HUT Ke-4 Papua Tengah Meriah, Ribuan Warga Padati Pesta Rakyat Bertema JAMBU

NABIRE, PAPUTENG.COM – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar pesta rakyat berskala besar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah. Mengusung tema JAMBU (Jangan Melupakan Budaya), kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, berlangsung meriah dan disambut antusias ribuan masyarakat, Selasa (21/7/2026).

Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni peringatan hari jadi provinsi, tetapi juga dijadikan momentum untuk mempererat persatuan masyarakat, melestarikan budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui pelibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sejak pagi hari, masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut meliputi jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba Tari Yospan, pameran UMKM, hingga berbagai hiburan rakyat dan permainan interaktif.

Suasana semakin semarak dengan pembagian doorprize yang menyediakan beragam hadiah menarik, termasuk hadiah utama berupa empat unit sepeda motor.

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, hadir langsung memimpin kegiatan jalan sehat bersama masyarakat. Setelah melepas peserta, gubernur meninjau sejumlah stan bazar UMKM, berdialog dengan para pelaku usaha, serta melihat berbagai produk lokal yang dipamerkan.

Produk yang ditampilkan dalam bazar tersebut mencakup kuliner khas Papua Tengah, kerajinan tangan, hasil olahan lokal, hingga berbagai karya kreatif masyarakat asli Papua.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Papua Tengah sekaligus Ketua Panitia HUT ke-4 Papua Tengah, Vivian Andenita Gobay, S.IP., M.M., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara intensif selama dua pekan terakhir agar masyarakat dapat menikmati perayaan yang meriah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Menurut Vivian, peringatan HUT ke-4 Papua Tengah merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan UMKM.

“Rangkaian kegiatan diawali dengan nonton bareng final Piala Dunia pada 19 Juli 2026, kemudian dilanjutkan berbagai kegiatan masyarakat dan akan mencapai puncaknya pada Konser Rohani tanggal 22 Juli 2026. Kami berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan ratusan pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ratusan pelaku UMKM, khususnya Orang Asli Papua (OAP), diberikan ruang untuk mempromosikan berbagai produk unggulan kepada masyarakat luas. Produk yang dipamerkan meliputi makanan dan minuman khas daerah, kerajinan tangan, hasil olahan lokal, hingga produk kreatif lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta pendapatan pelaku usaha.

Selain bazar UMKM, masyarakat juga disuguhkan berbagai hiburan menarik. Penampilan musisi-musisi terbaik Papua menjadi salah satu daya tarik utama yang menyedot perhatian pengunjung. Beragam permainan interaktif dan hiburan rakyat turut menambah kemeriahan perayaan.

Tema JAMBU (Jangan Melupakan Budaya) menjadi pesan utama dalam penyelenggaraan HUT ke-4 Papua Tengah tahun ini. Melalui tema tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya sebagai identitas daerah di tengah pesatnya pembangunan yang sedang berlangsung.

Peringatan HUT ke-4 Papua Tengah diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, meningkatkan kebanggaan terhadap budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di seluruh wilayah Papua Tengah.(red-paputeng)

Gubernur Meki Nawipa Luncurkan Program Bangkit Papua Tengah, Fokus Tekan Stunting dan Kemiskinan

NABIRE, PAPUTENG.COM – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, resmi menandatangani peluncuran Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (Bangkit) Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (21/7/2026).

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam upaya menekan angka stunting sekaligus mengurangi kemiskinan di wilayah Papua Tengah.

Pada tahap awal, empat kabupaten yakni Paniai, Dogiyai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya ditetapkan sebagai daerah percontohan (pilot project) pelaksanaan Program Bangkit Papua Tengah.

“Empat kabupaten yaitu Paniai, Dogiyai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya menjadi pilot project dari program ini. Setelah berjalan dengan baik, selanjutnya akan diterapkan di Nabire, Deiyai, Mimika, dan Puncak,” ujar Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya.

Menurut Nawipa, Program Bangkit merupakan program unggulan Pemprov Papua Tengah yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Papua sejak usia dini. Ia mengungkapkan bahwa konsep serupa pernah diterapkannya saat menjabat sebagai Bupati Paniai.

Namun saat itu, setiap pemerintah kabupaten yang ingin mengusulkan program kepada Pemerintah Provinsi Papua harus terlebih dahulu melakukan presentasi di hadapan gubernur.

“Waktu saya menjabat Bupati Paniai, untuk mendapatkan persetujuan program seperti ini, setiap kabupaten harus mempresentasikan terlebih dahulu di hadapan gubernur,” katanya.

Dalam tahap awal pelaksanaan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mendata sekitar 1.000 bayi usia 1 hingga 4 tahun di masing-masing kabupaten pilot project. Setiap anak yang terdaftar akan menerima bantuan sebesar Rp350 ribu per bulan.

Dengan skema tersebut, Pemprov Papua Tengah diperkirakan mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar setiap bulan atau mencapai Rp16,8 miliar per tahun untuk mendukung program tersebut.

Gubernur menegaskan bahwa bantuan diberikan kepada seluruh anak yang memenuhi kriteria tanpa membatasi jumlah anak dalam satu keluarga.

“Pemerintah tidak membatasi. Jika dalam satu keluarga ada dua, tiga, atau lebih anak yang memenuhi syarat, semuanya akan mendapatkan bantuan melalui Program Bangkit Papua Tengah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berbagai program yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP), mulai dari pendidikan gratis tingkat SMP dan SMA hingga pemberian beasiswa bagi mahasiswa Papua.

“Kami ingin masyarakat Papua, khususnya Orang Asli Papua, benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Pendidikan gratis sudah berjalan, bantuan pendidikan tinggi juga diberikan, dan kini melalui Program Bangkit biaya hidup anak usia 1 sampai 4 tahun turut mendapat perhatian pemerintah,” ujarnya.

Meski telah resmi diluncurkan, Nawipa menekankan pentingnya validasi data penerima manfaat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Hari ini kita luncurkan programnya. Selanjutnya data penerima harus divalidasi dengan baik sehingga Program Bangkit Papua Tengah benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima manfaat,” pungkasnya.

Program Bangkit Papua Tengah diharapkan menjadi instrumen baru dalam mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan anak, serta memperkuat kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah Papua Tengah. (red-paputeng)