Ratusan Pekerja PT Kristalin Dievakuasi Pasca Penyerangan KKB di Musairo Makimi

Para Pekerja di PT Kristalin Eka Lestari saat di evakuasi oleh aparat Kepolisian
Para Pekerja di PT Kristalin Eka Lestari saat di evakuasi oleh aparat Kepolisian

NABIRE, PAPUTENG.com –

Aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi ratusan pekerja, terdiri dari warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI), yang merupakan karyawan perusahaan pertambangan emas PT Kristalin Eka Lestari pasca insiden penyerangan dan pembakaran pos keamanan perusahaan di kawasan tambang Musairo, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/2/2026).

Penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia secara mengenaskan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proses evakuasi berlangsung pada Minggu (22/2/2026) dengan total sekitar 159 pekerja berhasil dipindahkan ke lokasi aman. Jumlah tersebut terdiri dari 29 WNA dan 130 pekerja lokal. Setelah pendataan dilakukan, para pekerja WNI dipulangkan ke rumah masing-masing, sedangkan pekerja WNA untuk sementara ditempatkan di mess perusahaan.

Selain pekerja perusahaan, warga lokal yang berada di sekitar area tambang juga turut dievakuasi. Humas PT Kristalin, Maria Erari, menyebutkan bahwa di lokasi tersebut terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas pendulangan emas secara mandiri.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menjelaskan, evakuasi dilakukan sehari setelah insiden guna memastikan keselamatan seluruh pekerja yang masih berada di area perusahaan.

“Kami turun langsung bersama personel Polda Papua Tengah, Polres Nabire serta Brimob Batalyon A Nabire dan berkoordinasi dengan jajaran TNI. Fokus kami adalah memastikan seluruh pekerja, termasuk WNA, dalam kondisi aman,” ujarnya, Senin (23/2/2026) di Mapolres Nabire.

Proses evakuasi dilakukan dari Camp 37 menuju Polsek Makimi untuk pendataan dan pengamanan sementara. Aparat memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan lancar tanpa hambatan berarti.

Setelah proses administrasi selesai, para pekerja WNA kemudian dikawal menuju kantor PT Kristalin di wilayah Siriwini Bawah, Jalan Suci Nabire, sesuai koordinasi dengan pihak perusahaan. Sementara itu, pekerja WNI diantar kembali ke kediaman masing-masing di wilayah Lagari dan sekitarnya.

Kapolres menegaskan, aktivitas operasional PT Kristalin Eka Lestari untuk sementara dihentikan sambil menunggu perkembangan situasi keamanan di lokasi tambang. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi sekaligus perlindungan terhadap seluruh pekerja, khususnya tenaga kerja asing yang menjadi prioritas dalam proses evakuasi.

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi