NABIRE, PAPUTENG.com –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire memastikan ketersediaan stok pangan pokok aman selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, menegaskan pemerintah telah mengambil langkah proaktif guna menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya.
“Pemerintah melakukan langkah proaktif untuk memastikan stok kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri tetap tersedia,” ujar Victor, Senin (2/3/2026).
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemkab Nabire bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung terhadap stok dan harga bahan pokok di sejumlah pasar, di antaranya Pasar Central Kalibobo dan Pasar Bumi Raya (SP 1).
Pemantauan tersebut difokuskan pada komoditas utama kebutuhan dapur seperti bawang merah, bawang putih, telur, daging ayam ras, serta daging sapi.
Dari hasil pengecekan di lapangan, terdapat kenaikan tipis pada komoditas bawang merah berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH). “Komoditas bawang merah mengalami kenaikan tipis,” jelasnya.
Sementara itu, harga daging sapi segar di kedua pasar tersebut masih berada pada kisaran normal, yakni sekitar Rp200.000 per kilogram. Kendati demikian, pemerintah tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah merencanakan penambahan pasokan daging sapi melalui impor dari Australia guna menjaga stabilitas harga. Victor memastikan daging sapi impor tersebut aman dan telah memenuhi standar kesehatan.
“Kami upayakan pasokan daging sapi sudah dapat masuk sebelum Lebaran,” katanya.
Selain itu, Pemkab Nabire juga terus berkoordinasi dengan produsen dan pemasok daging sapi lokal guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga serta harga tetap stabil di pasaran.
Dengan ketersediaan bahan pokok yang terjamin dan harga yang terkendali, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga pangan.