NABIRE,PAPUTENG.com –
80 jamaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Nabire mengikuti pembekalan pra-keberangkatan sebelum diberangkatkan menuju asrama haji. Kegiatan ini digelar di Gedung Islamic Center dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nabire, Putra Aminudin, S.Kom., M.M.
Dalam arahannya, Putra Aminudin menyampaikan bahwa para jemaah dijadwalkan akan diterima secara resmi di Asrama Haji Makassar pada 9 Mei 2026, sebelum bertolak ke Jeddah pada 10 Mei 2026. Untuk mengantisipasi kendala teknis, rombongan calhaj Nabire akan diberangkatkan lebih awal pada 7 Mei 2026.
“Keberangkatan lebih awal ini bertujuan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan tahap akhir yang sangat menentukan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kesehatan dan kebugaran fisik menjadi faktor utama dalam pelaksanaan ibadah haji.
Pemeriksaan kesehatan tahap ketiga disebut sebagai tahapan krusial untuk menentukan kelayakan jemaah dalam melakukan perjalanan internasional. Selain itu, kesiapan logistik jemaah juga telah memasuki tahap akhir, ditandai dengan tibanya koper yang segera didistribusikan.
Putra turut memberikan apresiasi kepada Puskesmas Kotalama atas pendampingan intensif dan langkah preventif yang telah dilakukan guna menjaga kondisi kesehatan para jemaah. “Sinergi ini sangat penting untuk memastikan para tamu Allah tetap sehat selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, khususnya Wakil Bupati beserta jajaran, atas dukungan penuh dalam proses persiapan keberangkatan. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Apresiasi serupa disampaikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire yang telah menjalin koordinasi yang solid.

Dalam aspek pembinaan spiritual, Putra Aminudin mengapresiasi peran para pembimbing manasik, di antaranya K.H. Muhammad Darwis dan K.H. Rohimi, yang telah membekali jemaah dengan pemahaman mendalam terkait tata cara ibadah haji. Ia pun mengimbau para jemaah untuk fokus menjalankan ibadah sesuai dengan manasik yang telah dipelajari, tanpa diliputi keraguan.
Selain itu, jemaah juga diminta menjaga nama baik daerah dan negara selama berada di luar negeri. “Kurangi kegiatan yang tidak bermanfaat, jangan mencari viralitas. Fokuslah sepenuhnya pada ibadah,” tegasnya.
Menutup kegiatan pembekalan, Putra Aminudin meminta dukungan doa dari keluarga dan masyarakat. Ia juga berpesan agar keluarga yang ditinggalkan turut menjaga situasi rumah tangga, sehingga para jemaah dapat berangkat dengan tenang dan menjalankan ibadah dengan khusyuk di Tanah Suci.



