Gubernur Buka Rakerprov dan Musprov Secara Resmi

NABIRE, Paputeng

Gubernur Meki Fritz Nawipa, didampingi jajaran Pengurus Pusat dan Daerah membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sekaligus Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua Tengah, Jum’at (27/6) di Auditorium RRI Nabire.

Dalam arahanya, Gubernur Papua Tengah mengatakan bahwa KONI mempuyai tugas yang tidak ringan, karena  memikul beban dan tanggung jawab berat yakni menciptakan atlet-atlet berprestasi.

“KONI berfungsi bagaimana anak bangsa berprestasi utamanya anak daerah,” ujarnya.

Gubernur berharap agar KONI   mampu mewujudkan dan menciptakan anak bangsa berprestasi dalam setiap Cabang Olahraga, utamanya anak-anak daerah. “Saya berharap Ketua KONI papua Tengah yang terpilih besok mempunyai kebijakan dan menejemen bukan sevat olahraga berprestasi tetapi bagaimana Memenej Tim.

“Kita orang Papua kadang bangga dengan sepakbola padahal yang bisa diraih hanya,1 (satu) medali emas, sementara yang bermain 11 sampai 20 orang lebih.

Sebenarnya kita rugi. Coba kira bicara tinju, ada 16 kelas, kita hanya butuh 16 orang.Kita fokus di 6 kelas dan enam orang.Dengan 6 orang bisa meraih 6 medali emas,” tutur Gubernur.

“Ini namanya efisien, ekonomis, tetapi efektif untuk membawa Papua Tengah kedepan. Sebaliknya kita bangga karena juara sepakbola, kita habiskan energi disana, tetapi kita lupa hanya mendapatkan 1 emas, dan kita tidak mampu bersaing dengan DKI Jakarta dan provinsi lainnya,” tambahnya.

Untuk itu Gubernur meminta agar KONI Papua Tengah fokus dengan cabang-cabang olahraga yang sangat besar peluangnya mendulang medali.

Meki Nawipa mencontohkan cabang olahraga yang besar peluang menghasilkan medali adalah Tinju, Lari dan Atletik

Lebih lanjut, Dia mengatakan setelah Pengurus KONI Provinsi Papua Tengah terbentuk baru membentuk Kepengurusan KONI Kabupaten agar satu komando, satu garis lurus, satu visi dan misi.

“Bicara olahraga itu tentang Papua Tengah dan Indonesia (nasional).Kita buat Rakerprov dengan adil dan transparan dan harus bersatu demi prestasi atlet-atlet Papua Tengah kedepan,” tegasnya.

Gubernur menyatakan bahwa dirinya siap menjadikan yang terbaik untuk Papua Tengah, namun perlu ada langkah-langkah strategis dan konkrit dengan duduk dan diskusi bersama-sama.

Diakhir, Gubernur mengharapkan agar KONI Kabupaten dipegang oleh Bupati setempat untuk mempermudah perihal perkembangan olahraga kedepan.

Pemprov juga menginginkan ada pembagian Cabor yang menjadi fokus di masing-masing KONI Kabupaten. “Kita bangga negara kasih kita provinsi sehingga kita bisa mengurus diri sendiri dan tentu menjadi tantangan bagaimana kita memajukan daerah kita terutama dalam bidang olahraga dan menunjukan kita berprestasi,” pungkasnya.(ing elsa)

Tidak Ikut Liga 4 Papua Tengah, KONI Dogiyai Fokus Benahi Cabor

NABIRE,PAPUTENG –

Ketua KONI Kabupaten Dogiyai, Simon Petrus Pekei mengatakan Tim Dogiyai tidak mengambil bagian dalam liga 4 Provinsi Papua Tengah.  Hal ini dikarenakan KONI Dogiyai baru dibentuk.

“KONI Dogiyai secara resmi baru terbentuk kepengurusan definitive dengan SK 03 Tahun 2024 tertanggal 18 Desember 2024 oleh KONI Provinsi Papua Tengah.  Maka, KONI Dogiyai telah mengambil Keputusan, awal tahun 2025 ini akan difokuskan Penguatan Kapasitas internal KONI dan Pembentukan setiap cabang olahraga (Cabor) di Kabupaten Dogiyai,” kata lelaki yang biasa disapa Simpetu ini kepada media ini, Senin sore (24/3/2025) di Nabire

Mantan Wakil Ketua I DPRD Dogiyai ini mengucapkan terimakasih kepada Asprov PSSI Papua Tengah yang sudah memberikan undangan.

“KONI Dogiyai juga menyampaikan permohonan maaf kepada Asprov Papua Tengah karena kali ini kami belum bisa berpartisipasi,”akunya.

Pasalnya sampai saat ini semua cabor belum terbentuk secara resmi. Untuk ke depan, kabupaten Dogiyai tentunya akan berpartisipasi dengan Pengurus Askab PSSI Dogiyai bersama Tim Sepak Bola yang lengkap. Tidak hanya sepak bola saja tapi semua Cabor akan berpartisipasi dalam iven-iven setiap Cabor.

Sementara itu, Sekertaris KONI Dogiyai, Pilemon Keiya meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten dan semua elemen yang ada di wilayah Lembah Kamuu, agar bersama mendorong bangkitnya olahraga pada setiap Cabor di seluruh Dogiyai.

Kedepannya dengan disertai harapan yang besar dapat terlahir berbagai atlit-atlit muda dari Dogiyai untuk Papua Tengah dan Indonesia.

“KONI Dogiyai akan lakukan pembentukan Cabor-Cabor secara terbuka di Dogiyai pada bulan April mendatang. Maka itu, semua atlit yang selama ini berkecimpung dalam dunia olahraga sesuai bidang masing-masing agar siapkan diri dan dapat berpartisipasi,”kata Keiya. (PK)