
NABIRE – PAPUTENG.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Provinsi Paputeng (Papua Tengah) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Kabupaten Nabire, Sabtu (14/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara virtual oleh Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan serta semangat konsolidasi partai.
Bupati Nabire, Mesak Magai, yang hadir sebagai tamu kehormatan menyampaikan apresiasi terhadap PPP. Ia mengaku memiliki hubungan emosional dengan partai berlambang Ka’bah tersebut sejak awal perjalanan politiknya. Dalam sambutannya, Mesak mengenang proses pencalonannya pada Pilkada Nabire periode pertama. Saat itu, menurutnya, ia menghadapi keterbatasan anggaran politik dan memilih meminta dukungan kepada PPP.
“Dulu di awal pencalonan saya sebagai Bupati Nabire, saya sempat bingung karena keterbatasan anggaran. Akhirnya saya datang meminta restu kepada PPP. Tanpa basa-basi, partai ini langsung memberikan dukungan dan menyandingkan saya dengan kader PPP hingga akhirnya kami memenangkan Pilkada Nabire,” ujarnya.
Mesak juga menyinggung keberhasilannya kembali terpilih pada periode kedua bersama Wakil Bupati Nabire, Burhanudin Pawennari, yang saat ini bergabung dengan PPP. Ia berpesan kepada seluruh kader PPP agar terus menjaga basis dukungan dan berjuang secara konsisten dalam dunia politik.

“Teruslah berjuang dan jangan tinggalkan basis-basis Anda. Ibarat tanaman, harus terus dipupuk agar tetap tumbuh subur dan tidak menjadi kering maupun gersang,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Papua Tengah, Nason Utti, menegaskan bahwa PPP merupakan salah satu partai politik tertua di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan demokrasi nasional.
Menurutnya, sebelum era reformasi, PPP merupakan satu dari tiga partai politik yang menjadi peserta pemilu bersama Golkar dan PDI. Hingga saat ini, PPP tetap eksis dan mampu bertahan di tengah dinamika politik serta munculnya berbagai partai baru.
“PPP memiliki usia yang sangat panjang. Sebelum reformasi hanya ada tiga partai peserta pemilu, yakni PPP, Golkar, dan PDI. Sampai sekarang kami tetap berdiri kokoh di tengah lahirnya partai-partai baru,” kata Nason.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas keterwakilan PPP di DPRK Nabire maupun DPR Paputeng. Dengan modal sejarah panjang dan kaderisasi yang terus berjalan, Nason optimistis PPP mampu meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.

“Papua Tengah adalah rumah kami. PPP merupakan partai yang telah lama menjadi bagian dari konstelasi politik nasional. Kami optimistis dapat menghijaukan parlemen Nabire dan Paputeng dengan hasil yang lebih baik pada pemilu mendatang,” tegasnya.
Muscab PPP se-Paputeng tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi kinerja kepengurusan, serta menyusun strategi menghadapi agenda politik ke depan dengan mengedepankan musyawarah yang teduh, demokratis, dan berlandaskan semangat kekeluargaan.(red-paputeng)





