NABIRE, PAPUTENG.COM — Kekeringan mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Hujan yang tidak turun selama lebih dari sebulan menyebabkan sejumlah sumber air warga, terutama sumur, mulai mengering.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat di wilayah perkotaan dan pinggiran kota harus membeli air bersih dari penyedia swasta. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Nabire juga berupaya membantu masyarakat dengan mendistribusikan air menggunakan armada tangki yang tersedia.
Berdasarkan data tahun 2024, rata-rata hari hujan di Kabupaten Nabire berkisar antara 19 hingga 29 hari dalam sebulan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara pada 2025, kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan cukup tinggi bahkan sempat meningkatkan potensi banjir di Distrik Yaro dan Wanggar.
Namun, kondisi berbeda terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Minimnya hujan membuat sejumlah sumber air warga mengalami penurunan debit.

Wakil Bupati Nabire, Burhanudin Pawennari, mengaku prihatin dengan kondisi kekeringan yang mulai berdampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pinggiran kota seperti Kali Semen, Bumi Raya, dan Wadiio.
Hal itu disampaikan Burhanudin kepada wartawan usai membuka kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Kabupaten Nabire Tahun 2026, Kamis (6/8/2026).
“Sebulan lebih hujan belum turun. Saya pun ikut merasakan kesulitan mendapatkan air. Di tempat saya sendiri ada dua sumur penyedia air, tetapi debit airnya mulai berkurang,” ujar Burhanudin.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengambil langkah cepat dengan mengoptimalkan armada yang dimiliki pemerintah, termasuk mobil tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Pelayanan Air Bersih Masih Terbatas
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Adrian (PDAM) Nabire, Jhon Monim, mengatakan pelayanan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan tetap dilakukan, khususnya di wilayah Kali Semen, Distrik Nabire Barat.
“Kami tetap melakukan pelayanan air bersih bagi warga Kali Semen, meskipun kami rasa masih kurang maksimal karena keterbatasan bak penampung,” kata Monim saat dihubungi melalui telepon.

Ia menjelaskan, debit air dari jaringan pipa hingga kini masih relatif stabil dan belum mengalami penurunan signifikan. Kendala utama justru berada pada kapasitas bak penampungan yang digunakan.
Menurut Monim, bak penampungan yang masih menggunakan konstruksi bronjong dan terpal memiliki daya tampung terbatas. Kondisi tersebut membuat sebagian air tidak dapat ditampung secara maksimal dan berpotensi terbuang.
“Warga yang mendapat pelayanan air masih sebatas di jalur poros dan sekitar bak penampung,” jelasnya.
Monim mengatakan pihaknya sebenarnya ingin memperluas distribusi air hingga ke tengah permukiman warga. Namun, rencana tersebut terkendala kondisi armada mobil tangki yang mengalami kerusakan.
“Sebenarnya kami ingin lebih jauh lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengangkut air ke tengah permukiman warga. Namun, mobil tangki kami rusak,” ungkapnya.
BPBD Distribusikan Air Setiap Hari
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Nabire, Charles Saroi, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipatif dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Charles, mobil tangki BPBD setiap hari dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi. “Mobil tangki kami setiap hari memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat. Hari ini pun sejak pagi mobil tangki sudah beroperasi,” ujar Charles.
Meski demikian, ia mengakui pelayanan belum dapat dilakukan secara maksimal. Keterbatasan armada serta tingginya permintaan masyarakat menjadi kendala dalam menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.
Charles menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Nabire apabila pelayanan distribusi air bersih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena pelayanan belum maksimal. Ini karena keterbatasan armada, sementara permintaan masyarakat yang masuk ke BPBD cukup tinggi,” katanya.
Selain mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan masyarakat, BPBD Nabire juga mengerahkan armadanya untuk menyiram rumput dan tanaman di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Nabire serta sejumlah ruas jalan raya.
Pemerintah daerah berharap kondisi kekeringan tidak berlangsung lebih lama dan hujan segera turun, sehingga sumber-sumber air masyarakat kembali terisi dan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara normal.(red-paputeng)





