DEIYAI,PAPUTENG.com –
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai, Melison Dogopia mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama para bupati di wilayah Meepagoo agar menepati janji yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat Distrik Kapiraya terkait penyelesaian persoalan tapal batas.
Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan dari warga Kapiraya yang merasa pemerintah belum menindaklanjuti janji untuk kembali membahas persoalan tersebut.
Salah satu warga Kapiraya dalam sebuah video berdurasi 6 menit 37 detik yang beredar menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai belum memenuhi janji untuk datang kembali membahas persoalan tersebut.
“Pada saat kunjungan, kami dijanjikan masalah ini akan dibicarakan pada tanggal 15 Maret. Namun pemerintah tidak kunjung datang, bahkan sudah lewat hampir enam belas hari,” ujar warga tersebut dalam pernyataan video yang beredar pada Senin (6/4).
Menanggapi hal itu, Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia, meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta para bupati dari wilayah Meepagoo seperti Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Mimika segera mengambil langkah konkret agar persoalan tapal batas di Kapiraya dapat segera diselesaikan.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui tim yang sudah dibentuk, termasuk tim dari masing-masing kabupaten, harus mengambil langkah cepat. Jangan hanya memberikan janji kepada masyarakat di Kapiraya,” tegas Dogopia saat ditemui di Waghete, Selasa (7/4).
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu terjadinya konflik ataupun jatuhnya korban baru kemudian mengambil tindakan.
“Tim yang sudah dibentuk harus bekerja dengan hati untuk masyarakat. Jangan menunggu ada korban baru bergerak,” ujarnya.
Selain itu, KNPI Deiyai juga mempertanyakan perkembangan kerja dari tim yang telah dibentuk oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk menangani persoalan tersebut.
“Jangan sampai konflik di masyarakat dijadikan proyek. Kerja harus sampai tuntas,” tambahnya.
KNPI Deiyai pun mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta pemerintah kabupaten terkait, khususnya Deiyai, Dogiyai dan Mimika, agar dalam waktu dekat segera menyelesaikan persoalan tapal batas di Kapiraya guna mencegah potensi konflik yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda. (PK)