NABIRE, PAPUTENG.COM – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi meluncurkan Program BANGKIT (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh) sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan penurunan angka stunting di wilayah Papua Tengah.
Peluncuran program tersebut digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (21/7/2026), dan menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah yang menyasar anak usia dini dari keluarga Orang Asli Papua (OAP).
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp350 ribu per anak usia 0 hingga 4 tahun bagi penerima manfaat yang memenuhi kriteria.
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program BANGKIT menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun kualitas generasi Papua Tengah sejak usia dini.
“Hari ini kita meluncurkan Program BANGKIT Papua Tengah,” ujar Meki Fritz Nawipa saat acara peluncuran.
Sekretaris Bersama (Sekber) Program BANGKIT, Elizer Yogi, menjelaskan bahwa pada tahap awal pelaksanaan tahun 2026, terdapat empat kabupaten yang ditetapkan sebagai pilot project, yakni Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Puncak Jaya.

Menurutnya, pemilihan empat kabupaten tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa wilayah tersebut mewakili sebagian besar suku yang ada di Papua Tengah, sehingga diharapkan dapat menjadi model implementasi program sebelum diperluas ke seluruh kabupaten.
“Dana yang kami salurkan ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2026 yang diperuntukkan bagi Orang Asli Papua (OAP). Di empat kabupaten tersebut hampir mewakili suku-suku yang ada di Papua Tengah,” kata Elizer Yogi.
Ia menambahkan, sumber pendanaan Program BANGKIT berasal dari Dana Otsus Papua Tengah Tahun Anggaran 2026. Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk mendukung pelaksanaan program pada tahun pertama.
Dalam pelaksanaannya, Sekretariat Bersama Provinsi Papua Tengah akan membentuk Sekber di masing-masing kabupaten penerima manfaat. Tim tersebut bertugas melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan agar penyaluran dana tepat sasaran.
Selain itu, Sekber Provinsi juga akan memberikan pembekalan dan pendampingan teknis kepada Sekber kabupaten dengan menggandeng program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar).
“Selain peluncuran yang telah terlaksana, kami memberikan wawasan, pembekalan, dan pendampingan kepada Sekber di kabupaten terkait teknis penyalurannya dengan menggandeng SKALA,” jelasnya.
Penyaluran dana Program BANGKIT nantinya akan dilaksanakan melalui Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah sesuai dengan tugas dan fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditunjuk.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan program ini dapat terus berlanjut pada tahun 2027 apabila implementasi tahap pertama dinilai berhasil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui Program BANGKIT, Pemprov Papua Tengah berharap kehadiran pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak Papua dan memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.(red-paputeng)





