Turnamen Catur HKJSM Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

NABIRE – PAPUTENG.COM – Turnamen catur yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Papua Tengah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Himpunan Kerukunan Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) berlangsung meriah dan kompetitif.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu kafe di Kelurahan Girimulyo, Kabupaten Nabire, Minggu (8/11/2026), dengan diikuti 47 pecatur dari Nabire.

Ketua Panitia Pelaksana, Muh. Rizka Fahrudin, S.Pd., menjelaskan bahwa jumlah peserta yang sebelumnya mendaftar mencapai 74 orang. Namun, hingga pelaksanaan turnamen dimulai, tercatat 47 pecatur yang hadir dan mengikuti pertandingan.

Menurut Fahrudin, jumlah tersebut tetap menunjukkan antusiasme yang baik dari para pecatur di Nabire. Terlebih, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai bagi para peserta yang berhasil meraih posisi terbaik.

“Semula peserta terdaftar berjumlah 74 pecatur, namun hingga turnamen dimulai menyisakan 47 pecatur. Pertandingan dilaksanakan dalam tujuh babak. Saya pikir angka ini juga cukup bagus,” ujar Fahrudin.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para pecatur, panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi 10 peserta terbaik.

Juara pertama memperoleh Rp1 juta, juara kedua Rp800 ribu, juara ketiga Rp600 ribu, juara keempat Rp500 ribu, dan juara kelima Rp400 ribu.

Sementara itu, juara keenam mendapatkan Rp300 ribu, juara ketujuh Rp200 ribu, sedangkan peringkat kedelapan hingga kesepuluh masing-masing memperoleh Rp100 ribu.

Ketua HKJSM Provinsi Papua Tengah, Dr.H. Mohammad Iskandar, M.IP yang secara resmi membuka turnamen tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pecatur yang telah berpartisipasi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus mendorong perkembangan olahraga catur di Kabupaten Nabire.

“Kami atas nama warga HKJSM menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah ambil bagian dalam turnamen catur kali ini. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, turnamen ini saya buka,” ucap Iskandar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Percasi Provinsi Papua Tengah terpilih, Tabroni Cahya, SH menyampaikan bahwa dirinya telah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua Percasi Provinsi Papua Tengah. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu proses pelantikan dan pengukuhan kepengurusan.

“Kami telah mendapatkan SK menjadi Ketua Percasi Provinsi Papua Tengah, tinggal menunggu pelantikan dan pengukuhan,” jelas Tabroni.

Lebih lanjut, Tabroni mengungkapkan bahwa Papua dijadwalkan menyelenggarakan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) pada 2027. Namun, penentuan lokasi penyelenggaraan masih menjadi pembahasan antara Provinsi Papua dan Provinsi Papua Tengah.

Ia mengatakan, Percasi Papua Tengah akan berupaya agar daerah tersebut dapat dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan BK PON.

“Papua akan mengadakan BK PON pada 2027. Namun, terkait tuan rumah penyelenggara masih menjadi perdebatan antara Papua dan Papua Tengah. Kami akan mengusahakan agar BK PON dapat dilaksanakan di Papua Tengah,” tutupnya.(red-paputeng.com)

Wabup Nabire dan Kapolda Papua Tengah Ajak HKJSM Perkuat Persatuan dan Keamanan

NABIRE – PAPUTENG.COM – Bupati Nabire Mesak Magai melalui Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Pawennari, mengajak seluruh keluarga besar Himpunan Keluarga Jawa, Sunda, Madura (HKJSM) untuk terus memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta berperan aktif mendukung pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 HKJSM Kabupaten Nabire Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, agama, dan adat istiadat merupakan kekayaan sekaligus kekuatan yang harus dijaga bersama.

Menurut Burhanudin, Kabupaten Nabire merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya yang hidup berdampingan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, ia menyampaikan selamat ulang tahun ke-4 kepada seluruh keluarga besar HKJSM. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid, berkembang, dan terus menjadi wadah pemersatu serta perekat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Saya berharap Himpunan Keluarga Jawa, Sunda, Madura tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan sesama anggota, tetapi juga mampu membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua,” Burhanudin.

Ia mengajak seluruh anggota HKJSM untuk terus menumbuhkan semangat toleransi, gotong royong, saling menghargai, serta menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya bukan menjadi penghalang untuk bersama-sama mengambil tanggung jawab dalam membangun Kabupaten Nabire menuju daerah yang maju, makmur, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Burhanudin juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam melaksanakan pembangunan. Dukungan, partisipasi, dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan paguyuban, sangat dibutuhkan.

Karena itu, HKJSM diharapkan turut berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan, pelestarian budaya, serta kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain pembangunan, ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, memperkuat toleransi antarumat beragama, menghormati adat istiadat masyarakat asli Papua, serta membangun hubungan persaudaraan dengan seluruh kelompok masyarakat di Nabire.

“Berbeda suku dan budaya, tetapi tetap satu dalam persaudaraan dan kebersamaan untuk membangun Nabire,” pesannya.

Kapolda: Keamanan Merupakan Modal Utama Pembangunan

Sejalan dengan ajakan Pemerintah Kabupaten Nabire, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, juga menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire.

Dalam sambutannya, Rontini menyampaikan bahwa terciptanya situasi keamanan yang kondusif bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Keamanan, ketertiban, dan rasa aman di tengah masyarakat merupakan modal utama pembangunan. Keamanan bukan sebatas tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua, warga yang berada di Papua Tengah, khususnya Nabire,” kata Rontini.

Ia mengakui, Papua Tengah memiliki karakteristik wilayah yang kompleks, baik dari sisi kemajemukan penduduk maupun kondisi geografis yang sangat luas dan beragam. Situasi tersebut membutuhkan pola penanganan yang melibatkan kerja sama berbagai pihak.

Oleh sebab itu, Kapolda menilai kolaborasi dan sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kebutuhan penting dalam menciptakan stabilitas keamanan.

Rontini juga menyampaikan bahwa Polda Papua Tengah yang genap berusia dua tahun pada 29 April 2026 masih memiliki berbagai keterbatasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas kepolisian sesuai dengan slogan Polri, yakni Polisi bersama rakyat.

Melalui momentum HUT ke-4 HKJSM tersebut, pesan pemerintah daerah dan kepolisian diharapkan menjadi pengingat bahwa persatuan, toleransi, dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis serta mendukung pembangunan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.(red-paputeng.com)

47 Pecatur Ambil Bagian Meriahkan HUT HKJSM

NABIRE – PAPUTENG.COM – Ketua Himpunan Kerukunan Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) Kabupaten Nabire, Dr. H. Mohammad Iskandar, S.P., M.IP., secara resmi membuka turnamen catur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 HKJSM, Minggu (8/11/2026).

Dalam sambutannya, Iskandar yang didampingi Ketua KONI Kabupaten Nabire, Simon Londe, menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Ia juga mengapresiasi partisipasi para pecatur yang turut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan HUT ke-4 HKJSM.

“Tidak banyak yang kami sampaikan. Selamat bertanding dan terima kasih atas partisipasinya dalam memeriahkan HUT HKJSM ke-4,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Papua Tengah, Tabroni Cahya, SH mengungkapkan bahwa Papua Tengah berpeluang menjadi tuan rumah Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) XXII Zona 6 cabang olahraga catur pada 2027.

Menurut Tabroni, pengurus Percasi Papua Tengah tengah berupaya mempersiapkan penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Namun, rencana itu masih membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua sebagai (provinsi induk) untuk memastikan kesiapan menjadi tuan rumah.

“Kendati demikian, kami akan berusaha agar Papua Tengah bisa menjadi tuan rumah,” tegasnya.

Turnamen catur yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-4 HKJSM ini diikuti sebanyak 47 pecatur dengan sistem pertandingan tujuh babak.

Panitia berharap melalui kompetisi tersebut dapat ditemukan bibit-bibit pecatur potensial yang nantinya mampu berkembang dan mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah di berbagai kejuaraan, baik tingkat regional maupun nasional.(red-paputeng.com)

Ratusan Warga Hadiri Syukuran HUT ke-4 HKJSM Papua Tengah

 

NABIRE – PAPUTENG.COM – Ratusan warga yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) Provinsi Papua Tengah menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 sekaligus pengukuhan ketua dan pengurus HKJSM tingkat provinsi dan kabupaten. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Girimulyo, Nabire, Minggu (8/11/2026).

HKJSM merupakan wadah yang menaungi sekitar 25 kerukunan atau paguyuban suku. Di antaranya Satria Sunda Sakti (S3), Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi), Kerukunan Keluarga Madura (KKM), Kerukunan Keluarga Jember, Kerukunan Keluarga Yogyakarta, Paguyuban Keluarga Banyumas (Pakemas), serta sejumlah paguyuban lainnya.

Acara tersebut turut dihadiri Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, Wakil Bupati Nabire Burhanudin Pawennari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah, MUI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta kalangan pemuda.

Ketua Panitia Pelaksana, Imam Mulyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-4 HKJSM diisi dengan sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang telah dilaksanakan secara bertahap.

Salah satu kegiatan yang telah digelar adalah aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Nabire. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjaga kenyamanan kawasan pantai yang menjadi salah satu ikon Kota Nabire.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jalan santai dan senam bersama. Sementara itu, acara syukuran sebagai puncak peringatan HUT ke-4 dilaksanakan di Jalan Sinak, Kelurahan Girimulyo, dengan berbagai agenda, termasuk pemberian santunan kepada keluarga kurang mampu.

Panitia menyiapkan santunan bagi sekitar 33 penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian sosial HKJSM terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Rangkaian HUT ke-4 HKJSM Kabupaten Nabire meliputi kegiatan bersih-bersih Pantai Nabire, jalan santai, senam bersama, hingga acara syukuran yang diisi dengan pemberian santunan, pentas seni, hiburan, serta berbagai perlombaan,” jelas Imam Mulyadi.

Pada kesempatan tersebut, Mulyadi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Nabire, serta DPRK Nabire atas dukungan dan bantuan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-4 HKJSM dapat terlaksana.

Peringatan HUT ke-4 ini menjadi momentum bagi HKJSM untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat kebersamaan antarpaguyuban, serta terus berkontribusi dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan di Papua Tengah.(red-paputeng.com)