Satu Dapur SPPG di Nabire Bisa Habiskan Hingga Rp500 Juta per Pekan

Nabire – PAPUTENG.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka disebut menyerap anggaran besar hingga triliunan rupiah secara nasional.

Di awal Tahun 2026 untuk melayani 60-83 juta penerima manfaat diproyeksikan anggaran sekitar Rp 900 miliar – Rp 1,2 triliun per hari dengan insentif dapur mencapai Rp 6 juta rupiah per hari.

Di tingkat daerah, satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, bahkan dapat menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah dalam sepekan.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Anggota Komisi XIII DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, Yan P Mandenas, di Nabire pada Senin (4/5/2026). Menurut Nalen Situmorang, Kepala Regional BGN Wilayah Papua Tengah kebutuhan operasional dapur sangat bergantung pada jumlah penerima manfaat.

“Anggaran MBG bersifat at cost. Di salah satu dapur bisa menghabiskan sekitar Rp45 juta per hari untuk membeli bahan baku atau bisa mencapai hingga Rp500 juta per minggu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, besaran anggaran tersebut bersifat fluktuatif. Dalam kondisi normal, dana Rp500 juta dapat mencukupi kebutuhan hingga dua minggu. Namun, saat terjadi inflasi atau kenaikan harga bahan pokok, anggaran tersebut dapat habis hanya dalam waktu satu pekan.

Menanggapi hal itu, Yan Mandenas mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel. Ia menyoroti masih digunakannya sistem pencatatan manual di wilayah Papua Tengah yang berpotensi membuka celah penyimpangan.

“Laporan keuangan di Papua Tengah masih banyak yang manual. Jangan sampai terjadi praktik mark up atau penggunaan nota kosong,” tegasnya.

Untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan anggaran, DPR RI mendorong pemerintah agar mengadopsi sistem transaksi digital dalam pengelolaan MBG. Salah satu langkah yang diusulkan adalah kerja sama dengan perbankan guna memastikan transparansi penggunaan dana.

“Kami mendorong agar belanja bahan baku menggunakan sistem digital seperti QRIS dan melibatkan perbankan, baik bank nasional maupun bank daerah. Dengan begitu, penggunaan anggaran bisa terpantau secara real time dan menghindari praktik yang tidak sesuai,” pungkas Mandenas.(Red-paputeng)

Si Jago Merah Lalap Rumah Warga di Karadiri Nabire, Kerugian Capai Ratusan Juta

Nabire – PAPUTENG.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan Karadiri 1, Nabire, pada Selasa (5/5/2026) malam sekitar pukul 21.20 WIT. Satu unit rumah milik warga dilaporkan habis dilalap api.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, rumah yang terbakar merupakan milik seorang anggota TNI yang bertugas di Kodim Yahukimo. Api diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan setelah digunakan memasak.

Saksi mata, Dewi, mengungkapkan bahwa kobaran api mulai terlihat membesar sekitar pukul 21.25 WIT dan dengan cepat menghanguskan bangunan rumah tersebut.

Tim Pemadam Kebakaran Provinsi Papua Tengah yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain.

Sekitar 30 menit kemudian, petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung berupaya menjinakkan api sekaligus mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang berharga seperti satu unit sepeda motor, peralatan rumah tangga, serta dokumen penting turut hangus terbakar.

Pemilik rumah yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Pihak keamanan setempat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya dari peralatan dapur dan instalasi listrik.

“Kami mengimbau warga untuk selalu memastikan kompor sudah benar-benar mati setelah digunakan, serta mencabut peralatan listrik yang tidak dipakai guna mencegah kebakaran,” ujar salah satu sumber.

Langkah antisipatif ini diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa yang berpotensi merugikan masyarakat. (Red-paputeng)

Stok 1.800 Ton, Bulog Nabire Pastikan Kebutuhan Beras 5 Kabupaten Aman Tiga Bulan 

Papua Tengah – PAPUTENG.COM – Ketersediaan beras untuk lima kabupaten di wilayah Papua Tengah dipastikan aman hingga tiga bulan ke depan. Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Nabire mencatat stok beras di gudang mencapai 1.800 ton.

Kepala Bulog Cabang Nabire, Abdul Aziz, mengatakan stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Intan Jaya.

“Stok di gudang kami saat ini 1.800 ton dan mampu mencukupi kebutuhan beras di lima kabupaten tersebut untuk tiga bulan ke depan,” ujar Aziz saat ditemui awak media, Senin (4/5/2026), di sela kunjungan kerja anggota DPR RI di Papua Tengah.

Meski demikian, distribusi beras ke wilayah pedalaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca dan kondisi geografis. Aziz mengungkapkan pengiriman ke Kabupaten Paniai relatif berjalan lancar, meski kerap terhambat hujan deras dan medan berlumpur yang memperlambat waktu tempuh.

“Beberapa hari lalu saya turun langsung memantau distribusi ke Paniai. Secara umum aman, hanya faktor alam seperti hujan deras yang sedikit menghambat,” jelasnya.

Sementara itu, distribusi ke Kabupaten Intan Jaya dinilai lebih menantang. Selain kondisi wilayah yang sulit dijangkau, biaya transportasi udara yang terus meningkat menjadi kendala utama.

Jalur udara menjadi satu-satunya akses untuk mendistribusikan beras ke daerah tersebut. Bulog mencatat alokasi beras untuk Intan Jaya mencapai 500 ton. Namun hingga kini, baru sekitar 5 ton yang berhasil disalurkan.

Di sisi lain, anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas, mendorong agar pemerintah menambah kuota bantuan beras bagi daerah pinggiran dan wilayah rawan konflik. Ia menilai kebutuhan pangan di daerah tersebut lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

“Daerah pinggiran dan wilayah konflik membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” ujarnya. Mandenas juga menyoroti kompleksitas distribusi logistik di Papua Tengah yang tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, medan berat, keterbatasan transportasi, hingga potensi gangguan keamanan menjadi faktor yang harus dipertimbangkan secara khusus. Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat mengevaluasi petunjuk teknis (juknis) distribusi beras yang selama ini berlaku secara nasional.

“Juknis yang ada saat ini perlu ditinjau ulang. Papua memiliki karakteristik berbeda, sehingga perlu kebijakan distribusi yang lebih adaptif dan kontekstual,” tegasnya.(Red-paputeng)

Pesan Moral dan Nasionalisme Menggema di Lapas Nabire, Kasilog Korem 173/PVB Motivasi Warga Binaan 

Nabire, PAPUTENG.COM – Pesan moral dan semangat nasionalisme menggema di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire saat Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Komando Resor Militer 173/Praja Vira Braja (Korem 173/PVB), Kolonel Arh. Kurniawan Fitriana, memberikan motivasi kepada warga binaan, Senin (5/5/2026).

Kehadiran Kurniawan yang akrab disapa Kang Kur tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja bersama Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas. Di hadapan ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), ia menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya optimisme dan semangat menjalani kehidupan.

“Setiap perbuatan ada konsekuensinya. Namun yakinlah, ini bukan akhir dari perjalanan. Cerita hidup Anda masih panjang. Keluarga, anak, dan istri menanti di rumah,” ujar Kurniawan.

Ia menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, termasuk para warga binaan. Menurutnya, semangat membela negara juga merupakan hak dan kewajiban seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

“Kita terlahir dari rahim yang sama sebagai rakyat Indonesia. Negara kita saat ini memang aman, tetapi dunia sedang dilanda konflik. Dampaknya bisa saja sampai ke negara kita, pastinya kita akan berjuang bersama mempertahankan kedaulatan negara sampai titik darah penghabisan,” katanya.

Lebih lanjut, Kurniawan menekankan bahwa TNI berasal dari rakyat dan akan selalu bersama rakyat. Karena itu, tidak ada perbedaan perlakuan dalam nilai kemanusiaan dan kebangsaan antara warga binaan dengan masyarakat di luar lapas.

Sementara itu, Anggota DPR RI Yan P. Mandenas didampingi Kalapas Nabire, Dodi Wijaya, turut memberikan motivasi kepada para WBP agar menjalani masa hukuman dengan tabah dan penuh keikhlasan. Ia menegaskan bahwa negara tetap hadir dalam memberikan pembinaan dan perlindungan bagi warga binaan.

“Kalau kami tidak peduli, mungkin kalian sudah ditempatkan di lapas dengan pengamanan lebih berat. Namun di sini kalian masih mendapatkan makanan, pembinaan, dan pelatihan agar kelak bisa kembali ke masyarakat,” ujar Mandenas.

Ia juga mengimbau para warga binaan untuk mematuhi aturan yang berlaku di dalam lapas, menjaga fasilitas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperberat masa hukuman, seperti mencoba melarikan diri.

Dalam kesempatan tersebut, Mandenas juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana di Lapas Kelas II B Nabire yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.

“Selama kunjungan tadi, saya melihat beberapa sarana yang kurang layak, terutama di sel laki-laki yang cukup padat. Nabire sebagai ibu kota daerah otonomi baru tentu akan mengalami peningkatan aktivitas dan jumlah penduduk, yang berdampak pada stabilitas di berbagai sektor, termasuk lapas,” jelasnya.

Ia berharap adanya peningkatan status Lapas Nabire sekaligus perbaikan sarana dan prasarana, bahkan jika diperlukan dilakukan revitalisasi secara menyeluruh.

Kunjungan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi warga binaan untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. (red-paputeng)