
NABIRE – PAPUTENG.COM – Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Nabire. Setelah cukup lama mengalami lonjakan harga, gas LPG non-subsidi kini mulai mengalami penurunan harga yang cukup signifikan di tingkat agen.
Harga Bright Gas ukuran 5,5 kilogram yang sebelumnya mencapai Rp340.000 kini turun menjadi Rp250.000 per tabung. Sementara Bright Gas ukuran 12 kilogram turun dari Rp520.000 menjadi Rp435.000 per tabung.
Penurunan harga ini disambut positif oleh masyarakat yang selama ini harus membeli gas dengan harga relatif tinggi. Bahkan, harga LPG di Nabire kerap disebut sebagai salah satu yang tertinggi di wilayah Papua akibat tingginya biaya distribusi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, turunnya harga LPG dipicu oleh perubahan jalur pengisian tabung gas. Jika sebelumnya pengisian dilakukan di Jayapura, kini kembali dilakukan melalui Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Surabaya.
Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya biaya transportasi dan distribusi ke Nabire. Sales Branch Manager I Pertamina Patra Niaga, Muhammad Reynaldi Suryanto, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait penurunan harga LPG tersebut.
Sementara itu, seorang pegawai di salah satu agen LPG, PT Tri Tunggal Sakti, membenarkan adanya penurunan harga yang mulai berlaku saat ini. “Di sini harga sudah turun. Untuk Bright Gas 5,5 kilogram dari Rp340.000 menjadi Rp250.000, sedangkan ukuran 12 kilogram dari Rp520.000 menjadi Rp435.000,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Meski harga turun, stok LPG di agen tersebut dilaporkan telah habis terjual pada hari yang sama. Namun demikian, pihak agen memastikan pasokan baru akan kembali tersedia dalam waktu dekat, bergantung pada kelancaran distribusi.
Saat ditanya apakah terjadi aksi pembelian besar-besaran oleh masyarakat menyusul turunnya harga, pihak agen memastikan kondisi penjualan berjalan normal. “Selama saya melayani hari ini tidak ada masyarakat yang memborong. Semua berjalan seperti biasa,” katanya.
Berbeda dengan kondisi di tingkat agen, sejumlah pengecer mengaku belum merasakan dampak penurunan harga tersebut. Salah seorang pemilik toko di kawasan Oyehe mengatakan hingga saat ini harga gas isi ulang yang dijualnya masih belum mengalami perubahan.
Ia juga mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai penurunan harga LPG di Nabire. Dari pantauan awak media di lokasi, stok LPG di toko tersebut juga masih kosong dan belum terlihat adanya pengiriman baru dari pihak agen.
Masyarakat berharap penurunan harga ini dapat berlangsung secara stabil dan diikuti dengan ketersediaan stok yang memadai, sehingga kebutuhan energi rumah tangga dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau. (red-paputeng)



