NABIRE- PAPUTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Nabire bergerak cepat (gercep) dalam menangani kasus kekeringan dengan menggandeng TNI-Polri, melakukan koordinasi dengan OPD terkait, dan seluruh Kepala Distrik. Rapat koordinasi ini pun tercipta di aula inspektorat, Rabu (26/8/26).
Rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Mesak Magai diantaranya melahirkan keputusan strategis langkah antisipatif, meliputi pembentukan Posko induk di Kantor Dinas PUPR, posko – posko di setiap distrik dan titik – titik rawan kekeringan dan kebakaran.
“Kami akan mendirikan Posko induk di Kantor Dinas PUPR, Posko di tiap distrik dengan Kadistrik sebagai koordinator supaya penanganan cepat dan tepat, “ujarnya kepada wartawan selesai memimpin rapat.
Pemerintah pun akan menyediakan truk – truk pengangkut tangki air yang akan ditempatkan di beberapa titik yang dianggap paling rawan terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih, seperti di beberapa kelurahan di Distrik Nabire Barat.
“Nabire Barat merupakan lokasi yang sangat membutuhkan air bersih, di sana kami akan tempatkan beberapa truk pengangkut tangki air yang akan kami tempatkan di Meridian yang mudah dijangkau masyarakat, “terang Mesak.
Selain memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan air bersih, Pemkab Nabire memastikan stok sayur – mayur di beberapa pasar tradisional tercukupi dengan harga yang stabil.
Ia mengakui selama musim kemarau yang sedang berlangsung sudah dua bulan lebih produksi sayuran petani lokal menurun karena ketersediaan air tidak mencukupi untuk masa tanam. Harga sayur – mayur baik di pasar maupun pedagang eceran tidak mengalami perubahan, namun mengalami penurunan dalam jumlah volume.
“Produksi sayuran petani kita sudah menurun, tetapi pemerintah pastikan stoknya tidak terganggu, kita bisa datangkan dari luar Nabire, untuk harga yang saya dapat dari laporan para Kepala Distrik tidak mengalami kenaikan, cuma volume dalam kemasan dan ikatan sayuran menjadi lebih sedikit, “bebernya.
Selain sayuran yang menjadi fokus Pemerintah, telur dan daging ayam merupakan komoditas yang harus tetap terjaga stok dan harganya. Segenap usaha akan ditempuh pemerintah guna menekan laju inflasi. Namun bupati sedikit mengecualikan harga daging sapi yang kemungkinan naik di tengah Kekeringan yang melanda.
Ia pun menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk terus berhati-hati menjaga rumah dan lingkungan dengan tidak membakar lahan meskipun lahan milik pribadi, tidak membuang puntung rokok sembarangan, matikan listrik jika tidak diperlukan. “Kita patut bersyukur selama ini kebakaran tidak sampai menjalar ke rumah – rumah warga, sehingga korban jiwa dapat dihindari, “pungkasnya.(red-paputeng)





