Wapres Gibran Tinjau Infrastruktur Strategis di Papua Tengah, Tekankan Percepatan Pembangunan Rusun ASN 

 

NABIRE,PAPUTENG.com  –

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja (kunker) sehari di Provinsi Papua Tengah pada Senin (20/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, serta Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk.

Agenda kunjungan diawali dengan peninjauan di Bandara Douw Aturure, kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Samabusa. Di pelabuhan tersebut, Wapres memperoleh gambaran mengenai posisi strategis dan urgensi pengembangan pelabuhan dalam mendukung mobilitas barang dan jasa di Papua Tengah.

Selanjutnya, rombongan meninjau lokasi pembangunan Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Karadiri, Distrik Wanggar. Kedatangan Wapres disambut oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Bupati Nabire, Mesak Magai, serta jajaran Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Proyek pembangunan Rusun ASN ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mendukung operasional pemerintahan di Daerah Otonomi Baru (DOB) sekaligus meningkatkan kesejahteraan ASN.

Pembangunan dilakukan melalui skema Multi Years Contract (MYC) periode 2024–2025, dengan konsep hunian yang nyaman dan dilengkapi fasilitas penunjang serta utilitas umum. Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya penyelesaian proyek tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh ASN.

Menurutnya, ketersediaan hunian yang layak akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik. “Pembangunan infrastruktur perumahan ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah tanah Papua,” ujar Wapres.

Usai peninjauan, Wapres melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Mimika untuk melaksanakan agenda lanjutan dalam rangkaian kunjungan kerja di Papua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Papua Tengah, Ir. Yulianus Mambrasar, S.ST., M.Si. menjelaskan bahwa pembangunan kantor Gubernur, DPRD Provinsi, dan MRP Papua Tengah dibiayai melalui APBN, sedangkan pembangunan tiga tower Rusun ASN menggunakan dana APBD Provinsi Papua Tengah.

Ia menambahkan, proses pembangunan Rusun ASN saat ini memasuki tahap akhir dan direncanakan akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada Juni atau Juli 2026.

“Untuk proses pembangunan gedung Rusun ASN Provinsi ini direncanakan diserahkan tahun ini. Kami juga menyarankan agar ASN nantinya menempati hunian tersebut. Pak Wapres memberikan apresiasi terhadap pembangunan ini,” kata Mambrasar.

Kadis Pendidikan Papua Tengah Tinjau Pelaksanaan TKA di Sejumlah Sekolah di Nabire

NABIRE, PAPUTENG.com –

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida, SE melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Nabire, Rabu (22/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Adapun sekolah yang dikunjungi antara lain SD Negeri Kali Semen, SD Inpres Kalibobo, SD Agape, serta SD Negeri 01 dan 03 Nabire.

“Hari ini kami bersama rombongan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan dengan baik,” ujar Nurhaida di sela-sela peninjauan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan TKA tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa, melainkan sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan dasar peserta didik, khususnya dalam literasi membaca, pemahaman teks, serta numerasi.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 01 Nabire, Odi Msen, mengungkapkan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya merupakan bagian dari gelombang kedua dan berlangsung selama dua hari, yakni 22 hingga 23 April 2026.

“TKA perdana bagi kami masuk dalam gelombang dua, yang dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama pukul 09.00–10.45 WIT, sesi kedua pukul 11.00–13.00 WIT, dan sesi ketiga pukul 13.30–15.15 WIT,” jelas Odi.

Ia menyebutkan, sebanyak 63 siswa kelas VI mengikuti pelaksanaan TKA tersebut. Meski belum memiliki fasilitas laboratorium komputer, pihak sekolah tetap mampu menyelenggarakan TKA secara mandiri dengan memanfaatkan ruang yang tersedia.

“Kami mengoptimalkan penggunaan ruang UKS, didukung 21 unit laptop serta 5 unit cadangan, jaringan internet (Starlink) yang cukup bagus dan satu operator. Puji Tuhan, pelaksanaan TKA dapat berjalan secara mandiri,” tambahnya. Lebih lanjut, Odi menjelaskan bahwa tidak semua sekolah memiliki kemampuan untuk melaksanakan TKA secara mandiri.

Beberapa sekolah masih harus bergabung atau menyewa fasilitas di sekolah lain untuk pelaksanaan tes. Pelaksanaan TKA diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memetakan kualitas pendidikan dasar di Papua Tengah, sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan mutu pembelajaran ke depan.

Dikemukakan Kepala SD Negeri 01 dan 03 mereka masih kekurangan ruang kelas, ruang komputer, dan perpustakaan sebagai penunjang utama pendidikan berbasis e-learning.

Diharapkan pemerintah provinsi atau kabupaten dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di kedua sekolah dasar negeri itu, guna menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal.