NABIRE, PAPUTENG.COM – Seorang pria berinisial Kismo (51) ditemukan tergeletak bersimbah darah di sebuah kamar rumah karaoke di kawasan Lokalisasi Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (23/10/2026).
Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan yang diduga berada bersama korban juga ditemukan dalam kondisi terluka. Perempuan tersebut mengalami luka sayatan pada bagian leher dan telapak tangan sehingga harus dilarikan ke RSUD Nabire untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus tersebut terungkap setelah kepolisian menerima laporan mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam sebuah kamar di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Reskrim Polres Nabire yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Bogi Tristanto mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama anggota Reskrim yang sedang bertugas dan seorang personel opsnal.
Petugas kemudian melakukan olah TKP dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan yang diperlukan untuk mengungkap rangkaian kejadian. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Kasat Reskrim Polres Nabire IPTU Bogi Tristanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum dapat memastikan kronologi maupun motif di balik peristiwa tersebut.
“Kami belum bisa menyimpulkan kronologi dan motif dari kejadian ini. Tim Inafis masih harus mendalami kasus ini, baik dari informasi para saksi, CCTV maupun temuan barang bukti di TKP,” ujar Bogi.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, korban laki-laki dan perempuan tersebut berada di dalam kamar ketika peristiwa terjadi. Keduanya mengalami luka akibat benda tajam, namun kondisi masing-masing korban masih dalam penanganan penyidik dan tenaga medis.
Kismo diketahui pernah menjalani hukuman pidana di Lapas Nabire sejak 2016 terkait perkara pembunuhan dan mutilasi terhadap istrinya. Namun, terkait keterkaitan riwayat hukum tersebut dengan peristiwa yang terjadi saat ini, kepolisian belum memberikan kesimpulan.
Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi mengenai kronologi maupun motif kejadian sebelum proses penyelidikan kepolisian selesai.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kronologi kejadian ini sebelum pihak kepolisian selesai melakukan penyelidikan hingga dapat diinformasikan kepada publik,” tegas Samuel.
Polisi masih mendalami sejumlah barang bukti, rekaman CCTV, serta keterangan saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka-luka.(red-paputeng.com)