TPNPB Klaim Rampas Senpi Saat Serang Pos Keamanan di Makimi

NABIRE,PAPUTENG.com —

Kelompok bersenjata yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap pos keamanan di Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Dalam siaran pers yang beredar, juru bicara TPNPB menyebut pasukan yang dipimpin Mayor Aibon Kogoya melakukan serangan sekitar pukul 14.30 WIT. Mereka mengklaim berhasil merampas sejumlah senjata api, membakar pos militer, serta menembaki kendaraan perusahaan tambang yang berada di lokasi.

Menurut klaim tersebut, dua pucuk senjata jenis SS1, beberapa magazin berisi munisi, serta satu pistol jenis G2 Combat disebut telah dikuasai oleh kelompok tersebut.

Dua Korban Jiwa Dikonfirmasi Aparat

Sebelumnya pihak aparat keamanan membenarkan adanya insiden penyerangan dan pembakaran pos keamanan di wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menyatakan bahwa peristiwa itu menyebabkan dua orang meninggal dunia.

“Benar telah terjadi penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha yang menyebabkan dua orang meninggal dunia,” ujarnya. Minggu sore (22/2/2026).

Namun hingga kini, aparat belum merinci identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian karena proses identifikasi masih berlangsung.

Pos dan Kendaraan Dibakar

Sejumlah laporan media lokal menyebutkan bahwa selain menyerang pos pengamanan, pelaku juga menembaki kendaraan jenis Hilux milik perusahaan tambang sebelum akhirnya membakar fasilitas keamanan di lokasi.

Kelompok TPNPB dalam pernyataannya juga mengaitkan aksi tersebut dengan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang mereka sebut ilegal di wilayah operasi mereka.

 Aparat gabungan TNI–Polri telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan lanjutan. Pihak keamanan menyatakan kondisi Distrik Makimi saat ini dalam keadaan kondusif dan masyarakat diminta tetap tenang serta tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Penyelidikan terkait pelaku, motif, serta detail kejadian masih terus dilakukan oleh aparat berwenang. (lia)

Dua Korban Tewas dalam Penyerangan Pos Pengamanan PT Kristal di Nabire

Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Penyelidikan

NABIRE,PAPUTENG.com —

Insiden penyerangan bersenjata terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIT. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta kerusakan pada fasilitas perusahaan.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kedua korban dalam kejadian tersebut.

“Kami mengucapkan duka cita atas kejadian ini. Setelah menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan, olah TKP, dan evakuasi korban,” ujarnya kepada awak media di Nabire, Minggu (22/2/2026).

Korban Ditemukan dalam Kondisi Terbakar

Petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara reruntuhan bangunan pos pengamanan yang turut terbakar akibat insiden tersebut. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi serta autopsi.

Hingga kini, identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis karena kondisi jenazah mengalami luka bakar berat.

Kendaraan Perusahaan Ditembaki

Selain korban jiwa, aparat juga menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan di bagian depan. Kerusakan terlihat pada radiator mesin yang berlubang akibat proyektil.

Namun, penyidik belum menemukan selongsong peluru di sekitar lokasi kejadian. Aparat menduga penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter.

Aparat Kepolisian saat melakukan olah TKP kasus pembakaran di Distrik Makimi (ist/Humas SDC)
Aparat Kepolisian saat melakukan olah TKP kasus pembakaran di Distrik Makimi (ist/Humas SDC)

Empat Saksi Telah Diperiksa

Dari pemeriksaan awal, penyidik telah meminta keterangan empat orang saksi yang merupakan pegawai perusahaan. Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan diawali dengan suara tembakan dan terlihat sekitar tiga orang pelaku berada di lokasi.

Jumlah pelaku serta kronologi lengkap kejadian masih dalam pendalaman lebih lanjut.

Polisi: Tidak Berdasarkan Klaim Sepihak

Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan penyelidikan tidak dilakukan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan berbasis alat bukti,” tegas Yusuf.

Polisi juga mendalami informasi mengenai dugaan perampasan senjata. Namun hingga saat ini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas menjaga lokasi PT tersebut, sehingga informasi terkait senjata masih dalam proses penyidikan.

Aparat Tegaskan Penegakan Hukum

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur.

“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional untuk memastikan rasa aman masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan aparat telah melakukan pengejaran terhadap para pelaku sejak hari kejadian.

“Langkah pengamanan dan pengejaran terus dilakukan secara terkoordinasi, termasuk pemetaan serta profiling kelompok yang diduga terlibat,” katanya.

  Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap pelaku, motif penyerangan, serta memastikan identitas korban. Perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah proses investigasi menunjukkan hasil yang lebih komprehensif. (lia)

Kelompok Bersenjata Klaim Serangan di Nabire, Ketegangan Sempat Warnai Distrik Makimi

NABIRE, PAPUTENG.com

Suasana tenang di kawasan Jalan Musairo, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mendadak berubah tegang pada Sabtu siang (21/2/2026). Dalam rentang waktu sekitar satu setengah jam, sebuah Pos Pengamanan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kampung Biha dilaporkan diserang dan dibakar oleh kelompok bersenjata.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT itu tidak hanya meninggalkan kerusakan fasilitas keamanan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa. Aparat menyatakan dua orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto (ist)

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya penyerangan tersebut. Menurutnya, aparat segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar telah terjadi penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha, Distrik Makimi, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kendaraan milik perusahaan PT Kristalin yang ditembak OTK
Kendaraan milik perusahaan PT Kristalin yang ditembak OTK

Klaim Kelompok Bersenjata Masih Diverifikasi

Beberapa jam setelah kejadian, kelompok bersenjata yang mengatasnamakan TPNPB-OPM merilis pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam siaran pers yang disampaikan juru bicara mereka, Sebby Sambom, disebutkan bahwa pasukan di bawah pimpinan Aibon Kogoya melakukan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia sekitar pukul 14.30 WIT.

Kelompok tersebut mengklaim terjadi baku tembak, pembakaran pos militer, penembakan kendaraan, hingga perampasan sejumlah senjata api. Mereka juga menyatakan tidak ada korban dari pihak kelompok bersenjata.

Namun hingga kini, aparat keamanan menegaskan bahwa informasi tersebut masih merupakan klaim sepihak dan sedang dalam proses verifikasi.

Pos Pengamanan PT Kristalin yang dibakar OTK
Pos Pengamanan PT Kristalin yang dibakar OTK

Aparat Pastikan Situasi Kembali Kondusif

Pasca kejadian, aparat gabungan langsung mengamankan lokasi serta melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara. Pengumpulan keterangan saksi dan proses identifikasi korban masih berlangsung guna memastikan kronologi secara utuh.

Menurut aparat, kondisi keamanan di Distrik Makimi saat ini telah kembali kondusif, dan aktivitas masyarakat mulai berjalan normal di bawah pengawasan aparat keamanan.

Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas,” tegas Tri Purwanto.

Perhatian Dunia Usaha

Insiden tersebut turut menjadi perhatian PT Kristalin Ekalestari, perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Lagari. Deputy Director perusahaan, Teguh Arief Herlambang, menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di jalur akses menuju area perusahaan.

Ia menegaskan bahwa lokasi pos yang terbakar berada di luar wilayah operasional perusahaan.

“Kami menyayangkan kejadian tersebut dan masih menunggu pembaruan informasi dari para pemangku kepentingan terkait,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Perusahaan juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa serta mengapresiasi respons cepat aparat keamanan dalam menangani situasi di lapangan.

Menjaga Stabilitas di Tengah Kompleksitas Wilayah

Insiden di Makimi kembali memperlihatkan kompleksitas situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Tengah, di mana aktivitas masyarakat sipil, aparat keamanan, dan kawasan operasional ekonomi berada dalam ruang yang saling berdekatan.

Pengamat keamanan menilai kehati-hatian dalam penyebaran informasi menjadi kunci agar tidak memicu kepanikan publik maupun eskalasi konflik yang lebih luas.

Di tengah dinamika tersebut, masyarakat diharapkan tetap mengandalkan informasi resmi sembari menunggu hasil penyelidikan aparat yang masih berlangsung.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. (Tim Redaksi)