Sampah dan Praktik SPBU Nakal Jadi Sorotan DPRK Nabire

NABIRE – PAPUTENG.COM – Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolina Worabay, menyoroti dua persoalan yang dinilai masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Nabire, yakni rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya serta dugaan praktik pelayanan BBM subsidi yang tidak sesuai aturan di sejumlah SPBU.

Hal itu disampaikan Nancy saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Operasi Damai Cartenz Noken 2026 di Nabire, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan menunjukkan rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Padahal, perilaku tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, bau tidak sedap hingga gangguan kesehatan masyarakat.

“Masih banyak warga Nabire yang membuang sampah secara sembarangan. Pernah saya memergoki warga yang melempar sampah begitu saja ke truk pengangkut yang sudah berjalan, sehingga sampah berhamburan di jalan,” ujar Nancy.

Ia mengaku sering merasa prihatin melihat kondisi tersebut. Bahkan, tidak jarang dirinya harus turun langsung dari kendaraan untuk memungut sampah yang tercecer di jalanan. Padahal, pemerintah daerah telah menyediakan sejumlah fasilitas tempat pembuangan sampah untuk digunakan masyarakat.

Nancy menilai berbagai upaya sosialisasi yang dilakukan pemerintah, termasuk melalui rumah-rumah ibadah, belum memberikan hasil yang maksimal. Karena itu, ia meminta dukungan para kepala suku, tokoh kerukunan, dan paguyuban untuk ikut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya berharap kepala suku, kerukunan, dan paguyuban dapat membantu memberikan pemahaman kepada warga agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Selain persoalan sampah, Nancy juga menyoroti dugaan praktik pelayanan BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan di sejumlah SPBU, seperti pengisian tanpa barcode dan penjualan BBM menggunakan jeriken atau dirigen.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu terjadi insiden ledakan kendaraan di salah satu SPBU di Nabire yang diduga berkaitan dengan pengangkutan BBM menggunakan wadah penampung di dalam kendaraan. “Kemarin di sebuah SPBU ada mobil yang meledak saat mengisi BBM. Saya langsung turun mengecek ke lokasi. Saya meyakini ledakan itu dipicu oleh BBM yang ditampung dalam dirigen-dirigen di dalam mobil. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Nancy mengatakan, hasil investigasi awal menemukan adanya indikasi yang menjadi pemicu terjadinya ledakan tersebut. DPRK Nabire pun berencana memanggil pihak pengelola SPBU serta petugas yang melayani pengisian BBM guna meminta klarifikasi.

Ia juga meminta aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan di SPBU guna mencegah berbagai praktik pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Selain itu, keberadaan antrean panjang kendaraan di sekitar SPBU juga dinilai sering menimbulkan kemacetan dan mengganggu aktivitas warga.

Nancy berharap Polres Nabire maupun Polda Papua Tengah dapat menindak tegas pihak-pihak yang melakukan intimidasi terhadap petugas SPBU agar tetap melayani pengisian BBM menggunakan dirigen.

“Saya pernah berdialog dengan petugas pengisian BBM yang mengaku kerap mendapat ancaman apabila tidak melayani permintaan pengisian BBM menggunakan dirigen,” pungkasnya. (Red-paputeng)