Pendaftar SPMB SMP Negeri 2 Nabire Membludak, Kuota Terlampaui 60 Siswa

NABIRE, PAPUTENG.COM – Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMP Negeri 2 Nabire terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang telah melampaui kuota penerimaan yang ditetapkan sekolah.

Kepala SMP Negeri 2 Nabire, Oping Ardino Tandaju, S. Pd, MM mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan menerapkan sistem zonasi. Wilayah yang masuk dalam cakupan penerimaan meliputi Kelurahan Karang Tumaritis, Girimulyo, dan Bumi Wonorejo.

“Sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SMP Negeri 2 Nabire menerapkan sistem zonasi dalam SPMB yang mencakup Kelurahan Karang Tumaritis, Girimulyo, dan Bumi Wonorejo,” ujar Oping saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Oping, sekolah hanya menargetkan penerimaan sebanyak 180 siswa baru yang akan dibagi ke dalam enam rombongan belajar (rombel). Namun hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 240 siswa atau melebihi kuota sebanyak 60 orang.

“Kami menyesuaikan dengan ruang kelas yang tersedia, yaitu enam ruang. Sisanya sekitar 60 siswa yang sudah mendaftar akan kami arahkan ke sekolah lain, termasuk sekolah swasta,” katanya.

Selain menerima peserta didik baru, SMP Negeri 2 Nabire juga menyiapkan sejumlah program unggulan untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Sekolah akan memberikan perhatian khusus pada pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pengembangan kompetensi di bidang teknologi informasi.

Di bidang pengembangan minat dan bakat, sekolah tetap mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, taekwondo, karate, dan pencak silat. Pembinaan seni suara dan vokal juga akan terus ditingkatkan, bersamaan dengan penguatan prestasi akademik pada mata pelajaran sains, matematika, IPA, dan IPS.

Sementara itu, pada Tahun Ajaran 2025/2026 SMP Negeri 2 Nabire berhasil meluluskan 162 dari 163 siswa kelas IX yang terdaftar. Satu siswa dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi ketentuan keaktifan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Terkait rencana Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang akan menerapkan program sekolah gratis bagi jenjang SMP mulai tahun 2026, pihak SMP Negeri 2 Nabire menyatakan siap mendukung dan melaksanakan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. (red-paputeng)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi