Bupati Nabire Salurkan 25 Ekor Sapi Kurban Jelang Idul Adha 2026

Nabire – PAPUTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Nabire menyalurkan bantuan hewan kurban sebanyak 25 ekor sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Bantuan tersebut didistribusikan ke sejumlah titik di wilayah Kabupaten Nabire dan sekitarnya. Dari total bantuan tersebut, tiga ekor sapi diserahkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nabire dan diterima langsung oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), masing-masing DKM Masjid Agung Al-Falah Nabire, DKM Masjid Al-Huda Manunggal Jaya, dan DKM Masjid At-Taqwa Wami Jaya.

Bupati Nabire, Mesak Magai, yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penyerahan hewan kurban tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, saya mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada umat Muslim di kabupaten ini. Semoga momentum Idul Adha tahun ini semakin memperkuat keimanan, ketakwaan, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Yulianus saat memberikan sambutan, Selasa (25/5/2026).

Menurutnya, Hari Raya Idul Adha mengandung makna pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Melalui ibadah kurban, masyarakat diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan warga yang membutuhkan.

“Pemerintah Kabupaten Nabire melalui BAZNAS Kabupaten Nabire menyalurkan 25 ekor sapi, dan pada pagi ini tiga ekor sapi diserahkan,” katanya.

Ia menambahkan, bantuan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Nabire merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarumat.

Pemerintah daerah berharap bantuan sapi kurban tersebut dapat memberikan manfaat dan sukacita bagi masyarakat penerima serta dibagikan secara adil dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Nabire juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Nabire atas dukungannya terhadap berbagai program sosial dan kemanusiaan di daerah tersebut.

Kehadiran BAZNAS dinilai membantu memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Nabire, Soleman Letsoin, mengatakan pada tahun ini pihaknya turut menyalurkan lima ekor sapi kurban, termasuk tiga ekor bantuan dari Bupati Nabire yang telah diterima oleh masing-masing masjid penerima.

“Kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS tidak hanya disembelih dan dibagikan, tetapi juga membawa misi pemberdayaan. Hewan ternak dibeli langsung dari peternak yang ada di kampung-kampung sehingga memberikan dampak ganda bagi masyarakat,” kata Soleman. (red-paputeng)

 

Hewan Kurban Jadi Bentuk Ibadah dan Simbol Kebersamaan di Papua Tengah 

Papua Tengah – PAPUTENG.COM -Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua Tengah menyerahkan hewan kurban Bantuan Presiden (Banpres) RI kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah dan DKM Masjid Al-Anshor SP 3 Wadio, Nabire Barat, Senin (25/5/2026).

Plt. (Pelaksanaan Tugas) Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah, Rafael Hari Nugroho menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI atas bantuan kemasyarakatan berupa hewan kurban yang diberikan kepada masyarakat Papua Tengah.

Menurut Rafael, hewan kurban bukan sekadar bentuk ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga memiliki makna sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan antarwarga.

“Hewan kurban memiliki makna bukan hanya bentuk ibadah dan kepedulian sosial, namun simbol kebersamaan, persaudaraan, dan perhatian pemerintah kepada masyarakat di pelosok negeri termasuk Tanah Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan momentum Hari Raya Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi kepada sesama. Pemerintah berharap bantuan sapi kurban tersebut dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi masyarakat penerima.

Rafael menjelaskan, bantuan sapi kurban dari Presiden RI untuk Papua Tengah berjumlah 11 ekor. Seluruh hewan kurban tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat serta layak untuk dijadikan hewan kurban sesuai syariat Islam.

“Bantuan sapi kurban dari presiden untuk Papua Tengah berjumlah 11 ekor dan telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan, dinyatakan sehat oleh pihak kesehatan hewan, memenuhi ketentuan syariat Islam dan dinyatakan layak untuk dijadikan hewan kurban,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah di sektor peternakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan peternak, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Papua Tengah, Aziz Baharudin menyampaikan, data sementara hewan kurban yang terdaftar hingga Senin (25/5/2026) mencapai 399 ekor.

“Hingga saat ini hewan kurban yang terdaftar di Kementerian Agama Bimas Islam Papua Tengah sebanyak 399 ekor, terdiri dari sapi 370 ekor dan kambing 29 ekor, dan nanti kemungkinan akan bertambah,” kata Aziz.

Ia menambahkan, jumlah tersebut telah mencakup seluruh bantuan kurban dari berbagai pihak, Yayasan Islam dan kerukunan /paguyuban masyarakat.

Sedangkan untuk teknis pemotongan dan distribusi daging kurban diserahkan kepada masing-masing DKM, yayasan, serta paguyuban penyelenggara kurban dibawah bimbingan petugas AMPM.(red-paputeng)

BAZNAS Gandeng Pemkab Nabire Tebarkan Berkah dan Berdayakan Desa Melalui Program Kurban 

Bupati Kabupaten Nabire diwakili Sekretaris Daerah Yulianus Pasang menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid Agung Alfalah

Nabire – PAPUTENG.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nabire menggandeng Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar penyerahan hewan kurban bantuan Bupati Nabire dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Senin (25/5/2026), di halaman Masjid Agung Al-Falah Karang Mulia, Nabire.

Ketua BAZNAS Kabupaten Nabire, Sulaiman Letsoin mengatakan, ibadah kurban merupakan wujud nyata ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada sesama.

“Melalui program Kurban Berkah Berdayakan Desa, kita tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga merajut kebersamaan dan menebar kebahagiaan hingga ke pelosok negeri. Ibadah kurban juga menjadi simbol ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan Nabi Ismail Alaihis Salam,” ujarnya.

Menurutnya, melalui program tersebut, nilai ibadah kurban diperluas dan dioptimalkan manfaatnya bagi masyarakat. Ia menjelaskan, BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan untuk memastikan setiap hewan kurban didistribusikan secara merata, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok rentan.

“Kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS tidak hanya disembelih dan dibagikan, tetapi juga membawa misi pemberdayaan. Hewan ternak dibeli langsung dari peternak yang ada di kampung-kampung sehingga memberikan dampak ganda bagi masyarakat,” katanya.

Selain memberikan pahala bagi para pekurban, program tersebut juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat kampung melalui pemberdayaan peternak lokal. Sulaiman menambahkan, BAZNAS terus berupaya memberikan kemudahan dan transparansi kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban melalui tata kelola yang profesional dan sesuai syariat.

“BAZNAS memastikan kurban aman secara syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” tegasnya.

Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, BAZNAS menyalurkan sebanyak lima ekor sapi kurban. Tiga di antaranya merupakan bantuan dari Bupati Nabire yang disalurkan masing-masing ke Masjid Agung Al-Falah Nabire, Masjid Al-Huda Manunggal Jaya, dan Masjid At-Taqwa Wami Jaya.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nabire bersama BAZNAS untuk menghadirkan manfaat kurban yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya warga di kampung-kampung dan kelompok yang membutuhkan.

Tema “Kurban Berkah Berdayakan Desa” yang diusung BAZNAS tahun ini dinilai memiliki makna besar dalam membangun semangat berbagi sekaligus memberdayakan masyarakat desa melalui distribusi kurban yang tepat sasaran.

“Melalui tema ini, kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para mustahiq di kampung-kampung,” tutupnya. (red-paputeng)