Aparat TNI–Polri Tindak Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya di Nabire

NABIRE,PAPUTENG.com

Aparat gabungan TNI–Polri dari Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan tindakan tegas terhadap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, Senin (16/3/2026).

Dalam operasi tersebut, satu anggota KKB bernama Hurbianus Mirip dilaporkan meninggal dunia. Ia diketahui merupakan bagian dari kelompok Kodap III D Dulla pimpinan Aibon Kogoya serta masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa tindakan dilakukan secara terukur setelah aparat melakukan operasi di lokasi.

Menurut pihak kepolisian, Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah, di antaranya:

  • Pembunuhan dua anggota Brimob pada Agustus 2025
  • Penembakan terhadap warga dan aparat di Kali Semen
  • Pemalangan Jalan Trans Nabire–Paniai
  • Kontak tembak dengan aparat di Bukit Doa
  • Penyerangan pos TNI di area PT Kristalin pada Februari 2026

Selain itu, kelompok tersebut juga diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota polisi di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan terus melakukan upaya penegakan hukum untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Aparat memastikan akan terus memantau situasi keamanan di wilayah Papua Tengah guna menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. (ER)

 

Satgas ODC 2026 Ringkus Satu Pelaku Kasus Kekerasan dan Perampasan Senpi di Mile 50

TIMIKA,PAPUTENG.com  –

Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 kembali mengungkap perkembangan kasus kekerasan dan perampasan senjata api yang terjadi di Mile 50, kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 11 Februari 2026 lalu.

Kepala Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo  dalam keterangannya kepada media, Jumat (6/3/2026), menyampaikan bahwa aparat berhasil mengamankan satu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

“Pada Kamis, 5 Maret 2026, kami berhasil mengamankan salah satu pelaku atas nama Kalimak Wanimbo alias Lalam Wanimbo alias Jengkol Lalam. Pelaku ini berperan dalam perencanaan aksi kekerasan sekaligus perampasan senjata api yang dilakukan oleh kelompok Jeki Murib dan kawan-kawan,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Ia menjelaskan bahwa pelaku berperan sebagai perantara yang menghubungkan korban dengan para pelaku agar dapat menumpang kendaraan TNI menuju kawasan Tembagapura.

Setibanya di kawasan Mile 50 Tembagapura, korban kemudian diserang oleh kelompok pelaku. Dalam peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia, yakni Sertu Arifin Cepa dan seorang warga sipil bernama Erman Rustaman, sementara satu anggota TNI lainnya, Serka Hendrikus, mengalami luka berat.

Penangkapan Kalimak Wanimbo di Ilaga, Kabupaten Puncak, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya terhadap pelaku lain, yakni Nis Kogoya, yang diamankan pada 17 Februari 2026 di SP-3 Timika, Kabupaten Mimika.

“Nis Kogoya berperan menyiapkan kendaraan yang digunakan oleh Jeki Murib dan kelompoknya untuk menuju rumah korban almarhum Sertu Arifin Cepa, serta ikut terlibat dalam perencanaan aksi kekerasan tersebut,” jelasnya.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan secara intensif, diketahui bahwa Kalimak Wanimbo juga kerap berkomunikasi dengan salah satu pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB), yakni Aibon Kogoya.

Terhadap kedua pelaku, penyidik menjerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 458 ayat (3) KUHP, Pasal 479 ayat (3) KUHP, Pasal 468 ayat (2) KUHP, serta Pasal 262 ayat (3 dan 4) KUHP juncto Pasal 21 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Keduanya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup.

“Kami memang harus bersabar, pelan namun pasti. Kami berkomitmen bahwa negara hadir tidak hanya untuk menjaga perdamaian di Tanah Papua, tetapi juga menegakkan hukum terhadap aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani,  menegaskan bahwa penangkapan pelaku merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menegakkan hukum terhadap setiap aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua.

“Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan dalam melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus secara intensif. Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan kelompok Jeki Murib. Satgas Ops Damai Cartenz berkomitmen menegakkan hukum secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan profesional dan terukur demi menjaga stabilitas keamanan di Papua,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga,  juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mendukung upaya aparat dalam menjaga keamanan di wilayah Papua.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan serta terus mendukung aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Peran serta masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan,” ujarnya.

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui penegakan hukum terhadap setiap aksi kekerasan yang mengganggu keselamatan masyarakat. (ER)

Aparat Kuasai Markas KKB dan Sita Uang Puluhan Juta dan 561 Butir Amunisi

NABIRE,PAPUTENG.com  —

Aparat gabungan TNI–Polri berhasil menguasai markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III, Dulla Aibon Kogoya, setelah terjadi kontak tembak pada Minggu (1/3/2026) malam sekitar pukul 22.40 WIT.

Operasi penegakan hukum tersebut melibatkan Satgas Habema, Satgas Rajawali, serta Satgas Operasi Damai Cartenz-2026. Kontak tembak terjadi saat aparat mendekati lokasi persembunyian kelompok bersenjata di wilayah Nabire, Papua Tengah.

Menurut aparat, kelompok bersenjata melakukan perlawanan ketika personel gabungan tiba di lokasi sehingga baku tembak tidak terhindarkan. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri dan meninggalkan markas beserta sejumlah perlengkapan logistik.

Ratusan Amunisi Disita

Dalam penggeledahan markas, aparat mengamankan berbagai barang bukti penting, antara lain:

  • 561 butir amunisi berbagai kaliber
  • 10 magazen senjata api jenis SS1 dan AK-101
  • 12 unit telepon genggam
  • 5 unit handy talky (HT)
  • Uang tunai Rp79.900.000

Selain itu, dua telepon genggam yang ditemukan diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya, termasuk anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam serangan tahun lalu serta seorang petugas keamanan dalam kasus pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire.

Ratusan amunisi yang disita aparat gabungan di Markas KKB Pimpinan Aibon Kogoya
Ratusan amunisi yang disita aparat gabungan di Markas KKB Pimpinan Aibon Kogoya

Aparat Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan operasi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.

Ia menyatakan aparat akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata hingga mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Penyisiran Masih Berlangsung

Hingga kini aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu anggota kelompok yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum disebut akan terus dilakukan secara terukur dan profesional untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua. (ER/red)

Bukan Pos TNI ! Kapendam Cenderawasih Luruskan Informasi Penyerangan di Makimi

JAYAPURA,PAPUTENG.com –

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan dan pembakaran pos yang terjadi di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).

Kapendam menegaskan bahwa lokasi yang menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan pos milik TNI, melainkan Pos Keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL). Pos tersebut dikenal masyarakat setempat sebagai Pos Palang karena berada di luar area operasional perusahaan.

“Perlu kami luruskan bahwa yang dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan,” ujar Kapendam.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban. Salah satunya adalah anggota TNI, Serda Hamdani, personel Deninteldam XVII/Cenderawasih yang tengah melaksanakan tugas monitoring wilayah di Nabire. Korban lainnya merupakan warga sipil bernama Aksay Sandika Moho, yang diketahui sebagai karyawan PT KEL.

Kapendam XVII/Cenderawasih menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan serta keikhlasan.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu jenazah korban telah dikenali pihak keluarga melalui tanda khusus pada bagian mulut. Sementara itu, jenazah Serda Hamdani pada 23 Februari 2026 telah diberangkatkan ke Maros, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.

“Jenazah Serda Hamdani telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” jelasnya.

Terkait informasi adanya senjata yang diduga dirampas dalam insiden tersebut, pihak Kodam XVII/Cenderawasih masih melakukan investigasi lebih lanjut. Kondisi lokasi kejadian yang hangus terbakar menjadi kendala sehingga diperlukan pendalaman secara menyeluruh.

“Saat ini masih dilakukan investigasi untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” tambahnya.

Hingga kini aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan di sejumlah wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. (rls/red)

 

Ratusan Pekerja PT Kristalin Dievakuasi Pasca Penyerangan KKB di Musairo Makimi

NABIRE, PAPUTENG.com –

Aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi ratusan pekerja, terdiri dari warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI), yang merupakan karyawan perusahaan pertambangan emas PT Kristalin Eka Lestari pasca insiden penyerangan dan pembakaran pos keamanan perusahaan di kawasan tambang Musairo, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/2/2026).

Penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia secara mengenaskan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proses evakuasi berlangsung pada Minggu (22/2/2026) dengan total sekitar 159 pekerja berhasil dipindahkan ke lokasi aman. Jumlah tersebut terdiri dari 29 WNA dan 130 pekerja lokal. Setelah pendataan dilakukan, para pekerja WNI dipulangkan ke rumah masing-masing, sedangkan pekerja WNA untuk sementara ditempatkan di mess perusahaan.

Selain pekerja perusahaan, warga lokal yang berada di sekitar area tambang juga turut dievakuasi. Humas PT Kristalin, Maria Erari, menyebutkan bahwa di lokasi tersebut terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas pendulangan emas secara mandiri.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menjelaskan, evakuasi dilakukan sehari setelah insiden guna memastikan keselamatan seluruh pekerja yang masih berada di area perusahaan.

“Kami turun langsung bersama personel Polda Papua Tengah, Polres Nabire serta Brimob Batalyon A Nabire dan berkoordinasi dengan jajaran TNI. Fokus kami adalah memastikan seluruh pekerja, termasuk WNA, dalam kondisi aman,” ujarnya, Senin (23/2/2026) di Mapolres Nabire.

Proses evakuasi dilakukan dari Camp 37 menuju Polsek Makimi untuk pendataan dan pengamanan sementara. Aparat memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan lancar tanpa hambatan berarti.

Setelah proses administrasi selesai, para pekerja WNA kemudian dikawal menuju kantor PT Kristalin di wilayah Siriwini Bawah, Jalan Suci Nabire, sesuai koordinasi dengan pihak perusahaan. Sementara itu, pekerja WNI diantar kembali ke kediaman masing-masing di wilayah Lagari dan sekitarnya.

Kapolres menegaskan, aktivitas operasional PT Kristalin Eka Lestari untuk sementara dihentikan sambil menunggu perkembangan situasi keamanan di lokasi tambang. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi sekaligus perlindungan terhadap seluruh pekerja, khususnya tenaga kerja asing yang menjadi prioritas dalam proses evakuasi.

Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap KKB Male Telenggen di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA, PAPUTENG NEWS  –

Personel Satgas Ops Damai Cartenz berhasil menangkap Male Telenggen, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Puncak Jaya. Penangkapan dilakukan di sebuah honai di Kampung Wuyuneri, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu (19/7/2025) sekitar Pukul 16.41 WIT.

Sebelumnya keberadaan Male Telenggen telah terdeteksi melalui observasi udara. Setelah lokasi dipastikan, Tim Satgas segera melakukan penindakan dan mengamankan Terhadap pelaku. Saat ini, yang bersangkutan telah dibawa ke Polres Puncak Jaya untuk proses hukum lebih lanjut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menegakkan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

“Male Telenggen masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia diduga terlibat dalam dua kasus pembunuhan, yakni penembakan terhadap Serka Jefri pada 15 Agustus 2024 di Sport Center, Kampung Luguneri, Distrik Pagaleme, serta pembunuhan terhadap warga sipil Edi Hermanto di Pasar Sentral Kota Mulia pada 12 Juli 2025. Dalam aksi terakhir, Male Telenggen berperan sebagai pengendara motor yang membonceng pelaku penembakan bernama Nanubingga Enumbi,”bebernya.

Male Telenggen diketahui merupakan anggota pasukan KKB Yambi yang berada di bawah komando Lekagak Telenggen.

Dalam penangkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni :

– 1 unit handphone merek Samsung

– 2 buah noken

– 1 buah noken kepala

– 9 buah kalung

– 1 buah jaket berwarna cokelat

Hingga kini, Tim Satgas Operasi Damai Cartenz masih terus melakukan pengembangan, khususnya terkait keberadaan senjata api yang masih dikuasai oleh kelompok Male Telenggen dan jaringan KKB lainnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

“Penyelidikan masih terus berlangsung. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitarnya,”pungkasnya. (Rilis/Julia)