Kapolres Nabire Tekankan Tiga Hal kepada Personel pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Jajaran Polres Nabire menggelar upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/26)

NABIRE, PAPUTENG.COM — Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menekankan tiga hal penting kepada seluruh personel Polres Nabire dalam menjalankan tugas, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat.

Penekanan tersebut disampaikan Tatiratu saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) 2026 yang digelar di halaman Mapolres Nabire, Kamis (1/10/2026).

Dalam amanatnya, Kapolres mengingatkan seluruh anggota untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Nilai-nilai kebangsaan, kata dia, harus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pertama, seluruh personel diminta memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai pedoman kehidupan berbangsa, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Anggota Polri juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi maupun terpengaruh paham dan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kedua, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan kepolisian harus diberikan secara adil tanpa membedakan ras, suku, agama, golongan maupun kelompok.

Ketiga, seluruh jajaran Polres Nabire diminta berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Menurut Tatiratu, fungsi Intelkam, Samapta, Binmas, Reskrim, Lantas hingga jajaran Polsek harus terus memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Selain itu, komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan berbagai elemen masyarakat perlu terus dibangun sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Nabire.

“Setiap potensi gangguan kamtibmas, Polri harus bisa bertindak cepat dan melakukan penanganan dini dengan cara komunikasi, koordinasi, pendekatan persuasif, serta mengedepankan kearifan lokal,” ujar Tatiratu.

Ia menegaskan, setiap persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan perlu direspons sedini mungkin. Pendekatan yang mengutamakan komunikasi dan kearifan lokal dinilai penting dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Dalam amanat tersebut, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel beserta keluarga agar bijak menggunakan media sosial.

Anggota diminta tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, provokasi maupun konten yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting yang harus melekat dalam diri setiap anggota Polri.

“Pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila harus tertanam dalam jiwa masing-masing anggota,” tegasnya.

Ia berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum bagi seluruh personel untuk memperkuat integritas, disiplin, profesionalisme serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(red-paputeng.com)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi