NABIRE, PAPUTENG.com –
Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Papua Tengah digelar di Auditorium RRI Nabire, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan mekanisme baru dalam proses penjaringan kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Muscab kali ini menggunakan skema Tim Pemetaan untuk menentukan figur calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Skema ini merupakan arahan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Sekretaris DPW PKB Provinsi Papua Tengah, Sigit Triantoro, menjelaskan bahwa Tim Pemetaan bertugas mendata sekaligus menyeleksi kandidat potensial yang akan diusulkan sebagai calon Ketua DPC. “Berdasarkan petunjuk DPP, Muscab kali ini menggunakan skema Tim Pemetaan yang akan mendata dan memilih figur-figur terbaik untuk ditetapkan sebagai calon Ketua DPC,” ujar Sigit di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, dalam skema ini seluruh DPC, termasuk yang belum memiliki kursi legislatif (non seat), tetap memiliki peluang untuk mengajukan kandidat ketua. “DPC non seat masih bisa mengajukan calon Ketua DPC melalui Tim Pemetaan. Selanjutnya, Tim Pemetaan akan melakukan seleksi sebelum diajukan ke DPP,” jelasnya.
Sigit juga memaparkan bahwa Muscab dibagi ke dalam empat kategori atau grade, yakni Grade A hingga Grade D. Pembagian tersebut didasarkan pada kekuatan representasi politik DPC di DPRD, mulai dari yang memiliki fraksi hingga yang belum memiliki kursi sama sekali. Pelaksanaan Muscab PKB Papua Tengah dipusatkan di Kabupaten Nabire, sementara Kabupaten Mimika menggelar kegiatan serupa di Timika.
Agenda ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 25 hingga 26 April 2026. Sementara itu, Ketua DPW PKB Papua Tengah, Kristianus Agapa, menegaskan bahwa hasil Muscab akan diserahkan ke DPW untuk kemudian diteruskan ke DPP guna melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan. “Hasil Muscab menjadi kewenangan DPW untuk disampaikan ke DPP.
Selanjutnya akan dilakukan uji kepatutan dan kelayakan sebelum penetapan dan pelantikan Ketua DPC terpilih,” ungkap Kristianus. Terkait kesiapan menghadapi Pemilu 2029, Kristianus menyebut PKB tetap optimistis meski menghadapi tantangan perbedaan karakteristik wilayah di Papua Tengah.
Ia menjelaskan bahwa wilayah pesisir seperti Nabire menggunakan sistem pencoblosan dalam pemilu, sementara daerah pegunungan seperti Paniai, Deiyai, dan Puncak Jaya masih menggunakan sistem noken. “PKB tetap optimistis dapat merebut hati masyarakat, meskipun terdapat perbedaan mekanisme dan kultur di setiap daerah,” pungkasnya.
