
NABIRE – PAPUTENG.COM – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong penguatan ekonomi daerah di berbagai sektor sejalan dengan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu sektor yang menjadi fokus perhatian adalah perikanan, mengingat Papua Tengah memiliki potensi sumber daya kelautan yang melimpah. Upaya tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur perikanan di wilayah pesisir, salah satunya melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas pemerintah pusat.
Sebanyak tujuh lokasi KNMP di Papua Tengah dinyatakan lolos verifikasi lapangan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Tujuh lokasi tersebut terdiri dari tiga titik di Kabupaten Mimika dan empat titik di Kabupaten Nabire.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah, Karlos Matuan, mengatakan hasil verifikasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di daerah.
“Tujuh KNMP yang kita ajukan telah lolos verifikasi lapangan yang dilakukan KKP RI. Tiga berada di Kabupaten Mimika dan empat di Kabupaten Nabire,” ujar Karlos saat diwawancarai media di Nabire, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, tujuh titik yang telah lolos verifikasi tersebut merupakan bagian dari kuota 200 Kampung Nelayan Merah Putih yang dialokasikan pemerintah pusat untuk wilayah Pulau Papua. Setelah tahapan verifikasi dan penetapan lokasi selesai dilakukan, pemerintah pusat menargetkan pembangunan fisik mulai dilaksanakan pada Juli 2026.
Karlos menjelaskan, program KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan permukiman nelayan, tetapi juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas dan produktivitas sektor perikanan.
“Selama ini nelayan menghadapi kendala dalam memasarkan hasil tangkapan mereka. Dengan adanya fasilitas yang memadai, pemerintah juga akan membantu membuka akses pasar sehingga hasil tangkapan dapat terserap dengan baik,” katanya.
Fasilitas yang akan dibangun meliputi dermaga, gudang pendingin (cool storage), pabrik es, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kegiatan penangkapan ikan sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan.
Karlos menambahkan, sektor pemasaran hasil perikanan di Kabupaten Mimika saat ini relatif lebih baik karena didukung tingginya permintaan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Sebaliknya, di Kabupaten Nabire, pengelolaan sektor perikanan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait fasilitas pendukung dan sistem pemasaran yang belum optimal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong percepatan realisasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. “Dengan hadirnya KNMP, kami berharap produktivitas nelayan meningkat, akses pasar semakin terbuka, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat nelayan di Papua Tengah dapat terus berkembang,” tutup Karlos. (red-paputeng)

