
NABIRE, PAPUTENG.COM – Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, jumlah pengajuan pinjaman di Pegadaian Cabang Nabire mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sepanjang Mei 2026, nilai pinjaman yang disalurkan tercatat naik sekitar 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Manajer Bisnis pegadaian.co.id� Cabang Nabire, Febri Valentino, mengatakan peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya kebutuhan dana masyarakat menjelang masa kelulusan dan persiapan masuk sekolah pada berbagai jenjang pendidikan.
“Sejak awal hingga akhir Mei kemarin, jumlah pengajuan pinjaman mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujar Febri saat ditemui di kantornya, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan dana tidak hanya berkaitan dengan biaya pendidikan, seperti perayaan kelulusan, pendaftaran sekolah lanjutan, hingga kebutuhan perlengkapan belajar, tetapi juga dipengaruhi oleh kenaikan biaya hidup yang dirasakan masyarakat.
Ia menilai kondisi ekonomi global turut memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat. Ketidakpastian geopolitik dunia yang memengaruhi harga energi dan berbagai komoditas berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok di dalam negeri.
“Kita rasakan saat ini hampir semua kebutuhan mengalami kenaikan. Di sisi lain, masyarakat juga harus mempersiapkan biaya liburan sekolah, kenaikan kelas, hingga kebutuhan pendidikan anak,” katanya.
Dalam situasi tersebut, Pegadaian menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh dana cepat dengan prosedur yang relatif mudah. Nasabah cukup membawa identitas diri seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) serta menyerahkan barang agunan sebagai jaminan pinjaman.
Febri menjelaskan, emas masih menjadi barang agunan yang paling dominan di Pegadaian Cabang Nabire. Persentasenya mencapai sekitar 99 persen dari total barang jaminan yang diterima.

“Barang agunan didominasi emas, baik berupa perhiasan, emas lantakan maupun emas batangan. Sisanya berupa kendaraan bermotor, laptop dan telepon genggam,” jelasnya.
Untuk kendaraan bermotor, mayoritas agunan berupa sepeda motor. Sementara kendaraan roda empat masih terbatas karena keterbatasan fasilitas penyimpanan.
Selain layanan gadai, Pegadaian juga mencatat meningkatnya minat masyarakat terhadap produk Tabungan Emas. Produk investasi ini memungkinkan masyarakat menabung emas secara bertahap dengan nominal yang sangat terjangkau.
“Tabungan emas bisa dimulai dari Rp5.000, Rp20.000 hingga nominal yang lebih besar sesuai kemampuan nasabah. Tidak ada batas maksimal untuk menabung,” ujar Febri.
Ia menjelaskan, proses pembukaan rekening Tabungan Emas kini semakin mudah karena dapat dilakukan melalui aplikasi digital Pegadaian. Nasabah cukup mengunduh aplikasi, melakukan registrasi, dan mengisi data yang diperlukan.
Program Tabungan Emas menjadi salah satu produk unggulan Pegadaian karena memberikan akses investasi emas bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
Saldo tabungan yang terkumpul dapat dicetak menjadi emas fisik setelah mencapai minimal satu gram atau dicairkan kembali menjadi uang tunai sesuai kebutuhan nasabah.
Dengan tren peningkatan pinjaman dan minat investasi emas menjelang tahun ajaran baru, Pegadaian Cabang Nabire optimistis layanan keuangan berbasis gadai dan investasi emas akan terus menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga secara cepat dan aman. (red-paputeng)




