
NABIRE – PAPUTENG.COM – Semarak peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Nabire semakin terasa dengan digelarnya berbagai perlombaan olahraga dan kegiatan bernuansa Islami yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.
Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Nabire bekerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam itu mempertandingkan beberapa cabang olahraga, seperti panahan, tenis meja, dan sepak takraw.
Selain itu, panitia juga menggelar lomba keagamaan, di antaranya Tilawatil Qur’an dan azan. Salah satu cabang yang paling menarik perhatian peserta dan penonton adalah lomba panahan.
Olahraga yang identik dengan tradisi Islam tersebut dalam beberapa tahun terakhir semakin diminati masyarakat Nabire, baik kalangan pria maupun wanita. Koordinator Lomba Panahan, Musab Zein, mengatakan kompetisi panahan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat hingga Sabtu, 13–14 Juni 2026, di Aula Islamic Center Nabire.
“Lomba panahan diikuti ratusan peserta yang terbagi dalam kategori kejuaraan dan ekshibisi. Kegiatan ini kami laksanakan selama dua hari,” ujar Musab di sela-sela pertandingan.
Menurutnya, lomba tersebut diikuti perwakilan dari 18 masjid se-Kabupaten Nabire yang bersaing dalam enam kategori pertandingan. Pembinaan atlet panahan dilakukan secara berjenjang melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Nabire yang kemudian diteruskan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di masing-masing masjid.
Enam kategori yang dipertandingkan dibagi dalam dua sesi. Untuk kategori kejuaraan terdiri dari beregu putra (akhwan), beregu putri (akhwat), dan beregu remaja. Sementara kategori ekshibisi atau persahabatan meliputi individu putra, individu putri, serta kelas standar nasional.
Musab menjelaskan, kehadiran kelas standar nasional dalam kategori ekshibisi bertujuan untuk memperkenalkan olahraga panahan modern kepada masyarakat yang lebih luas. “Melalui kategori standar nasional, kami ingin mengenalkan panahan yang lebih modern sekaligus memasyarakatkan olahraga ini hingga ke tingkat bawah, khususnya remaja, “katanya.

Meski pertandingan masih berlangsung, panitia telah memperoleh gambaran sementara mengenai perolehan medali berdasarkan akumulasi nilai yang dihimpun dari masing-masing peserta dan tim.
Untuk kategori individu, medali emas sementara diraih oleh perwakilan Masjid Al-Falah, sedangkan medali perak diraih Masjid Al-Ikhlas. Satu posisi juara bersama juga masih menunggu hasil akhir pertandingan.
Pada kategori beregu akhwan, Masjid Al-Falah berhasil mengamankan medali emas, disusul Masjid Al-Hidayah sebagai peraih perak. Sementara medali perunggu diraih bersama oleh Masjid Baiturrahman dan Masjid Al-Jihad.
Di kategori beregu akhwat, Masjid Al-Ikhlas meraih medali emas, sedangkan medali perak diraih Masjid Nurussalam. Adapun medali perunggu menjadi milik Masjid Baiturrahman dan Masjid Al-Amin.
Hingga berita ini diturunkan, pertandingan kategori individu akhwat masih berlangsung untuk menentukan hasil akhir sekaligus melengkapi daftar peraih medali pada lomba panahan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Nabire. (red-paputeng)









