NABIRE, PAPUTENG.COM – Angka stunting di Provinsi Papua Tengah masih tergolong tinggi, mencapai sekitar 32,5 persen. Kabupaten Intan Jaya, Puncak, dan kabupaten di pegunungan/pedalaman disebut menjadi wilayah dengan angka kasus stunting cukup tinggi.
Kondisi tersebut mendorong Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Provinsi Papua Tengah memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mempercepat penanganan stunting.
Kepala Baperida Papua Tengah, Elieser Yogi, mengatakan hal tersebut di sela-sela Rapat Koordinasi Strategi Penguatan Intervensi Kesehatan dan Sinergi Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting serta Integrasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Nabire, Selasa (29/9/2026).
“Angka stunting di Papua Tengah terbilang tinggi, yaitu 32,5 persen. Kami sebagai perpanjangan pemerintah pusat memberikan pembinaan, koordinasi, dan komunikasi kepada kabupaten-kabupaten,” ujar Yogi.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan langkah strategis dan rencana konkret untuk mempercepat penurunan angka stunting di Papua Tengah. Forum itu juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai program dan intervensi yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah.
Untuk memperkuat hasil pembahasan, Pemprov Papua Tengah menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri serta para ahli di bidang penanganan stunting.
Yogi menjelaskan, upaya percepatan penurunan stunting juga sejalan dengan program Papua Tengah Bangkit yang telah diluncurkan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa.
Program tersebut menyasar kelompok yang dinilai rentan, khususnya balita dan ibu hamil, sebagai penerima manfaat.
“Program Papua Tengah Bangkit menyasar balita dan ibu hamil. Ini dinilai cukup tepat sasaran,” katanya.
Yogi menambahkan, persoalan stunting memiliki keterkaitan erat dengan kemiskinan ekstrem yang masih dihadapi sebagian masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pegunungan dan pedalaman Papua Tengah.
Menurutnya, kondisi geografis berupa wilayah yang terisolasi serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar menjadi salah satu tantangan dalam upaya menekan angka stunting.
“Tempat yang terisolasi dan akses yang terbatas menjadi alasan kuat mengapa angka stunting di Papua Tengah masih tinggi hingga hari ini,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah provinsi mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten, termasuk lintas sektor, agar intervensi penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.(red-paputeng.com)





