NABIRE — Bupati Nabire Mesak Magai diwakili Wakil Bupati, Burhanudin Pawennari secara resmi membuka Pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP) Batch II bagi Agen Perubahan Lokal di Kabupaten Nabire, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Proyek Kemitraan untuk Akselerasi Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Indonesia (PASTI) Papua.
Dalam sambutannya, Burhanudin Pawennari menegaskan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kesehatan, tetapi merupakan persoalan pembangunan manusia yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu, mencakup pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi dan air bersih, pola asuh, pendidikan keluarga, hingga peningkatan kesadaran masyarakat.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi merupakan persoalan pembangunan manusia yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan kita bersama,” ujar Burhanudin.
Ia menyambut baik kehadiran Proyek PASTI Papua sebagai bentuk kemitraan dan kolaborasi untuk mempercepat pencegahan serta penanggulangan stunting melalui pendekatan gizi terpadu.
Mesak menyebutkan, proyek tersebut memiliki durasi pelaksanaan selama dua tahun delapan bulan dengan tujuan mempercepat pencegahan dan penanggulangan stunting di Indonesia, khususnya melalui penguatan intervensi dan kolaborasi di wilayah Papua.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kemampuan komunikasi antarpribadi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat.
“ Kita tidak cukup hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kita harus mampu mendengarkan, memahami, berdialog dan mendampingi masyarakat sesuai dengan kondisi, kebutuhan, budaya, serta nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Mesak, komunikasi yang efektif membuat agen perubahan tidak sekadar menjadi penyampai pesan, tetapi juga berperan sebagai pendengar, pendamping, penggerak sekaligus jembatan perubahan di masyarakat.
Hal itu dinilai penting bagi Kabupaten Nabire yang memiliki keberagaman masyarakat, adat, budaya dan karakter wilayah. Karena itu, pendekatan komunikasi dalam program pencegahan stunting harus dilakukan dengan menghormati nilai-nilai lokal.

Pemerintah berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan membangun komunikasi yang efektif, persuasif, humanis dan sesuai dengan konteks masyarakat.
Ia juga mendorong para agen perubahan lokal menjadi penggerak di tingkat masyarakat, terutama dalam mendorong perubahan perilaku terkait pola hidup sehat, pemenuhan gizi ibu dan anak, pola asuh, serta pencegahan stunting sejak dini.
Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor karena penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh satu organisasi perangkat daerah atau lembaga.
“Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia pendidikan, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Mesak berharap kerja sama antara Proyek PASTI Papua dan berbagai sektor di Kabupaten Nabire terus diperkuat agar setiap program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak membangun pola komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk mendengar dan memahami kebutuhan mereka.
“Perubahan yang berkelanjutan dimulai dari komunikasi yang baik, kepercayaan, dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Nabire menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan dapat melahirkan agen-agen perubahan lokal yang semakin terampil, percaya diri dan mampu menjadi penggerak dalam mempercepat pencegahan stunting di Kabupaten Nabire.
“Pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, kegiatan Pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP) bagi Agen Perubahan Lokal dalam rangka Proyek Kemitraan untuk Akselerasi Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Indonesia (PASTI) Papua, secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Burhanuddin.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari itu berjalan lancar dan menghasilkan langkah-langkah konkret yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Nabire.(red-paputeng)





