
Nabire, PAPUTENG.COM – Pesan moral dan semangat nasionalisme menggema di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire saat Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Komando Resor Militer 173/Praja Vira Braja (Korem 173/PVB), Kolonel Arh. Kurniawan Fitriana, memberikan motivasi kepada warga binaan, Senin (5/5/2026).
Kehadiran Kurniawan yang akrab disapa Kang Kur tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja bersama Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas. Di hadapan ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), ia menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya optimisme dan semangat menjalani kehidupan.
“Setiap perbuatan ada konsekuensinya. Namun yakinlah, ini bukan akhir dari perjalanan. Cerita hidup Anda masih panjang. Keluarga, anak, dan istri menanti di rumah,” ujar Kurniawan.
Ia menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, termasuk para warga binaan. Menurutnya, semangat membela negara juga merupakan hak dan kewajiban seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
“Kita terlahir dari rahim yang sama sebagai rakyat Indonesia. Negara kita saat ini memang aman, tetapi dunia sedang dilanda konflik. Dampaknya bisa saja sampai ke negara kita, pastinya kita akan berjuang bersama mempertahankan kedaulatan negara sampai titik darah penghabisan,” katanya.
Lebih lanjut, Kurniawan menekankan bahwa TNI berasal dari rakyat dan akan selalu bersama rakyat. Karena itu, tidak ada perbedaan perlakuan dalam nilai kemanusiaan dan kebangsaan antara warga binaan dengan masyarakat di luar lapas.

Sementara itu, Anggota DPR RI Yan P. Mandenas didampingi Kalapas Nabire, Dodi Wijaya, turut memberikan motivasi kepada para WBP agar menjalani masa hukuman dengan tabah dan penuh keikhlasan. Ia menegaskan bahwa negara tetap hadir dalam memberikan pembinaan dan perlindungan bagi warga binaan.
“Kalau kami tidak peduli, mungkin kalian sudah ditempatkan di lapas dengan pengamanan lebih berat. Namun di sini kalian masih mendapatkan makanan, pembinaan, dan pelatihan agar kelak bisa kembali ke masyarakat,” ujar Mandenas.
Ia juga mengimbau para warga binaan untuk mematuhi aturan yang berlaku di dalam lapas, menjaga fasilitas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperberat masa hukuman, seperti mencoba melarikan diri.
Dalam kesempatan tersebut, Mandenas juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana di Lapas Kelas II B Nabire yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
“Selama kunjungan tadi, saya melihat beberapa sarana yang kurang layak, terutama di sel laki-laki yang cukup padat. Nabire sebagai ibu kota daerah otonomi baru tentu akan mengalami peningkatan aktivitas dan jumlah penduduk, yang berdampak pada stabilitas di berbagai sektor, termasuk lapas,” jelasnya.
Ia berharap adanya peningkatan status Lapas Nabire sekaligus perbaikan sarana dan prasarana, bahkan jika diperlukan dilakukan revitalisasi secara menyeluruh.
Kunjungan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi warga binaan untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. (red-paputeng)