
Nabire, PAPUTENG.COM – Komisi A DPRK Nabire menggelar rapat terbuka jajak pendapat bersama unsur masyarakat terkait aspirasi penutupan aktivitas perjudian di Kabupaten Nabire. Pertemuan berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRK Nabire, Selasa (28/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh denominasi gereja, Lembaga Musyawarah Adat (LMA), hingga para lurah dari sejumlah kelurahan di beberapa distrik di Kabupaten Nabire.
Dalam forum itu, para tokoh masyarakat secara tegas menyampaikan keberatan atas maraknya praktik perjudian seperti togel dan roulete yang dinilai semakin meresahkan warga. Salah satu tokoh masyarakat, Vabianus Tebay, menegaskan bahwa perjudian telah menjadi penyakit sosial yang harus segera dihentikan karena berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Togel adalah penyakit masyarakat yang harus segera ditutup,” tegas Vabianus. Ia menilai, berdasarkan pengamatannya selama ini, maraknya perjudian turut memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk menjadi salah satu penyebab keretakan rumah tangga di wilayah Kota maupun Kabupaten Nabire.
Menanggapi aspirasi tersebut, Keta Komisi A DPRK Nabire, Karel Tabuni mengakui belum dapat memberikan solusi konkret dalam forum tersebut, namun menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk menampung dan meneruskan seluruh aspirasi masyarakat kepada pihak berwenang.
“Kami sebagai wakil rakyat sebatas menampung dan menyampaikan aspirasi dari para pendeta, tokoh adat, dan kepala kelurahan. Selanjutnya akan kami teruskan ke tingkat eksekutif dan yudikatif,” ujar Karel.
Sebelum pelaksanaan rapat menurutnya, DPRK Nabire diketahui telah melayangkan surat resmi kepada sejumlah institusi terkait, termasuk Polda Papua Tengah, Polres Nabire, Korem, dan Kodim Nabire agar dapat hadir dalam pertemuan tersebut.
Namun, pihak-pihak yang memiliki kewenangan langsung dalam pengambilan keputusan terkait penertiban perjudian tidak dapat menghadiri rapat tersebut. Meski demikian, Komisi A DPRK Nabire berjanji akan kembali menggelar rapat lanjutan dengan menghadirkan seluruh pihak terkait guna mencari langkah konkret dalam merespons keresahan masyarakat terhadap praktik perjudian di Nabire.
