Disnakbun Nabire Siapkan Penyaluran 1.000 Bibit Ayam Kamper untuk Peternak OAP

NABIRE, PAPUTENG.COM – Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Nabire menyiapkan program penyaluran sebanyak 1.000 bibit ayam kampung super (ayam kamper) kepada peternak Orang Asli Papua (OAP), baik secara individu maupun melalui kelompok ternak.

Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada Desember 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas sektor peternakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Disnakbun Kabupaten Nabire, Fransesco, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sarana pendukung berupa box media ayam untuk memudahkan proses distribusi kepada para penerima manfaat.

“Secara bertahap kami mendatangkan box sebagai sarana pendukung agar mobilisasi dan pembagian ayam kepada peternak lebih mudah, praktis, dan aman,” ujar Fransesco kepada awak media, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, bibit ayam kampung super tersebut akan didatangkan dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam bentuk Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari. Sebelum disalurkan kepada masyarakat, bibit tersebut akan dipelihara terlebih dahulu dengan melibatkan pihak profesional.

“Bibit yang kami terima berupa DOC. Selanjutnya akan kami besarkan dan pelihara terlebih dahulu dengan menggandeng pihak ketiga yang berpengalaman agar pertumbuhan ayam lebih optimal. Setelah berusia sekitar tiga hingga empat bulan, baru akan disalurkan kepada peternak,” jelasnya.

Menurut Fransesco, strategi tersebut dilakukan untuk menekan angka kematian ayam yang kerap terjadi saat proses distribusi maupun pemeliharaan di tingkat peternak. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan program bantuan ternak yang diberikan pemerintah.

Ia menambahkan, ayam kampung super memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan ayam kampung yang umumnya dipelihara secara tradisional oleh masyarakat.

“Jenis ayam ini memiliki kualitas di atas ayam kampung yang selama ini banyak dibudidayakan secara tradisional. Kami berharap para penerima manfaat dapat mengembangkan usaha ternak ini secara berkelanjutan, baik untuk produksi daging maupun pembibitan, sehingga mampu menopang perekonomian keluarga dan kelompok,” pungkasnya.

Melalui program tersebut, Disnakbun Nabire berharap sektor peternakan rakyat semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat OAP di Kabupaten Nabire. (red-paputeng)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi