NABIRE – Perayaan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Nabire diwarnai dengan pelaksanaan bazar murah yang digelar di Markas Kodim (Makodim) 1705/Nabire, Karang Tumaritis, Selasa (22/9/2026).
Bazar tersebut melibatkan sekitar 16 stand yang terdiri dari kelompok tani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengusaha perseorangan, serta sejumlah pelaku usaha lainnya. Mereka menjajakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, sayur-mayur, buah-buahan, makanan olahan (cemilan) hingga minuman.
Namun, dari 16 stand yang berpartisipasi, hanya satu stand yang dikelola oleh Orang Asli Papua (OAP), yakni stand milik Mamah Maria Tigi yang menjual hasil bumi berupa seledri dan tomat.
“Saya berasal dari kelompok tani Samabusa, kami dibimbing menanam seledri dan tomat menggunakan polibag sebagai media tanam, “ujarnya.
Ia menjual satu polibag berisi seledri seharga Rp 25.000, dan tomat Rp 25.000 per kilogram.
Minimnya keterlibatan pelaku usaha OAP tersebut mendapat perhatian dari Komandan Korem (Danrem) 173/PVB Mayjen TNI Vivin Alivianto. Ia mengatakan, pihaknya sebenarnya sangat mengharapkan keterlibatan lebih banyak pedagang dan pelaku UMKM OAP dalam kegiatan bazar yang digelar sehari itu.
Menurut Vivin, sosialisasi mengenai pelaksanaan bazar telah dilakukan sejak jauh hari dan disampaikan kepada para pelaku usaha, baik OAP maupun non OAP.
“Jauh-jauh hari pengusaha UMKM sudah kami rangkul. Keterlibatan pedagang OAP sebenarnya sangat kami harapkan,” ujar Vivin disela – sela meninjau sejumlah stand bazar.

Danrem menambahkan, sejumlah anak-anak OAP yang tersebar di berbagai batalyon pembekalan dan angkutan (Yonbekang) telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Karena itu, ia menyayangkan masih minimnya keterlibatan mereka dalam bazar tersebut.
Vivin mengatakan, TNI terus berupaya membangun hubungan yang lebih baik dan humanis dengan masyarakat Papua. Salah satunya melalui kegiatan yang dapat membuka ruang interaksi dan pemberdayaan masyarakat.
Ia pun menyampaikan keinginannya untuk menghapus stereotip negatif terhadap TNI di mata masyarakat Papua melalui pendekatan yang lebih terbuka dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ditemui secara terpisah, Dandim 1705/Nabire Letkol Inf. Dwi Palwanto mengatakan, bazar murah tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Di HUT TNI ke-81, kami pihak TNI ingin berbagi kemeriahan dan kegembiraan kepada masyarakat. Ayo datang di Bazar Kodim dan berbelanja dengan harga yang lebih murah dari harga di pasaran,” ujar Dwi Palwanto.
Dwi menjelaskan, sebanyak 16 stand dari pelaku UMKM, kelompok tani, pengusaha perseorangan dan pelaku usaha lainnya ikut ambil bagian dalam kegiatan di Makodim tersebut.
Bermacam kebutuhan masyarakat tersedia di bazar, di antaranya sembako, sayur-mayur, buah-buahan, makanan dan minuman olahan serta sejumlah kebutuhan lainnya.
Kegiatan bazar murah tersebut sekaligus menjadi ruang bagi TNI untuk berbagi dengan masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-81 TNI. TNI kuat bersama rakyat, Indonesia bermartabat, adil, dan makmur. (red-paputeng.com)





