Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Danrem 173/PVB Ikuti Secara Video Conference

Nabire – PAPUTENG.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional pada Sabtu (16/5/2026) dari Kabupaten Nganjuk.

Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Acara peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat negara dan pimpinan lembaga, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Dalam sambutannya melalui video conference, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih menjadi bukti nyata kekuatan dan kemampuan bangsa Indonesia.

“Kalau kita cari di mana pun, di negara manapun tidak ada peresmian koperasi seribu lebih. Secara fisik gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugas-petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, kendaraan ada, truk, motor roda tiga ada. Saya kira ini momen yang penting,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan, jumlah koperasi yang sebenarnya siap diresmikan mencapai lebih dari 1.300 unit. Namun pemerintah memilih 1.061 koperasi yang dinilai benar-benar siap beroperasi agar pelaksanaannya tidak terkesan dipaksakan.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang mampu bekerja cepat dan terukur. Ia juga menepis anggapan negara lain yang menilai Indonesia sebagai bangsa lemah.

“Negara luar yang menganggap bangsa kita bangsa yang lemah, mereka salah. Indonesia kuat, Indonesia hebat. 1.061 koperasi, 1.061 material, 1.061 sistem, kita resmikan secara nasional. Ini prestasi yang luar biasa,” tegasnya.

Di Kabupaten Nabire, kegiatan peresmian dipusatkan di Gedung KDKMP SP2, Kali Semen, Distrik Nabire Barat. Acara tersebut diikuti Komandan Resor Militer 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto bersama Kasiter 173/PVB, Kapolda Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diwakili Sekda Marten Ukago, Dandim 1705/Nabire, Wakil Bupati Nabire, serta unsur Forkopimda lainnya.

Usai kegiatan, Brigjen TNI Vivin Alivianto mengungkapkan pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire, menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait distribusi material bangunan.

“Di sini Papua Tengah, khususnya Nabire, pembangunannya sedikit terkendala dengan ketersediaan material karena medan atau letak geografis dan cuaca. Material tertentu kami datangkan dari luar Nabire. Jika cuaca bagus bisa didatangkan dua kali dalam sebulan, jika cuaca buruk hanya satu kali saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis dan cuaca ekstrem turut menyebabkan perbedaan harga material yang cukup signifikan dibandingkan wilayah lain seperti Jawa dan Kalimantan. “Karena faktor geografis dan cuaca kita yang cukup ekstrem, maka ada perbedaan harga yang cukup signifikan.

Syukur bapak presiden sudah memahami hal itu dan harga bisa disesuaikan dengan kondisi daerah,” tambahnya. Menurut Danrem, keberadaan Koperasi Merah Putih memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa dan kelurahan.

Program tersebut juga dinilai berkorelasi langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan kampung nelayan. “Kuota kami di wilayah Papua Tengah sebanyak sembilan unit, tujuh di Kabupaten Nabire dan dua di Timika. Pembangunan di sini di SP2 kami targetkan selesai bulan Juni tahun ini,” pungkasnya. (red-paputeng)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi