NABIRE, PAPUTENG
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pendidikan di Provinsi Papua Tengah, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH melakukan audensi dengan Sarjana di delapan (8) kabupaten. Audensi di pimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah Jl.Merdeka Nabire, Rabu (24/6).
“Audiens yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan dan memperkuat pengembangan SDM dalam hal Pendidikan. Hal itu dilakukan sebagai ruang strategis bagi Pemprov Papua Tengah dalam menyerap aspirasi sekaligus memberikan arahan kepada para Sarjana Pendidikan yang mengabdi di daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Meki Nawipa menengaskan pendidikan merupakan prioritas utama dalam pembangunan Papua Tengah. Dengan menyoroti ketimpangan antara banyaknya lulusan sarjana pendidikan dengan minimnya jumlah guru yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten.
“Banyak Sarjana Pendidikan yang belum mendapat tempat untuk mengabdi, padahal sekolah-sekolah di kabupaten masih kekurangan guru. Ini ironis dan segera kita atasi bersama sehingga sarjana pendidikan yang ada di negeri ini bisa mengajar,” terangnya.
Gubernur Meki menyampaikan keprihatinannya atas minimnya perhatian dari beberapa Kepala Daerah terhadap sektor pendidikan. Pasahal Papua Tengah memiliki potensi SDM lokal yang besar dan tidak perlu mengandalkan tenaga pendidik dari luar daerah.
“Kita tidak perlu mencari pengajar endidikan dari luar, karena kita punya potensi sendiri sangat mampi, sebab sarjana pendidikan yang ada saat ini harus diberi ruang untuk mengabdi di wilayah masing-masing,” tuturnya.
Gubernur Meki mendorong agar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dijadikan prioritas dalam arah pembangunan pendidikan di Papua Tengah. Tidak hanya iru, Ia juga mengajak para sarjana untuk kembali dan mengabdi di kampung halaman masing-masing, meski tantangan regulasi nasional saat ini melarang pengangkatan tenaga kontrak.
“Kita perlu mencari formula agar para sarjana pendidikan tetap bisa mengajar. Mari kita kuatkan hati, iman, dan terus belajar. Jadi guru harus terus membaca dan menjauhi pergaulan buruk,” harapnya.
Gubernur mendukung terhadap rencana pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) FKIP Papua Tengah dan berkomitmen membiayai penuh kegiatan tersebut dan meminta Dinas Pendidikan Provinsi untuk segera menyurati delapan kepala dinas pendidikan kabupaten agar mengadakan pertemuan bersama sejumlah perwakilan sarjana pendidikan dan menyusun langkah-langkah strategis.
“Mubes itu harus menghasilkan rancangan yang jelas dan solusi konkret, perlu ada langkah terpadu antara provinsi dan kabupaten untuk menyerap tenaga sarjana pendidikan,” ungkapanya.
Diakhir audensi, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat dan kapasitas generasi muda Papua Tengah yang siap membawa perubahan di bidang pendidikan. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus berkomitmen meningkatkan kapasitas guru melalui berbagai program pelatihan berkelanjutan, guna menciptakan tenaga pendidik yang profesional, berkarakter, dan siap menjawab tantangan pendidikan hingga ke pelosok daerah. (ing elsa)





