NABIRE- PAPUTENG.COM- Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai dirasakan warga masyarakat Kabupaten Nabire, mulai dari jarak pandang yang masih terbatas, udara yang tercemar, debu, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Dinas Kabupaten Nabire mencatat jumlah warga terserang ISPA dikisaran angka 905 kasus. Kasus terbanyak dilaporkan dari wilayah kerja puskesmas Kalibumi kampung Waroki dengan 198 kasus. Data itu merupakan laporan dari 19 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) dalam wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire tercatat dari 24 – 28 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIT.
Hal itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numubogre, S.Kep N.S, M.Kes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Agustin Elvin, S.Kep, N.S Jum’at (27/8/26) di ruang kerjanya.

“Jumlah kasus ISPA di wilayah kerja Dinas Kabupaten Nabire dari 19 Fasyankes (puskesmas) yang melapor hingga hari ini, Jum’at 28 Agustus 2026 terekap mulai pukul 20.00 sebanyak 905 kasus, “kata Agustin.
Kasus terbanyak dilaporkan dari wilayah kerja puskesmas Kalibumi kampung Waroki yaitu 198 kasus. Waroki sendiri merupakan salah satu kelurahan dengan kasus kebakaran terhebat di Nabire sejak 21 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan sendiri menurut Agustin, menginisiasi pembentukan Posko Kesehatan yang berada di halaman kantor. Di Posko ini masyarakat mendapatkan pelayanan pengaduan keluhan, pengarahan tindakan lebih lanjut ke tempat Fasyankes (puskesmas) terdekat, dan pemberian masker.
“Sejak terjadi kebakaran yang pertama di Kampung Waroki dan sekitarnya, bapak Kepala Dinas mewanti-wanti untuk segera mendirikan posko, puji Tuhan walau sedikit terlambat Posko pelayanan kesehatan terealisasi, “terangnya.

Dari 19 puskesmas yang melapor, 905 kasus telah dilakukan terapis dan evaluasi kasus ISPA di Nabire sementara tergolong kasus ringan, belum pada kasus berat.
Data itupun bersifat sementara karena laporan dari berbagai Puskesmas terus diterima setiap saat.
Dinas kesehatan Nabire pun memastikan stok obat -obatan dan masker di Fasyankes wilayah kerjanya mencukupi, masyarakat tidak perlu khawatir. Baru-baru ini Pemprov Paputeng (Papua Tengah) telah menyalurkan bantuan masker guna menambah ketersediaan masker yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.
Agustin mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan. Namun andai terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah, ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker.

“Kami imbau kepada masyarakat, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, jika tidak ada keperluan. Jika terpaksa harus ke luar rumah jangan lupa untuk selalu memakai masker, “pungkasnya.
Kekeringan global yang melanda dampak elnino menurut beberapa pengamat cuaca belum terprediksi sampai kapan berakhir. Yang pasti udara di Nabire sudah cukup tercemar akibat terjadinya beberapa kasus kebakaran yang melanda kabupaten ini.(red-paputeng)




