1.000 Bingkisan Takjil, Tali Kasih Nahdlatul Ulama Papua Tengah untuk Semua

Bagi - bagi takjil jelang waktu berbuka
Bagi - bagi takjil jelang waktu berbuka

NABIRE, PAPUTENG.com  –

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat Nahdlatul Ulama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nabire. Berkolaborasi dengan Indonesia Kijang Club (IKC) Nabire, mereka membagikan 1.000 paket takjil kepada para pengguna jalan di Poros Wadio SP 3, tepat di depan Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Tengah, Minggu (1/3/2026).

Mengusung tajuk “Berbagi Takjil Bersama Meraih Pahala”, kegiatan ini menyasar seluruh pengendara yang melintas tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun ras.

Ketua GP Ansor PCNU Kabupaten Nabire, Muhammad Kusisidi alLugos, menegaskan bahwa pembagian takjil tersebut merupakan wujud nilai kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

“Seribu bingkisan ini kami bagikan kepada semua pengendara yang melintas, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi lintas agama. Ini bagian dari komitmen kami menjaga toleransi,” ujarnya.

Menurut Kusisidi kegiatan tersebut merupakan hasil rembuk bersama GP Ansor di empat distrik, yakni Distrik Nabire, Nabire Barat, Wanggar, dan Makimi. Pengurus Cabang juga menginstruksikan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk terlibat aktif, termasuk dalam aspek pendanaan dan teknis pelaksanaan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan Kantor Sekretariat PWNU Papua Tengah, MUI Papua Tengah, serta Fatayat NU Papua Tengah sebagai pusat aktivitas organisasi di tingkat provinsi.

Sementara itu, Ketua Banser Nabire, Eko Purwanto, menilai pembagian takjil ini juga menjadi sarana pendidikan sosial bagi kader Ansor dan Banser dalam merawat keberagaman.

“Kami membagikan takjil kepada siapa pun yang melintas. Bukan hanya untuk yang berpuasa, tetapi untuk semua. Puasa mengajarkan kita mengoreksi diri dan menghargai sesama tanpa melihat perbedaan,” katanya.

Ia menambahkan, kemajemukan suku dan agama di Kabupaten Nabire justru menjadi kekuatan dalam membangun harmoni sosial. “Di sinilah letak toleransi kita, saling berbagi dan saling menghormati dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

Ketua IKC Nabire, Hubertus Ragil, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut mencerminkan kepedulian komunitas otomotif terhadap kehidupan sosial masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas, sekaligus mempertegas komitmen Nahdlatul Ulama Papua Tengah dalam merawat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi