NABIRE, PAPUTENG.com –
Dua sekolah dasar negeri ternama di Kabupaten Nabire, yakni SD Negeri 01 dan SD Negeri 03 Nabire, berharap adanya pembangunan ruang komputer dan perpustakaan guna menunjang proses pembelajaran serta pelaksanaan ujian berbasis teknologi.
Harapan tersebut mengemuka saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara nasional pada 20–30 April 2026.
Kepala SD Negeri 03 Nabire, Irianti Hasyim, menyampaikan bahwa hingga hari ketiga pelaksanaan TKA, kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti dan sesuai jadwal yang ditetapkan. Hal serupa juga dialami siswa di SD Negeri 01 Nabire. TKA di sekolah ini memasuki hari pertama.
Menurut Irianti, keberadaan ruang komputer sangat penting untuk mendukung efektivitas pelaksanaan ujian seperti TKA maupun Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). “Ketersediaan ruang komputer akan sangat membantu kinerja guru serta meningkatkan minat belajar siswa, terutama di bidang coding dan sains,” jelasnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya mengoptimalkan fasilitas yang ada, termasuk penggunaan laptop dan jaringan internet, sehingga pelaksanaan TKA tetap berlangsung lancar, aman, dan tertib. Sementara itu, Odi Msen mengungkapkan bahwa informasi terkait pelaksanaan TKA diterima setelah Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2026 disahkan.
“Kami harus meninjau ulang RKAS yang telah disepakati pada Oktober tahun lalu, karena informasi pelaksanaan TKA baru kami terima setelahnya,” ujarnya. Selain ruang komputer, kedua sekolah yang berlokasi di Jalan Pattimura, Kelurahan Morgo (Kota Lama), juga belum memiliki ruang perpustakaan sebagai sarana literasi bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida, saat melakukan kunjungan ke lokasi pelaksanaan TKA, menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. “Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kemajuan pendidikan di Papua Tengah,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan tindak lanjut terkait permintaan pembangunan ruang komputer dan perpustakaan di kedua sekolah tersebut.