Tim PORA Papua Tengah Perkuat Koordinasi Pengawasan Orang Asing

PAPUA TENGAH — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas instansi dalam mengawasi keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Papua Tengah.

Hal itu disampaikan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, H. Tumiran, dalam Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026, Rabu (26/8/2026).

Dalam sambutannya, Meki Nawipa mengapresiasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan rapat tersebut.

Menurutnya, pengawasan terhadap orang asing tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, kementerian/lembaga, serta instansi terkait lainnya.

“Keberadaan Tim Pengawasan Orang Asing atau Tim PORA sangat penting sebagai wadah koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Gubernur menjelaskan, Papua Tengah memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis serta karakteristik daerah yang beragam. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat agar setiap informasi mengenai keberadaan maupun aktivitas orang asing dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Ia berharap rapat Tim PORA tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pertukaran informasi antarinstansi.

“Jika ditemukan persoalan di lapangan, jangan menunggu sampai berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Segera lakukan koordinasi sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.

Di sisi lain, pengawasan terhadap orang asing diminta tetap dilakukan secara profesional dan sesuai peraturan perundang-undangan. Pemerintah tetap memberikan ruang bagi orang asing yang berada dan berkegiatan secara sah, namun memastikan seluruh aktivitas mereka sesuai dengan izin dan ketentuan yang berlaku.

Gubernur juga meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendukung pelaksanaan tugas Tim PORA, terutama dalam penyediaan data dan informasi yang dibutuhkan.

Melalui rapat tersebut, pemerintah daerah berharap tercipta kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pengawasan orang asing di Papua Tengah, termasuk dalam hal koordinasi, pertukaran data dan informasi, serta komunikasi antarlembaga.

“Setiap instansi harus memahami tugas dan kewenangannya, sehingga ketika diperlukan tindakan di lapangan, kita dapat bergerak dengan cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Ia menekankan, seluruh langkah pengawasan harus diarahkan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta kepentingan masyarakat dan daerah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua, kementerian/lembaga, perangkat daerah, TNI-Polri, dan seluruh anggota Tim PORA atas kerja sama yang telah dibangun.

Rapat Tim PORA Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 kemudian secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua Tengah melalui sambutan yang dibacakan H. Tumiran.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua beserta jajaran, perwakilan kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Tim PORA, unsur TNI dan Polri, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta anggota Tim PORA Tingkat Provinsi Papua Tengah.

Gubernur berharap rapat tersebut menghasilkan langkah-langkah konkret dan memperkuat sistem pengawasan orang asing di Papua Tengah melalui kerja sama lintas sektor yang lebih efektif, cepat, dan terkoordinasi.(red-paputeng)

Pemkab Nabire Pastikan Harga Telur dan Daging Ayam Stabil

NABIRE- PAPUTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Nabire bergerak cepat (gercep) dalam menangani kasus kekeringan dengan menggandeng TNI-Polri, melakukan koordinasi dengan OPD terkait, dan seluruh Kepala Distrik. Rapat koordinasi ini pun tercipta di aula inspektorat, Rabu (26/8/26).

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Mesak Magai diantaranya melahirkan keputusan strategis langkah antisipatif, meliputi pembentukan Posko induk di Kantor Dinas PUPR, posko – posko di setiap distrik dan titik – titik rawan kekeringan dan kebakaran.

“Kami akan mendirikan Posko induk di Kantor Dinas PUPR, Posko di tiap distrik dengan Kadistrik sebagai koordinator supaya penanganan cepat dan tepat, “ujarnya kepada wartawan selesai memimpin rapat.

Pemerintah pun akan menyediakan truk – truk pengangkut tangki air yang akan ditempatkan di beberapa titik yang dianggap paling rawan terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih, seperti di beberapa kelurahan di Distrik Nabire Barat.

“Nabire Barat merupakan lokasi yang sangat membutuhkan air bersih, di sana kami akan tempatkan beberapa truk pengangkut tangki air yang akan kami tempatkan di Meridian yang mudah dijangkau masyarakat, “terang Mesak.

Selain memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan air bersih, Pemkab Nabire memastikan stok sayur – mayur di beberapa pasar tradisional tercukupi dengan harga yang stabil.

Ia mengakui selama musim kemarau yang sedang berlangsung sudah dua bulan lebih produksi sayuran petani lokal menurun karena ketersediaan air tidak mencukupi untuk masa tanam. Harga sayur – mayur baik di pasar maupun pedagang eceran tidak mengalami perubahan, namun mengalami penurunan dalam jumlah volume.

“Produksi sayuran petani kita sudah menurun, tetapi pemerintah pastikan stoknya tidak terganggu, kita bisa datangkan dari luar Nabire, untuk harga yang saya dapat dari laporan para Kepala Distrik tidak mengalami kenaikan, cuma volume dalam kemasan dan ikatan sayuran menjadi lebih sedikit, “bebernya.

Selain sayuran yang menjadi fokus Pemerintah, telur dan daging ayam merupakan komoditas yang harus tetap terjaga stok dan harganya. Segenap usaha akan ditempuh pemerintah guna menekan laju inflasi. Namun bupati sedikit mengecualikan harga daging sapi yang kemungkinan naik di tengah Kekeringan yang melanda.

Ia pun menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk terus berhati-hati menjaga rumah dan lingkungan dengan tidak membakar lahan meskipun lahan milik pribadi, tidak membuang puntung rokok sembarangan, matikan listrik jika tidak diperlukan. “Kita patut bersyukur selama ini kebakaran tidak sampai menjalar ke rumah – rumah warga, sehingga korban jiwa dapat dihindari, “pungkasnya.(red-paputeng)

 

 

 

Menembus Dingin Kemarau Deiyai, LMA Salurkan Selimut untuk Para Lansia

DEIYAI — Di tengah balutan cuaca dingin akibat kemarau panjang yang merayap di tanah Deiyai, kehangatan hadir bagi para lanjut usia (lansia) di Kampung Wagete, Distrik Tigi, Kamis (27/8/2026).

Melalui sentuhan kepedulian nyata, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai menyalurkan bantuan selimut yang diserahkan langsung oleh Ketua LMA Deiyai, Bernard Pekei. Langkah ini menjadi ikhtiar bersama dalam mendampingi kelompok rentan menghadapi cuaca ekstrem malam hari.

Bernard Pekei menyampaikan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar pembagian bantuan fisik, melainkan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas napak tilas perjuangan para tetua yang turut membangun Deiyai.

“Kami dari LMA hanya bisa memberikan sedikit bantuan ini. Semoga selimut ini bisa menghangatkan dan bermanfaat bagi mama-mama dan bapak-bapak. Kami selalu mendoakan agar para orang tua kita senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” tutur Bernard.