Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Tersier di Nabire Didorong Percepat Swasembada Pangan

Kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Robert Rouw, melakukan kunjungan kerja ke Daerah Irigasi Bumi Raya, Distrik Nabire Barat
Kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Robert Rouw, melakukan kunjungan kerja ke Daerah Irigasi Bumi Raya, Distrik Nabire Barat

 

NABIRE, PAPUTENG.com –

Upaya mendorong peningkatan produksi pertanian dan memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Nabire terus dilakukan melalui pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua bersama kelompok tani dan Kodam XVII/Cenderawasih menuntaskan sejumlah pekerjaan peningkatan jaringan tersier di wilayah sentra pertanian Nabire.

Program tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi nasional dalam rangka optimalisasi lahan (oplah) guna mendukung swasembada pangan.

Kepala Balai Wilayah Sungai Papua, Dave H. I. Muhaimin, ST, M.Eng menjelaskan, kebijakan tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur sumber daya air, mulai dari pembangunan bendungan, saluran irigasi, hingga pintu air agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan merata dan maksimal.

“Melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, kami mendapatkan dukungan anggaran optimalisasi lahan yang digunakan untuk peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Bumi Raya, Lagari, dan Yaro di Kabupaten Nabire, serta di SP 5 dan SP 7 Kabupaten Mimika,” ujarnya. Menurut Dave, pelaksanaan proyek dilakukan melalui tiga skema kerja sama.

Untuk wilayah Bumi Raya, pengerjaan dilakukan secara kolaboratif antara BWS Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, dan Kelompok Tani Bumi Raya. Sementara pekerjaan di Lagari, Yaro, serta wilayah Mimika dilaksanakan oleh pihak BUMN. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek sesuai target pelaksanaan, termasuk dukungan dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw, dalam mempercepat proses pencairan anggaran.

“Kami berterima kasih kepada seluruh rekan kerja yang telah menyelesaikan pembangunan tepat waktu, termasuk dukungan Bapak Robert Rouw yang membantu percepatan anggaran,” tambahnya.

Daerah Irigasi Kalibumi yang memiliki cakupan lahan sekitar 6.400 hektare dengan sumber air dari Sungai Kalibumi dinilai menjadi salah satu kawasan strategis pertanian di Nabire. Dengan peningkatan dan rehabilitasi jaringan tersier, kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya padi, secara signifikan. Pada era 1990-an, Kabupaten Nabire pernah dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Tanah Papua.

Dengan revitalisasi jaringan irigasi yang lebih tertata, pemerintah optimistis kejayaan sektor pertanian Nabire dapat kembali bangkit. Pembangunan jaringan irigasi yang baik diharapkan tidak hanya menopang produktivitas pertanian di Kabupaten Nabire, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan Papua Tengah secara menyeluruh. Dengan sistem pengairan yang lebih optimal, petani ditargetkan mampu meningkatkan frekuensi panen hingga tiga kali dalam setahun. (charge)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi