Distrik Moora dan Napan Siapkan 100 Hektare Lahan untuk Pengembangan Kelapa

NABIRE, PAPUTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan terus mendorong pengembangan sektor perkebunan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi program pengembangan tanaman kelapa seluas 100 hektare di Distrik Moora dan Distrik Napan, Senin (1/6/2026).

Program yang didukung Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Ronald Wilson Manuaron, mengatakan komoditas kelapa memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena permintaan pasar terhadap berbagai produk turunannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Permintaan kelapa, baik dalam bentuk kelapa bulat, kopra maupun sabut kelapa, terus mengalami peningkatan. Ini menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).

Ronald menjelaskan, lahan pengembangan seluas 100 hektare tersebut akan tersebar di sejumlah kampung pada dua distrik kepulauan. Di Distrik Moora, lokasi pengembangan meliputi Kampung Arui, Moor Yumbai, dan Kama.

Sementara di Distrik Napan, program akan difokuskan di Kampung Mosan. Menurutnya, masyarakat di kedua distrik tersebut telah lama membudidayakan kelapa secara alami.

Bahkan pada tahun 2019, produksi kelapa sempat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun, tingginya produksi saat itu tidak diimbangi dengan harga jual yang memadai.

“Pada periode 2019 produksi kelapa meningkat cukup signifikan. Sayangnya, harga kelapa bulat saat itu hanya berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500 per buah. Bahkan dalam beberapa kondisi hasil panen sulit terserap pasar,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan pemasaran dan meningkatkan nilai jual komoditas kelapa, Dinas Perindustrian dan Dinas Perkebunan Kabupaten Nabire membangun Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Worbak pada tahun 2022 di Kampung Nifasi, Distrik Makimi.

Keberadaan sentra tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap harga jual kelapa di tingkat petani. Harga kelapa bulat yang sebelumnya rendah kini berangsur naik menjadi sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per butir.

Selain berfungsi sebagai pusat penampungan kelapa bulat, Sentra IKM Worbak juga mengembangkan produk turunan berupa kopra dan arang briket yang dipasarkan hingga ke Surabaya dan Palu.

Kegiatan sosialisasi pengembangan kelapa ini turut dihadiri tim dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Dirjenbun Kementan) RI, perwakilan Bidang Perkebunan Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah, serta tim dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, tim Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan kelompok tani di Distrik Moora dan Napan yang dinilai sangat antusias menyambut program pemerintah.

“Kami merasa bangga melihat semangat masyarakat yang begitu tinggi terhadap program pengembangan kelapa ini. Antusiasme para petani menjadi bukti bahwa potensi pertanian dan perkebunan di wilayah ini sangat besar untuk dikembangkan,” ujar Rasyid dari Dirjenbun Kementan RI.

Melalui program pengembangan kelapa seluas 100 hektare yang akan direalisasikan pada tahun 2026, pemerintah berharap masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.

Selain membuka peluang ekonomi baru bagi petani, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produksi perkebunan daerah serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire.(red-paputeng)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi