
NABIRE, PAPUTENG.COM – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan ikut mendorong melalui penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah Papua Tengah (Paputeng) serta peluncuran Koperasi Induk Honai Papua Tengah Terang.
Dalam sambutannya pada kegiatan Seminar Kajian Potensi Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Paputeng. Gubernur Paputeng, Meki Nawipa, SH yang disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Victor Fun, bahwa sebagai provinsi baru, Paputeng memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan beragam.
Potensi tersebut meliputi sektor pertambangan, perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, peternakan, energi hingga pariwisata. Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa kekayaan alam tersebut harus dikelola secara terarah, terukur, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Potensi besar yang dimiliki Papua Tengah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” kata Victor, Selasa (9/6/2026).
Sebagai landasan pembangunan, Pemerintah Provinsi Paputeng menetapkan visi pembangunan daerah, yakni “Mewujudkan Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan.” Menurutnya, visi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila hasil pembangunan ekonomi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP), sehingga mampu menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi daerah.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga mendorong penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah Paputeng sebagai dokumen strategis yang akan menjadi referensi dalam menentukan arah investasi, pengembangan usaha, dan penyusunan kebijakan ekonomi daerah di masa mendatang.

Dokumen tersebut diharapkan mampu menjadi dasar perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kajian ilmiah, sehingga investasi yang masuk ke Papua Tengah dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing wilayah.
“Kita membutuhkan data yang akurat dan perencanaan yang matang agar pembangunan ekonomi tidak berjalan tanpa arah. Potensi daerah harus dipetakan dengan baik sehingga investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Selain mendukung penetapan buku potensi ekonomi, Pemerintah Provinsi Paputeng juga mendukung peluncuran Koperasi Induk Honai Papua Tengah Terang sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Kehadiran koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi lembaga formal semata, tetapi mampu menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat melalui akses permodalan, peningkatan produksi, pemasaran hasil usaha, hingga pengembangan usaha secara kolektif.

Pemerintah Provinsi Paputeng juga terus mendorong penguatan koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di delapan kabupaten sebagai bagian dari program prioritas pembangunan ekonomi daerah. Dalam arah pembangunan ekonomi ke depan, pemerintah menetapkan tiga fokus utama.
Pertama, memperkuat ekonomi masyarakat lokal agar masyarakat Papua dapat menjadi pelaku usaha, petani, nelayan, peternak, pengusaha muda, serta pengelola sumber daya daerahnya sendiri.
Kedua, meningkatkan investasi yang sehat dan berkelanjutan, yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, menghormati budaya lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Ketiga, membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif melalui pendidikan, pelatihan vokasi, penguatan UMKM, dan pemberdayaan generasi muda Paputeng.
Pemerintah juga terus mendorong pengembangan sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, kopi, peternakan, ekonomi kreatif, hingga ekowisata berbasis komunitas. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan ekonomi Paputeng tidak hanya bergantung pada satu sektor, melainkan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Mengakhiri sambutannya, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun Papua Tengah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, akademisi, perbankan, koperasi, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat harus berjalan bersama membangun sistem ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” tegasnya.
Melalui seminar tersebut, Pemerintah Provinsi Paputenh berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah.(red-paputeng)





