Papua Tengah Siapkan 3 Juta Bibit Kakao, Petani Nabire Jadi Sasaran Penerima

NABIRE – PAPUTENG.COM – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah menyiapkan sekitar 3 juta bibit kakao untuk disalurkan kepada petani. Jutaan bibit tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas pembibitan (nursery) seluas 5 hektare di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Rafael Heri Nugroho, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri pembukaan Festival Kopi Papua Tengah, Kamis (29/10/2026).

Menurut Rafael, fasilitas pembibitan tersebut dikembangkan untuk menampung jutaan bibit kakao yang nantinya akan disalurkan kepada petani berdasarkan hasil verifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL). Fasilitas itu juga pernah ditinjau oleh Direktur Jenderal Perkebunan.

“Nursery ini seluas 5 hektare, berlokasi di Kampung Samabusa, dan mampu menampung sekitar 3 juta bibit. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan bersama Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, bibit ini akan kami salurkan kepada para petani kopi, ” ujar Rafael.

Ia menjelaskan, pengiriman bibit kakao dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kakao dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, jumlah bibit yang diterima sebanyak 200.000 batang, kemudian meningkat menjadi 500.000 batang hingga kini mencapai sekitar 3 juta bibit.

Seiring bertambahnya jumlah bibit, luas lahan pembibitan yang semula hanya 3 hektare diperluas menjadi 5 hektare agar mampu menampung bibit sesuai kapasitas yang dibutuhkan.

Rafael menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, dalam mendukung pengembangan komoditas kakao di Papua Tengah.

Ia berharap seluruh proses pemeliharaan bibit di fasilitas pembibitan berjalan optimal sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan siap disalurkan kepada petani yang memenuhi persyaratan.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire serta Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMP) dalam melakukan verifikasi calon penerima dan lokasi penanaman.

“Dengan jumlah bibit kakao yang begitu besar, kami berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire serta Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian untuk melakukan verifikasi. Kami sangat berhati-hati dalam menentukan calon petani dan calon lokasi (CPCL),” tuturnya.

Menurut Rafael, proses verifikasi tersebut penting untuk memastikan bibit diberikan kepada petani yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menanam serta merawat tanaman kakao hingga berproduksi.

Dengan pengelolaan yang baik, tanaman kakao diperkirakan mulai menghasilkan dalam kurun waktu 3–4 tahun setelah penanaman. Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap program ini dapat mendorong kebangkitan komoditas kakao di Nabire, sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan petani.

Penyaluran jutaan bibit tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan kakao di Nabire melalui pengembangan perkebunan yang terencana, tepat sasaran, dan berkelanjutan.(red-paputeng.com)

Lantik Pengurus GOW Nabire 2026–2030, Wabup Dorong Pemberdayaan Perempuan

NABIRE, PAPUTENG.COM – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, melantik Ketua dan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Nabire masa bakti 2026–2030 di Aula LPP RRI Nabire, Kamis (29/10/2026).

Pelantikan tersebut ditandai dengan pembacaan surat keputusan dan penyerahan pataka GOW kepada Ketua GOW terpilih, Ira Burhanudin.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan keikhlasan.

“Pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab baru untuk membawa GOW menjadi organisasi yang aktif, kompak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, GOW memiliki peran strategis sebagai wadah yang menyatukan berbagai organisasi wanita di Kabupaten Nabire. Meski berasal dari organisasi yang berbeda, seluruh anggota diharapkan memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam meningkatkan peran perempuan di lingkungan keluarga, masyarakat, serta pembangunan daerah.

Ia menegaskan, perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi, pendidik bagi generasi muda, serta pelopor dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan keharmonisan lingkungan.

Karena itu, Burhanuddin mengajak seluruh pengurus GOW untuk membangun kebersamaan, saling menghargai, dan memperkuat kerja sama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun organisasi.

Ia juga mendorong GOW menyusun program kerja yang sederhana, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa program yang dapat dikembangkan antara lain pemberdayaan ekonomi perempuan, pelatihan keterampilan, pendampingan keluarga, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Tidak perlu memulai dari kegiatan yang besar. Yang terpenting adalah program tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Burhanuddin berharap, berbagai program GOW nantinya dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun kampung-kampung, kawasan pesisir, dan pegunungan di Kabupaten Nabire.

Sebagai Pembina GOW Kabupaten Nabire, ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga kekompakan, menjalankan tugas dengan penuh semangat, serta mengutamakan kepentingan bersama dalam setiap pelaksanaan program organisasi.

Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjutnya, berharap GOW dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, terutama melalui peningkatan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat.

Menutup sambutannya, Burhanuddin kembali mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus GOW Kabupaten Nabire masa bakti 2026–2030. Ia berharap seluruh pengurus senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.

Dengan kepengurusan yang baru, GOW Kabupaten Nabire diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.(red-paputeng.com)