NABIRE, PAPUTENG.COM – Massa yang tergabung dalam Front Peduli Alam dan Manusia Wilayah Simapitowa menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung Karel Gobay (Kargo), DPR Provinsi Papua Tengah, Senin (10/8/2026).
Massa aksi bergerak dari sejumlah titik di Nabire, di antaranya Kampung Wadio, sekitar Hotel Andamans, dan kawasan Pasar Karang Tumaritis. Massa kemudian berkumpul dan menyampaikan aspirasi di depan gedung DPR Papua Tengah.
Dalam orasinya, massa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat adat di wilayah Simapitowa. Aspirasi tersebut mencakup perlindungan masyarakat dan tanah adat, persoalan lingkungan, serta keberadaan dan aktivitas aparat militer di wilayah tersebut.
Salah seorang orator dalam orasinya menyerukan penghentian aktivitas eksplorasi yang dinilai berpotensi mengancam alam dan lingkungan.
«“Kami masyarakat adat wilayah Simapitowa menyatakan sikap, stop eksplorasi alam dan lingkungan, tarik mundur militer organik dan nonorganik dari Papua,” lantang orator.»

Selain itu, massa meminta pihak TNI mencabut sejumlah plang yang disebut terpasang di KM 95 dan KM 102.
Mereka juga menyampaikan penolakan terhadap segala bentuk tekanan terhadap masyarakat adat, khususnya terkait pelepasan atau penguasaan tanah adat.
Tidak hanya persoalan tanah, massa turut mendesak pemerintah menghentikan rencana pembangunan kanal di Kali Bumi, KM 95, serta sejumlah kawasan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan infrastruktur oleh perusahaan.
Menurut massa, berbagai rencana pembangunan tersebut perlu mempertimbangkan keberadaan masyarakat adat serta dampaknya terhadap lingkungan dan wilayah adat.
Pantauan PAPUTENG.COM di lokasi, sejumlah anggota DPR Papua Tengah terlihat berada di tengah-tengah massa. Mereka menyimak secara langsung aspirasi yang disampaikan para demonstran.
Sementara itu, aparat keamanan gabungan TNI-Polri terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi. Pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.
Dampak aksi juga terlihat pada arus lalu lintas. Pertigaan Jalan Pemuda dan Jalan Soedirman sementara ditutup untuk jalur dari Jalan Pemuda menuju Jalan Soedirman. Sementara arus dari Jalan Soedirman menuju Jalan Pemuda masih dapat dilalui dengan aman dan kondusif.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi penyampaian aspirasi Front Peduli Alam dan Manusia Wilayah Simapitowa masih berlangsung dalam suasana damai di bawah pengamanan aparat keamanan.(red-paputeng)





