif dari SPWP Nabire. Perwakilan koordinator lapangan SPWP menyatakan kesiapan untuk menghadiri pertemuan sekaligus menyampaikan secara langsung aspirasi para pelajar.

“Kami siap membawa poin-poin aspirasi dan kekhawatiran kawan-kawan pelajar dalam dialog terbuka nanti, agar pemerintah mendengar langsung kondisi objektif yang dirasakan di daerah,” ujar perwakilan SPWP Nabire.

Dialog antara BGN, SPWP, dan pelajar diharapkan menjadi ruang klarifikasi sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai pelaksanaan MBG di Kabupaten Nabire, termasuk memastikan berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan dan dibahas secara terbuka. (red-paputeng.com)

Rapimprov II Kadin Paputeng, Gubernur Dorong Pengusaha Kreatif dan Produktif

NABIRE – PAPUTENG.COM – Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa (Mepa) mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah untuk memperkuat kreativitas dan produktivitas dunia usaha melalui pengembangan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Hal tersebut disampaikan Meki Nawipa saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II Kadin Papua Tengah di Guest House, Nabire, Kamis (24/9/2026).

Dalam sambutannya, Meki menekankan pentingnya peran Kadin dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan produk, bukan hanya bergantung pada pemerintah.

Ia mencontohkan persoalan upah minimum regional (UMR) Papua yang berada di kisaran Rp4 juta. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi dunia usaha di Papua Tengah.

“Perumusan upah minimum regional Papua di kisaran angka Rp4 juta, kedua setelah UMR DKI Jakarta. Di sinilah peran aktif Kadin Papua, khususnya Papua Tengah, untuk melakukan kalkulasi apakah di angka Rp4 juta ini para pengusaha di Papua Tengah mampu membayarkan atau tidak,” ujar Meki.

Meki juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang masih menjadikan pemerintah sebagai tujuan utama dalam mencari pekerjaan. Karena itu, ia mendorong Kadin yang diisi para pengusaha untuk melahirkan berbagai terobosan melalui kegiatan produksi yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, Papua Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan. Salah satunya adalah kopi Papua yang telah memiliki pasar dan dikenal karena kualitasnya.

Ia mengatakan, daya saing produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan baku, tetapi juga branding dan kemasan yang mampu meningkatkan nilai jual produk.

“Kopi Papua telah diakui pasar dunia akan kualitasnya. Sekarang bagaimana caranya Kadin bisa memproduksi kopi lokal kita yang bisa memberikan nilai ekonomi tinggi. Letaknya ada pada kemasan,” tegasnya.

Selain pengembangan produk, Meki mengatakan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi di masing-masing kabupaten. Dalam hal ini, sektor swasta dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Untuk mendukung pembangunan daerah, ia mengingatkan para pengusaha agar memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi daerah.

“Saya berpesan kepada para pengusaha untuk taat membayar pajak, tidak main di bawah meja,” tegas Meki.

Tekan Biaya Transportasi

Dalam kesempatan tersebut, Meki juga meminta Kadin Papua Tengah mencari solusi untuk menekan biaya transportasi yang masih relatif tinggi. Menurutnya, persoalan transportasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya saing komoditas lokal.

Ia mencontohkan potensi perikanan di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire dan Mimika yang memiliki wilayah laut cukup luas.

Perairan Papua dan Teluk Cenderawasih, kata dia, memiliki potensi perikanan yang besar, termasuk ikan dan kepiting yang dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah.

Meki menyebut kepiting lokal Papua memiliki permintaan di pasar nasional, termasuk di Pulau Jawa. Namun, tingginya biaya transportasi dan lamanya waktu pengiriman dapat memengaruhi kualitas sekaligus harga jual komoditas tersebut.

“Dari dua pemetaan tadi, sudah cukup memberi gambaran dari mana dan bagaimana cara kita melangkah agar komoditas Papua Tengah bisa berkompetisi dari segi harga dan kualitas produksi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Papua Tengah Alexander Gobai mengatakan Rapimprov II menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai struktur organisasi serta peran dan pergerakan Kadin dalam pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Alexander, hal tersebut penting karena Kadin Papua Tengah diisi oleh talenta-talenta muda dan sejumlah anggota yang masih tergolong pemula dalam organisasi.

“Kami berharap Kadin yang diisi dengan talenta-talenta muda dan sebagian para anggota pemula, yang belum banyak memahami apa, bagaimana keberadaan dan pergerakan kami, dapat memahami organisasi ini,” ujar Alex.

Ia berharap Rapimprov II dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendorong peran Kadin dalam mendukung pembangunan dan perekonomian di Provinsi Papua Tengah.(red-paputeng.com)

Bazar Murah Bentuk Kepedulian dan Kebersamaan TNI dengan Rakyat

NABIRE, PAPUTENG.COM – Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI, Korem 173/PVB bersama Kodim 1705/Nabire menggelar bazar murah di Markas Kodim 1705/Nabire, Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire, Selasa (22/9/2026).

Bazar murah tersebut menjadi salah satu wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan dan kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah, H. Dr. Tumiran, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah – tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan H. Tumiran saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa.

“Bazar dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 tahun ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan kebersamaan TNI dan rakyat,” ujar Tumiran.

Menurut Asisten III, pelaksanaan bazar murah turut membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Danrem 173/PVB memberikan bantuan kepada purnawirawan TNI dan keluarga wakawuri

Ia menambahkan, peringatan HUT TNI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang pengabdian TNI kepada bangsa dan negara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkokoh hubungan antara TNI dan masyarakat.

“TNI hadir di tengah masyarakat dan turut mengambil bagian dalam kegiatan sosial sebagai bagian dari semangat gotong royong dalam membangun daerah kita yang tercinta ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai yang diwakili Wakil Bupati Nabire Burhanudin Pawennari menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala Satuan TNI dan jajaran yang berada di wilayah Papua Tengah atas pelaksanaan bazar murah tersebut.

“Kami mewakili Bapak Bupati menyampaikan terima kasih atas terlaksananya bazar ini. Tentu dengan terlaksananya bazar ini masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran,” ujar Burhanudin.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan bahan pokok (bapok) dengan harga yang terjangkau.

Wakil Bupati Nabire Burhanudin Pawennari (seragam PNS)

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto juga menyerahkan bantuan kepada para purnawirawan TNI serta keluarga warakawuri. (red-paputeng.com)

Mamah Maria, Satu-satunya Stand OAP dalam Bazar HUT ke-81 TNI di Nabire

NABIRE – Perayaan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Nabire diwarnai dengan pelaksanaan bazar murah yang digelar di Markas Kodim (Makodim) 1705/Nabire, Karang Tumaritis, Selasa (22/9/2026).

Bazar tersebut melibatkan sekitar 16 stand yang terdiri dari kelompok tani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengusaha perseorangan, serta sejumlah pelaku usaha lainnya. Mereka menjajakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, sayur-mayur, buah-buahan, makanan olahan (cemilan) hingga minuman.

Namun, dari 16 stand yang berpartisipasi, hanya satu stand yang dikelola oleh Orang Asli Papua (OAP), yakni stand milik Mamah Maria Tigi yang menjual hasil bumi berupa seledri dan tomat.

“Saya berasal dari kelompok tani Samabusa, kami dibimbing menanam seledri dan tomat menggunakan polibag sebagai media tanam, “ujarnya.

Ia menjual satu polibag berisi seledri seharga Rp 25.000, dan tomat Rp 25.000 per kilogram.

Minimnya keterlibatan pelaku usaha OAP tersebut mendapat perhatian dari Komandan Korem (Danrem) 173/PVB Mayjen TNI Vivin Alivianto. Ia mengatakan, pihaknya sebenarnya sangat mengharapkan keterlibatan lebih banyak pedagang dan pelaku UMKM OAP dalam kegiatan bazar yang digelar sehari itu.

Menurut Vivin, sosialisasi mengenai pelaksanaan bazar telah dilakukan sejak jauh hari dan disampaikan kepada para pelaku usaha, baik OAP maupun non OAP.

“Jauh-jauh hari pengusaha UMKM sudah kami rangkul. Keterlibatan pedagang OAP sebenarnya sangat kami harapkan,” ujar Vivin disela – sela meninjau sejumlah stand bazar.

Danrem 173/PVB, Mayjen TNI Vivin Alivianto (kiri). Dandim 1705/Nbr, Letkol Arh. Dwi Palwanto (kananan)

Danrem menambahkan, sejumlah anak-anak OAP yang tersebar di berbagai batalyon pembekalan dan angkutan (Yonbekang) telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Karena itu, ia menyayangkan masih minimnya keterlibatan mereka dalam bazar tersebut.

Vivin mengatakan, TNI terus berupaya membangun hubungan yang lebih baik dan humanis dengan masyarakat Papua. Salah satunya melalui kegiatan yang dapat membuka ruang interaksi dan pemberdayaan masyarakat.

Ia pun menyampaikan keinginannya untuk menghapus stereotip negatif terhadap TNI di mata masyarakat Papua melalui pendekatan yang lebih terbuka dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ditemui secara terpisah, Dandim 1705/Nabire Letkol Inf. Dwi Palwanto mengatakan, bazar murah tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Di HUT TNI ke-81, kami pihak TNI ingin berbagi kemeriahan dan kegembiraan kepada masyarakat. Ayo datang di Bazar Kodim dan berbelanja dengan harga yang lebih murah dari harga di pasaran,” ujar Dwi Palwanto.

Dwi menjelaskan, sebanyak 16 stand dari pelaku UMKM, kelompok tani, pengusaha perseorangan dan pelaku usaha lainnya ikut ambil bagian dalam kegiatan di Makodim tersebut.

Bermacam kebutuhan masyarakat tersedia di bazar, di antaranya sembako, sayur-mayur, buah-buahan, makanan dan minuman olahan serta sejumlah kebutuhan lainnya.

Kegiatan bazar murah tersebut sekaligus menjadi ruang bagi TNI untuk berbagi dengan masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-81 TNI. TNI kuat bersama rakyat, Indonesia bermartabat, adil, dan makmur. (red-paputeng.com)

TNI-Polri Bersinergi dengan Masyarakat Bersihkan Taman Gizi

NABIRE – TNI-Polri bersama Pemerintah Kabupaten Nabire dan masyarakat melaksanakan kegiatan operasi bersih (opsih) di kawasan Taman Gizi, Nabire, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), serta masyarakat setempat. Opsih menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026 yang akan datang.

Kawasan Taman Gizi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tempat tersebut direncanakan menjadi lokasi relokasi pedagang UMKM yang selama ini beraktivitas di kawasan Pantai Nabire.

Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigjen TNI Vivin Alivianto, melalui Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kolonel Inf. Fajar Wibawa Angkasa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya Taman Gizi.

“Kami pihak TNI-Polri berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Nabire dan masyarakat melakukan kebersihan di Taman Gizi yang akan dijadikan tempat para pedagang eks Pantai Nabire,” kata Fajar, Jumat (18/9/2026).

Lanjut dikatakannya, kegiatan kebersihan ini diharapkan dapat mendukung kesiapan kawasan Taman Gizi sebelum dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas para pedagang.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Nabire, Konstantina Waray, mengatakan pihak Satpol-PP siap menjalankan tugas sesuai kewenangan Satpol-PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Kami siap mengamankan dan menjalankan perintah Bupati Nabire, sebagaimana kita ketahui bersama Taman Gizi merupakan aset Pemkab Nabire, “ujar Konstantina.

Dirinya menjelaskan, setelah kegiatan pembersihan selesai, pemerintah daerah akan melanjutkan pekerjaan dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk membongkar pagar dan tanggul di kawasan tersebut.

“Setelah bersih-bersih Taman Gizi, kemudian unit ekskavator akan melakukan perobohan pagar dan panggung sehingga view laut lepas nampak. Kami pun siap mengamankan jika terjadi hal yang mengganggu berjalannya proses perobohan,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya penataan kawasan Taman Gizi yang aman, nyaman, dan tertib guna mendukung aktivitas perdagangan dan penataan pedagang eks Pantai Nabire.(red-paputeng.com)

Puncak Harhubnas ke-55 di Nabire Diperingati Penuh Makna dalam Duka

NABIRE – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2026 tingkat Kabupaten Nabire berlangsung sederhana namun penuh khidmat. Upacara bendera yang digelar dalam rangka memperingati Harhubnas ke – 55 tersebut juga menjadi momentum untuk merefleksikan pentingnya keselamatan transportasi di tengah berbagai musibah yang terjadi pada sektor transportasi nasional.

Bupati Nabire, Mesak Magai, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, bupati membacakan sambutan Kementerian Perhubungan yang menyoroti berbagai peristiwa kecelakaan dan gangguan transportasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Peristiwa-peristiwa itu mengingatkan kita pada hal-hal mendasar dalam transportasi. Keselamatan dunia transportasi tidak boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang diawasi dan dibangun,” ujar Mesak saat membacakan sambutan Kemenhub itu.

Menurutnya, keselamatan menjadi tanggung jawab moral yang harus menjadi bagian dari kesadaran seluruh insan perhubungan. Kesadaran terhadap keselamatan tidak cukup hanya diwujudkan melalui aturan dan prosedur administratif, tetapi harus benar-benar hidup dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Hal tersebut dinilai semakin penting karena jajaran perhubungan berhadapan dengan lingkungan dan kondisi yang semakin pelik. Dalam beberapa waktu terakhir, sektor transportasi harus merespons berbagai situasi darurat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, erupsi beberapa gunung api, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.

“Menyikapi situasi seperti ini, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan. Berani menghentikan ketika kondisi tidak aman, namun cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terhenti , “imbuhnya.

Konektivitas untuk Masa Depan

Harhubnas Tahun 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Tema tersebut menekankan pentingnya konektivitas sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Konektivitas tidak sekedar dimaknai sebagai hubungan antarpulau dan antarkota, tetapi juga menghubungkan desa dengan kota, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan layanan pendidikan dan kesehatan.

Transportasi juga diharapkan mampu mempertemukan masyarakat dengan lapangan kerja, memperlancar distribusi bahan pangan, mendukung pergerakan industri, serta menghadirkan pelayanan negara di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Bupati Mesak menegaskan bahwa transportasi tidak sebatas persoalan kendaraan dan infrastruktur.

“Keberadaan sebuah pelabuhan dapat mengubah kehidupan sebuah pulau. Sebuah penerbangan perintis dapat mempersingkat perjalanan dan membuat sistem logistik lebih efisien,” ujarnya.

Dengan konektivitas yang semakin baik, hasil pertanian dari masyarakat dan produk dari wilayah pesisir (nelayan) diharapkan dapat menjangkau pasar dengan biaya distribusi yang lebih efisien sehingga masyarakat memperoleh harga yang lebih wajar.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya konektivitas antara pusat produksi dan pusat permukiman untuk menekan biaya angkutan dan logistik serta memperluas pemerataan pembangunan.

Keselamatan dan Teknologi digital 

Ke depan, jajaran perhubungan dituntut menjaga pelayanan transportasi keperintisan supaya masyarakat di wilayah 3T tetap terhubung. Hal itu dilakukan dengan memperkuat transportasi publik agar semakin layak, aman, dan menarik bagi masyarakat.

Selain itu, integrasi antarmoda transportasi perlu diperkuat sehingga perjalanan masyarakat antar pintu menjadi lebih mudah. Sistem logistik juga perlu terus diperbaiki agar konektivitas benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Perubahan tersebut, kata bupati perlu didukung pemanfaatan teknologi. Teknologi diharapkan dapat menjadi instrumen pengawasan yang mampu membuat pelayanan publik semakin transparan dan efektif.

“Teknologi digital harus menunjukkan dan berujung pada sesuatu yang nyata: perjalanan selamat, kebutuhan lebih baik, serta sistem logistik yang lebih tertib,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam pelayanan publik.

“Namun secanggih apa pun sistem teknologi digital, ujung pelayanan publik tetap dikendalikan manusia. Aplikasi pengawasan yang terstruktur dengan baik berpulang kepada integritas, kepedulian, dan keberanian kita mengambil keputusan yang benar,” pungkasnya.

Karena itu, tiga citra manusia perhubungan yang selama ini menjadi pedoman, tidak boleh sekadar dihafalkan. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata setiap insan perhubungan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. (red-paputeng.com)

SPWP Geruduk Kantor Dinas Pendidikan Papua Tengah, Desak Program MBG Dihentikan

NABIRE – Puluhan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah (Paputeng), Selasa (15/9/2026).

Massa aksi berasal dari sejumlah kabupaten di Papua Tengah, di antaranya Intan Jaya, Dogiyai, Puncak, Mimika, dan Nabire. Mereka bergerak dari titik kumpul di kawasan Kios Panjang, Pasar Karang Tumaritis, Nabire, menuju Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan potongan kardus yang berisi tulisan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi tersebut mengusung tuntutan penghentian program MBG di Papua Tengah. Para pelajar menilai kebutuhan utama anak-anak Papua bukan sebatas program makan gratis, melainkan akses pendidikan yang dinilai lebih penting untuk masa depan mereka.

“Kami para pelajar di Tanah Papua tidak membutuhkan MBG. Kami membutuhkan pendidikan gratis,” koar salah seorang perwakilan pelajar dari Kabupaten Intan Jaya di tengah aksi.

Massa yang terdiri dari pelajar tingkat SMP dan SMA serta beberapa siswa SD tersebut kemudian diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida Nawipa, didampingi Kepala Bidang Data, Yulianus Kuayo, serta sejumlah staf.

Dalam suasana dialogis, Nurhaida mendengarkan aspirasi yang disampaikan para peserta aksi. Ia juga menerima nota pernyataan yang berisi tuntutan SPWP terkait pelaksanaan program MBG di Papua Tengah.

Nurhaida mengatakan, aspirasi yang disampaikan massa akan diteruskan kepada pihak terkait yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan program MBG. Ia juga mengapresiasi aksi yang berlangsung aman dan tertib.

“Adik-adik, saya sampaikan terima kasih karena kalian semua melakukan aksi demo dengan aman dan tertib, tidak anarkis,” ujar Nurhaida.

Namun, Nurhaida menilai Kantor Dinas Pendidikan bukan merupakan pihak yang memiliki kewenangan untuk menghentikan program MBG. Menurutnya, keterlibatan Dinas Pendidikan dalam program tersebut lebih berkaitan dengan penyediaan data yang dibutuhkan pemerintah.

“Saya rasa kurang tepat adik-adik melakukan demonstrasi penghentian MBG di Dinas Pendidikan. Sangat tidak relevan. Tetapi, meskipun demikian, saya tetap menerima dan nota tuntutan ini akan saya teruskan kepada pihak yang memiliki wewenang,” jelasnya.

Khawatir MBG Diperluas ke Kabupaten Lain

Program MBG di Provinsi Papua Tengah saat ini disebut baru berjalan di dua kabupaten, yakni Nabire dan Mimika.

Meski demikian, massa SPWP mengaku khawatir program tersebut akan diperluas ke sejumlah kabupaten lain, seperti Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Puncak, dan Puncak Jaya.

Mereka juga menyinggung kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah pelajar di Indonesia, khususnya Nabire sebagai salah satu alasan penolakan terhadap program tersebut.

Menurut massa aksi, kejadian tersebut menjadi evaluasi penting sebelum program MBG diperluas ke wilayah lain di Papua Tengah. Mereka menuntut Pemerintah Pusat kasus keracunan puluhan ribu siswa di Nusantara dijadikan sebagai bencana nasional.

Massa SPWP menegaskan bahwa mereka menginginkan pemerintah lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi pelajar Papua dan meminta pelaksanaan program MBG di Papua Tengah dihentikan. Massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 12. 35 WIT. (red-paputeng.com)

RRI 81 Tahun: Wadah Kritik, Aspirasi, dan Gagasan Masyarakat

NABIRE — Memasuki usia ke-81 tahun, Radio Republik Indonesia (RRI) didorong untuk semakin memperkuat perannya sebagai lembaga penyiaran publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar menjadi corong pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI yang digelar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Nabire di Auditorium RRI Nabire, Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, yang mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakannya, Marthen menyampaikan apresiasi atas kiprah RRI selama 81 tahun sebagai lembaga penyiaran publik yang dipercaya masyarakat Indonesia, termasuk RRI Nabire yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyebarluasan informasi di Papua Tengah.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, RRI memiliki posisi strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“RRI memiliki peran strategis sebagai lembaga penyiaran yang dipercaya masyarakat di tengah gencarnya arus informasi,” ujar Marthen.

Namun, ia menegaskan, peran tersebut tidak semestinya berhenti pada pemberitaan kegiatan seremonial pemerintah maupun agenda pejabat.

RRI, kata dia, harus mampu menjadi ruang publik yang memberikan tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, sekaligus gagasan yang konstruktif.

“Pemerintah berharap RRI tidak sebatas menjadi corong pemerintah, mewartakan kegiatan seremonial pejabat, tetapi lebih menyasar kepada masyarakat. Sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dari program pembangunan,” tegasnya.

Ia menilai, suara masyarakat dari lapisan bawah justru menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan. Karena itu, pemberitaan mengenai dampak pembangunan harus disajikan berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar berdasarkan klaim atau laporan formal pemerintah.

“Dalam menyajikan manfaat yang dirasakan masyarakat bawah, semestinya warta itu pun sesuai fakta yang ada,” katanya.

Marthen juga mendorong RRI untuk terus menjaga independensi pemberitaan sekaligus mempercepat transformasi digital agar mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi menuntut lembaga penyiaran publik untuk tidak hanya mempertahankan eksistensi melalui siaran konvensional, tetapi juga memperkuat kehadiran di berbagai platform digital.

Di usia ke-81 tahun, RRI diharapkan semakin konsisten menjalankan mandatnya sebagai media publik—menyuarakan kepentingan masyarakat, mengawal pembangunan, membuka ruang kritik, serta menghadirkan informasi yang faktual dan berimbang.

Peringatan HUT ke-81 RRI Nabire tersebut turut dihadiri Ketua LPP RRI Nabire, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, para pensiunan pegawai RRI Nabire, sejumlah awak media, pegawai di lingkungan LPP RRI Nabire, simpatisan dan pemirsa setia RRI, serta tamu undangan lainnya.(red-paputeng.com)